Senin, 13 November 2017
Aliran Rasa Games Level 5
Jumat, 10 November 2017
MEMBACA MAMPU MENUMBUHKAN KREATIVITAS DAN MENCIPTAKAN PELUANG
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 17
Akhirnya sampai pada tantangan hari ke 17. Hari terakhir di games level 5. Banyak sudah bahan bacaan yang menemani kami selama 17 hari ini . dan banyak pula hal-hal menarik serta keseruan yang kami alami.
Namun kami tidak akan berhenti membaca meski tantangan sudah berakhir. Rasa haus akan ilmu dan bahan bacaan akan terus mengisi relung hati dan jiwa kami sekeluarga.
Memang dalam beberapa hari ini yang terlihat membaca buku hanya alta dan de fayyas. Sedangkan abang Daffa lagi disibukkan dengan projeknya. Setelah membaca buku yang beberapa hari lalu dipinjem. Dia lebih bersemangat membuat projeknya lagi di laptop. Dan ternyata dia cerita bahwa bahan yang dia kumpulin ada yang mau beli.
Akhirnya saya dan suami setuju memberi dia uang untuk memprint dan memfotocopy dalam jumlah agak banyak dan menjualnya.
Awalnya saya khawatir dengan materi yang dia copy dari beberapa blog yang dibaca tersebut. Saya coba beri pengertian mengenai hak cipta seseorang dalam hal karya. Alhamdulillah dia mengerti dan diapun tidak mengcopy paste tulisan yang ada diblog atau website tersebut.
Abang daffa pun menjelaskan apa yang dikerjakannya adalah serangkaian kode yang dikumpulinnya untuk bisa memainkan sebuah games.
‘Kalo dalam bentuk teks, mana mau anak-anak itu baca, mi!’.
Menumbuhkan minta baca memang tidak instan apalagi menumbuhkan sebuah kreativitas yang akhirnya mampu membaca peluang menjadi sebuah usaha (meski baru skala kecil) adalah pencapaian prestasi yang luar bisa buat kami orangtuanya.
Daffa memang tidak bersekolah formal, dan dia homeschoolingpun lebih berkiblat ke unschooling. Yaitu dia belajar yang dia mau saja dengan cara dia saja.
Dan kami orangtuanya memang harus sabar mendampingi, membersamai dan memfasilitasi saja. Selebihnya biarlah kreativitasnyalah yang akan membimbingnya menuju impiannya.
Yuliana
Banjarmasin, 11 November 2017
BERCERITA SAMBIL BELAJAR MATH
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 16
Hari ini kami sedikit memvariasikan aktivitas membaca kami dengan belajar math.
Awalnya secara spontan alta mulai menghitung sambil dibacakan buku. Jadilah setiap halaman yang dibacakan menjadi lebih menyenangkan. Mengitungnya tidak yang sulit ataupun tidak sesuai kemampuan alta.
Jadi ditiap halaman buku, jika ada benda, binatang, tumbuhan atau orang, kita akan mengitung jumlahnya sama-sama. Serta mencocokkan dengan jumlah jari alta.
Memang tidak selalu benar tebakan alta karena dia baru menguasai hitungan sampai diangka 4 saja selebihnya dia masih belum mengingat urutan ataupun jumlahnya dengan benar.
Dan buku yang dibaca siang ini berjudul 'Telur Naga Yang Malang'. Dari cerita ini alta mulai menghitung jumlah naga yang terdapat di gambar, kemudian menghitung jumlah kayu bakar yang dikumpulin serta tak lupa selain belajar math, alta juga belajar berempati dengan ekspresi yang tergambar oleh tokoh yang ada di buku cerita.
Disetiap buku yang dibacakan ke alta selalu saya selipkan pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Saya sadar meski usianya baru 4,6 tahun namun kemampuannya dalam menyerap pelajaran dari lingkungan dan buku akan membuat dia kaya pengalaman dan pengetahuan.
Yuliana
Banjarmasin, 10 November 2017
Kamis, 09 November 2017
MEMBACA BUTUH KOMITMEN DAN KONSISTEN
#GameaLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#FirstThingtoChangeIMUstChangeFirst
Day 15
Terus menumbuhkan gairah baca tidaklah sulit sebenarnya. Hanya butuh komitmen dan konsisten kita terutama untuk menumbuhkan gairah baca dan minat anak-anak terhadap berbagai bahan bacaan.
Membiasakan membaca memang bukanlah proses instan namun harus selalu dilakukan agar jadi kebiasaan. Kita harus membentuk kebiasaan tersebut agar kebiasaan itu jadi terbentuk nantinya.
Tantangan demi tantangan mrmang akan selalu ada seperti kurangnya bahan bacaan, mahalnya harga buku, jauhnya akses buku berada, minat membaca yang kurang atau bahan bacaan tidak sesuai usia.
Inilah tugas kita selaku orang tua memberikan zona membaca yang nyaman. Sehingga anak-anak menyukai aktivitas ini. Mengusahakan dengan segenap hati dan jiwa agar anak-anak menyukai dan akhirnya buku menjadi kebutuhan yang akan selalu mereka cari dan cari.
Dan alhamdulillah Alta selalu menyukai aktivitas membaca buku malah kadang dia yang selalu mengingatkan kami agar membaca buku pada hari tersebut.
Hari ini Apih juga terlibat membacakan buku untuk alta. Memang masih terdengar monoton dalam bercerita namun niatan ini harus didukung terus agar Apih pun merasa nyaman saat membacakan buku untuk anak-anak dan akhirnya akan tercipta komunikasi inten antar mereka.
Yuliana
Banjarmasin, 9 November 2017
Selasa, 07 November 2017
RAIH WAKTU BERHARGA BERSAMA ANAK-ANAK
Day 14
Sebenarnya jadwal mengembalikan buku seharusnya kemaren (selasa) namun karena saya sedang sakit sehingga molor.
Jam 11.30 kami tiba di perpustakaan daerah, dan ternyata perpustakaan lagi direnovasi bagian plafonnya. Untungnya bagian baca anak masih dibuka sehingga kami masih bisa meminjam buku lagi.
Rencana hari ini setelah meminjam buku di perpustakaan kami akan piknik ke Taman Sabilal untuk membaca bersama.
Namun ternyata anak-anak sudah baca buku duluan di perpustakaan. Alta minta dibacakan satu buku berjudul ‘Pesan Rahasia Raja Hemis’. Dan abang sedang asyik rebahan sambil menemani dek fayyas yang masih tertidur sejak dari perjalanan tadi . Buku yang abang Daffa baca berjudul ‘Masih Kudengar Doa itu’.
Ada kejadian menarik saat saya sedang membacakan buku bersama alta. Rupanya alta sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan juga ada seorang ibu bersama anaknya yang masih mengenakan seragam TK membaca cerita dipojokan tak jauh dari kami duduk, kira-kira berjarak 1 meter lah. Karena suara si ibu cukup keras membaca ceritanya sehingga kamipun tak sengaja mendengar si ibu bercerita. Dan inilah yang ditanyakan alta kemudian.
‘Ami, kenapa mamanya ceritanya kayak gitu?’ tanya alta.
‘Kayak gimana? Saya pun coba mengorek analisanya
‘Kok dia cerita tidak kayak ami?’ alta seperti protes
Sayapun akhirnya menghentikan membaca cerita ke alta dan mencoba menjelaskan apa yang menjadi analisa dan pertanyaan alta tadi.
Rupanya alta juga mendengar si ibu membacakan cerita ke anaknya sangat cepat. Tanpa ekspresi, intonasi apalagi dengan suara-suara yang berbeda (ini yang selalu disukai alta dari cerita-cerita yang saya bacakan).
Dan setelah membacakan buku buat anaknya, si ibu yang sejak dari datang memang memilih satu pojokan untuk dia rebahan sambil memainkan hapenya sedangkan anaknya dibiarkan maen dan melakukan apa saja disana sendirian.
Alta yang baru berusia 4,6 tahun saja sudah mampu menganalisa sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh orangtua. Yaitu asal membacakan buku, pengen cepat selesai baca bukunya, tak ada interaksi apalagi komunikasi 2 arah, apakah si anak paham dan mengerti isi dari cerita yang barusan dibaca.
Buat saya kejadian hari ini adalah catatan penting untuk para orangtua termasuk juga saya. Kita sebagai orangtua yang memiliki banyak aktivitas baik di rumah maupun diluar sana merasa ingin dimaklumi oleh anak-anak kita bahwa kita sedang kecapean, kita butuh istirahat, kita butuh sendiri dan lain-lain terlebih yang jumlah anaknya sudah lebih dari 1 pastilah cukup menyita waktu, tenaga dan perhatian. Kadang rasa lelah, penat, capek dan stress menghampiri.
Sehingga kita merasa dibenarkan apabila kita tak sempat melakukan hal yang diminta anak-anak kita secara maksimal. Contohnya membacakan buku cerita.
Membacakan buku cerita mungkin hanya butuh 10-15 menit namun dampaknya buat anak-anak sangat besar untuk memenuhi penjelajahan rasa penasaran mereka.
Meluangkan dan menyediakan 10-15 menit dari seluruh waktu berharga kita sangatlah penting buat perkembangan kecerdasan mereka.
Karena kita tidak tahu dari cerita manakah inspirasi anak-anak kita berasal dikemudian hari.
Maka tugas kita, selain menemani dan membersamai, kita juga dituntut untuk bisa memberikan waktu terbaik buat anak-anak kita. Hadirlah selalu diwaktu-waktu terbaik mereka. Hadir dengan segenap jiwa dan raga. Temani mereka untuk menikmati waktu-waktu berharga mereka. Jadilah bagian dari keseruan dari waktu berharga mereka tersebut.
Karena waktu-waktu berharga tersebut tak akan terulang. Dan tak terasa kita akan kehilangan waktu-waktu berharga tersebut. Karena mereka tak selamanya berada diusia sekarang. Mereka akan selalu bertumbuh dan berkembang. Mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang dipengeruhi oleh waktu-waktu berharga mereka saat ini. Saat bersama kita.
So , ambil peran dan waktu berharga tersebut.
Yuliana
Banjarmasin, 8 November 2017
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#FirstThingtoChangeIMustChangeFirst
Senin, 06 November 2017
SEMANGAT ORTU AKAN MENULAR KE ANAK
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#FirstThingtoChangeIMustChangeFirst
DAY 13
Membudayakan literasi ke anak-anak bukanlah hal yang mudah bagi kami. Apalagi setelah kami pindah kembali ke Banjarmasin. 3 tahun yang lalu kami punya koleksi yang cukup banyak di rumah. Kemudian kami harus berpindah ke luar pulau. Sebagian buku baru dibawa serta dan sebagian lagi harus dihibahkan ke seorang teman relawan yang membuka taman baca di rumahnya.
Dan setelah kami kembali kemari lagi. Buku-buku kami tidak bisa kami angkut semua dikarenakan ada masalah yang cukup rumit di kota sebelumnya. Buat kami saat ini membeli buku adalah sesuatu yang teramat mahal . Keadaaan ekonomi kami sedang diambang zero membuat kami harus mengutamakan kebutuhan primer dulu.
Namun budaya baca ini tetap konsisten kami perkenalkan ke anak-anak. Meski akses untuk membaca dan memperoleh bahan bacaan penuh tantangan namun alhamdulillah kami masih bisa menyiapkan waktu untuk menemani mereka ke perpustakaan yang jaraknya dari rumah cukup jauh. Sedangkan angkutan umum dari rumah ke terminal sudah tidak ada lagi. Dan untuk ke perpustakaan harus naik 2 kali angkutan umum dari rumah kami. Sehingga pilihan kami untuk bisa menuju ke sana adalah dengan meminjam motor sodara.
Semangat untuk membaca inilah yang ingin kami tularkan ke anak-anak. Jarak dan tantangan apapun yang ada akan kami hadapi bersama-sama. Kami tidak ingin mengeluhkan keadaaan dan keterbatasan kami. Ilmu memang bisa diperoleh dengan cara apa saja dan dimana saja. Dan kami sudah menentukan pilihan bahwa perpustakaan tempat kami mencari ilmu dan menambah bahan bacaan kami saaat ini.
Tantangan membaca ini memang jauh sudah kami adakan sebelum ada tantangan di perkuliahan IIP. Buku dan pengetahuan memang tidak bisa dipisahkan. Dan kami memilih untuk tidak duduuk manis dizona nyaman kami. Berpangku tangan dan berdiam diri serta meratapi apa yang sedang kami alami. Hidup memang sebuah pilihan dan pilihan kami untuk tidak mengalah dengan ketidakmampuan kami dalam memperoleh wawasan, ilmu dan pengetahuan lebih banyak lagi dan lagi.
Anak-anak akan merasakan aura dari semangat orangtuanya dalam memperoleh ilmu dari buku. Dan kecintaan akan buku akan terus ditularkan secara konsisten dan komitmen tinggi ke mereka.
Semoga impian saya untuk membuat sebuah taman bacaan ramah anak akan bisa dimampukan dalam waktu dekat. Membuat taman bacaan yang bisa menularkan semangat membaca ke anak-anak sekitar rumah kami. Sekaligus tempat dimana mereka akan memperoleh ilmu lainnya yang akan kami rencanakan selanjutnya.
Yuliana
Banjarmasin, 7 November 2017
Minggu, 05 November 2017
SEMUA ANAK VIP
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#FirstThingtoChangeIMustChangeFirst
DAY 12
Mulai kemaren sore saya menempelkan sebuah tulisan SUDAHKAH MEMBACA HARI INI? Tulisan ini tentu saja belum bisa dibaca Alta dan juga Fayyas namun dengan melihat gambarnya dia akan tahu maksud dari apa yang tertulis disana.
Kenapa harus ada tulisan seperti itu. Karena anak-anak juga termasuk saya lebih suka melihat tulisan atau gambar ditempel di dinding. Agar menjadi pengingat dan penyemangat juga.
Dan karena tempelan itu pula membuat si abang akan lebih rajin membaca, semoga. Karena beberapa hari ini dia terlihat jarang membuka bukunya. Memang katanya bukunya sudah selesai dia baca. Dan meminta dipinjemkan buku lagi. Namun dengan tema sama seperti itu padahal jadwal kami ke perpustakaan masih 2 hari lagi untuk mengembalikan buku.
Dan pagi ini diawali dengan membaca buku berjudul ‘ Sammy dan Kue Pie Kenari’. Alta meminta dibacakan. Dibuku ini berkisah mengenai setiap anak itu istimewa mereka semua VIP. Bahwa kita perlu belajar untuk tidak merasa iri atau membandingkan diri kita dengan orang lain apalagi dengan sodara sendiri. Setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Adalah lebih baik jika kita mendukung kelebihan dan keunikan mereka masing-masing. Buatlah masing-masing dari anak-anak kita saling mendukung saudaranya dan merasakan setiap keberhasilan saudaranya juga merupakan keberhasilannya pula.
Dan jangan sampai kita berpikir seakan-akan keberhasilan orang lain itu merampas sesuatu dari kita. Dan sebagai orangtua, orang dewasa atau guru, kita harus menghindari gaya bahasa yang membandingkan.
Memang tidak mudah. Dengan begitu banyaknya perlombaan, pertandingan, kompetisi dan persaingan di dunia ini namun kita bisa memulainya dari lingkup kecil dulu mulailah dari diri kita sendiri dan keluarga kita.
Yuliana
Banjarmasin, 6 November 2017
Sabtu, 04 November 2017
MENDENGARKAN = MEMAHAMI
Day 11
Tadi malam kami sudah sepakat mengenai aktivitas apa yang akan kami lakukan bersama esoknya.
Dan pagi ini kami sudah bersiap di ruang tengah untuk membaca dan belajar bersama.
Buku yang dibaca pagi ini berjudul ‘Lily Dan Kue yang Tak Enak' (Masih di kumpulan 7 cerita kebiasaan anak bahagia). Alta dan fayyas mendengarkan saya bercerita sambil rebutan duduk dipangkuan. Dari cerita ini mengandung makna bahwa kita harus berusaha memahami lebih dulu atau mendengarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akan berakibat sesuatu yang kurang menyenangkan.
Mendengarkan atau listening memang membutuhkan waktu namun dibandingkan bila kita terpaksa kembali dan meluruskan kesalahpahaman sementara kita sudah terlanjur terjadi kesalahan itu lebih memakan banyak waktu, tenaga dan emosi didalamnya.
Listening skill bukan saja dilatihkan ke anak-anak kita namun juga harus dipahami oleh siapapun termasuk kita orang tuanya. Termasuk kita orang dewasa dan para guru . Karena kadang kita kurang mendengarkan sehingga sering salah menilai dan cenderung menghakimi anak-anak.
Semoga kita selalu dimampukan untuk mendengarkan anak-anaK kita dengan segala cerita mereka karena sejatinya anak-anak hanya ingin dipahami begitu juga kita.
Kemudian kami pun melanjutkan belajar. Kali ini melatih motorik halus seperti memasukkan kawat bulu ke lubang untuk de fayyas yang sudah agak mendingan. Dan menjahit untuk alta (dia memilih sendiri aktivitas ini).
Dan saya sendiri baru mulai membaca novel berjudul ‘The Janson Commad’ part 1. Karena saya juga keasyikan membaca buku anak-anak yang memang 2 bahasa. Jadilah bahan bacaan mereka juga jadi bahan latihan saya untuk melatih lidah saya mengucapkan bahasa inggris.
Yuliana
Banjarmasin, 5 November 2017
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Jumat, 03 November 2017
AKU PERLU MEMBACA
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 10
Buat emak-emak yang punya anak yang lagi sakit pasti tahu bagaimana rasanya harus membagi perhatian dan fokus antara kesibukan sehari-hari dan aktivitas mengupgrade diri dengan tetap menjaga kewarasan.
Alhamdulillah sampai pada hari ke 10 ini, dengan tetap diberikan kemampuan ontime mengumpulkan tugas ditengah harus terbaginya konsentrasi dan fokus membersamai mereka yang qadarullah sakitnya bergantian dan pernah bareng. Sedang suami hanya 2 hari bersama kami.
Terutama 4 hari terakhir ini, anak bungsu saya fayyas 1,6 tahun sakit mencret dan muntah-muntah sampai badannya terlihat mulai kurus dan kekurangan cairan. Sedih tentu saja.
Namun dengan adanya tantangan kuliah Bunsay IIP ini mampu memberikan semangat dan juga mampu tetap menjaga kewarasan saya membersamai 3 bocah homeschooling yang setiap saat bersama saya tanpa adanya ART.
Tantangan membaca/budaya literasi ini saya jadikan motivasi dalam beraktivitas menemani anak-anak yang sedang sakit.
Buku dan bercerita mampu membuat anak-anak yang sedang sakit merasa tetap diperhatikan karena ibunya tetap mampu meluangkan dan menyediakan waktu untuk membacakan cerita dengan penuh ekspresi sehingga mereka selalu menagih lagi dan lagi diceritakan buku atau cerita yang sama berulang-ulang.
Selain bercerita dan membacakan buku, saya juga mengisi budaya baca kami dengan melatih listening alta dan fayyas seperti memperdengarkan murotal, memperkenalkan flashcard bergambar hewan, abjad, angka dan hijaiyah.
Memang tidak dikhususkan belajar alphabet namun hanya sekedar mengenalkannya saja sambil menggali logika mereka tentang belajar alphabet tersebut.
Seperti alta 4,6 tahun, dia mengenal huruf alphabet baru huruf A kapital, masih dengan tema mewarnai, skolastik (mengikuti garis hurufnya), melatih kemampuan menulis dengan pensil sesuai arah tulisan, kemudian mencari bentuk huruf A tersebut di benda rumah, diluar rumah, dibentuk dengan stik eskrim, dengan kedua tangan/jari. Dan juga melatih ingatan dia apabila menemukan huruf A di manapun dia lihat. Seperti pada plat motor dan lain-lain.
Begitu pula angka, alta sudah dikenalkan angka 1-5 namun untuk menuliskannya dia baru bisa menuliskan angka 1, menyebutkan angka 1 dengan jarinya, menghitung benda sampai angka 4. Biasanya alta selalu bertanya mengenai jumlah rakaat tiap waktu sholat dikerjakan.
‘ Ami, 2 kah sholatnya?'. (sambil mengacungkan 2 jarinya bila waktu sholat tiba).
Kadang benar kadang juga salah. Namun dia sudah mulai mengerti hubungan antara bentuk angka dengan jumlah angkanya (logika).
Mengenalkan huruf dan angka jangan hanya hapalan tapi harus ada hubungan antara jumlah dan bentuk angka/hurufnya/bunyinya.
Anak-anak sejatinya akan bisa membaca meskipun tidak diajarkan secara rutin. Yang dibangun adalah ‘rasa butuh ‘ akan belajar huruf dan angka. Dan dengan membaca dan mengenal cerita dari buku-buku akan menumbuhkan ketertarikan akan belajar huruf dengan sendirinya karena dia sudah merasa perlu. Perlu untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi dari buku-buku karena isi cerita dibuku tersebut terbentuk dengan adanya kumpulan huruf-huruf yang saling keterkaitan.
Jangan memaksakan mereka belajar huruf dan angka padahal mereka belum ditumbuhkan ‘rasa butuh’ tadi. Sehingga anak memang akan hapal cepat tapi tidak tertarik untuk membaca buku dikemudian hari.
Ini pernah terjadi pada abang daffa. Ketidaktahuan saya kala itu, yaitu merasa semakin dini anak dikenalkan maka semakin baik, saya pun seperti kebanyakan emak-emak zaman itu, rame-rame menyekolahkan anak diusia dini dan mengkursuskan calistung dini.
Hasilnya…. Abang daffa bukannya bisa baca cepat malah malas baca buku, tidak tertarik dengan isi buku meskipun saat sekolah dasar dulu dia wajib membaca buku pelajarannya. Tetap tidak membuat dia mau membaca lama. Ini mungkin hanya terjadi pada anak saya.
Karena itulah, berkaca dari kesalahan saya ke abang daffa waktu dia kecil, untuk adik-adiknya saya tidak memaksakan untuk bisa baca cepat, bisa hapal huruf cepat, bisa hapal angka cepat, bisa hitung cepat tapi yang lebih penting menumbuhkan rasa butuh mereka dengan bahan bacaan, informasi, pengetahuan terutama yang ada dibuku.
Yuliana
Banjarmasin, 4 November 2017
BUKU TEMAN SETIAP SAAT
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 9
Alhamdulillah masuk hari ke 9. Meski anak-anak gantian sakitnya namun buku tetap mampu menemani mereka setiap saat.
Fayyas 1,6y terlihat masih lemas. Namun setiap saya ambil buku, dia akan selalubpenasaran dengan isi dan gambar yang ada didalam bukunya.
Pagi benar saya bacakan buku berjudul 'Tempat Untuk Segala Sesuatu' (Masih dalam seri buku 7 kebiasaan anak bahagia). Sesekali fayyas menunjuk dan ingin memegang sendiri bukunya.
Untuk saya, buku novel nerbahasa inggris karangan Lee Child 'The Affair' masih saya coba selesaikan dan saya baca setiap saat. Namun hari ini saya liat dicover buku tersebut ada bonus story. Prnasaran saya pun membuka halaman belakang buku dan akhirnya larut membacanya. Judulnya 'Second Son'. Cerita ini lebih pendek dan lebih ringan bahasanya jadi saya bisa menyelesaikan judul ini dalam sehari (22 chapter).
Si sulung Daffa masih mempelajari buku yang berjudul ' Internetan, Yukk'. Senang rasanya melihat dia sudah klik dengan bacaannya.
'Nanti kita cari buku yang kayak gini lagi ya mi'.
'Ok.'
Sedangkan Apih karena sedang keluar kota jadi belum tau beliau baca buku apa. Masih terkendala sinyal.
Dan si tengah Alta, pastinya selalu minta diulang bacaannya setiap mau tidur malam. Karena hari ini hujan Alta lebih banyak tidur di sianghari tadi.
Ingin sekali bisa punya pojok baca di rumah dan menyediakan bahan bacaan yang bergizi buat anak-anak dan tentu juga saya pribadi. Namun karena kondisi kami masih numpang sehingga tak banyak yang bisa banyak yang bisa kami usahakan selain pergi ke Perpustakaan. Coba perpus dekat pasti tiap hari maen di perpus.
Selalu berdoa agar bisa punya perpus sendiri.
Yuliana
Banjarmasin, 3 November 2017
Rabu, 01 November 2017
DAUNNYA BERWARNA PELANGI
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 8
Alhamdulillah tak terasa sudah memasuki hari ke 8.
Saya kemaren malam, coba intip apa isi buku bacaan abang Daffa yang berjudul 'Internetan, Yuk'. Di dalamnya banyak hal berguna tentang pengenalan dasar berinternet dengan dikemas bahasa yang santai khas anak muda.
Yang membuat saya tertarik ada bab yang menyertakan link-link belajar secara online seperti math, sain, english dan berbagai link yang wajib untuk dicoba satu-satu sebagai media belajar anak-anak.
Untuk fayyas, pagi ini dia sudah mau duduk mendengarkan cerita buku berjudul 'Bila Aku Tumbuh Dewasa' meski badannya masih agak lemes namun sudah ada senyum menghias wajahnya. Muntaber yang 3 hari ini dideritanya benar-benar menyita keceriaannya.
'Semoga cepat sembuh ya nak'.
Alta, Apih dan saya masih membaca buku yang sama seperti kemaren yaitu 'Lily kecil di Negeri Jam. Dan alta meminta dibelikan jam tangan pink yang sama seperti yang dipakai lily dibukunya.
Apih masih menyelesaikan bacaan kemaren dan buku tersebut ikut dibawa ke Batulicin berjudul 'English for profesional lawyer' dan saya sendiri masih terus berlatih membaca novel berbahasa inggris ini berjudul 'The Affair'.
Ritme membaca buku sudah dapat, saya tidak perlu mengingatkan anak - anak untuk membaca buku. Meski kami tidak menjadwalkan khusus waktu untuk membaca. Namun buku sudah jadi bagian dari hari-hari kami, itu sudah sangat bagus sejauh ini. InsyaAllah.
Yuliana
Banjarmasin, 2 November 2017
Selasa, 31 Oktober 2017
CERITA VERSI KAMI
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMUstChangeFirst
Day 7
Anak-anak sebenarnya musah dianak atau dierkenalkan drngan budaya baca ini. Kami memang sudah mengawali budaya baca sejak Abang masih bayi. Memang cara membacanya yang disesuaikan dengan gaya belajar abang waktu itu.
Buku-buku abang waktu kecil juga dibacakan lagi kr Alta sewaktu dia masih bayi. Begitu seterusnya.
Karena sudah terbiasa begitu juga pergi ke perpustakaan mrmang selalu kami agendakan saban pekan jadilah anak-anak sangat familiar dengan buku.
Seperti alta, jika kami ke Perpustakaan atau meski dia tidak turut, dia akan request buku yang ingin dia baca.
'Mi, carikan buku yang banyak gambarnya ya.'
Atau
'Carikan aku cerita princess ya.'
Tentu saja buku yang banyak gambarnya dengan sedikit teks. Karena dia masih berusia 4,6 tahun. Saya pun baru mulai mengenalkan huruf abjad, itupun baru huruf A.
Saya memang tidak memaksakan anak saya hapal huruf-huruf tersebut. Saya ingin mereka tertarik membaca dulu. Tertarik dengan buku dan apa yang ada didalamnya.
Secara alami sebenarnya anak-anak apabila kita teratur mengenalkannya dengan huruf abjad mereka akan tertarik sendiri untuk belajar membaca.
Dan saat itu tiba saya sudah mempersiapkan materi belajarnya.
Buku dengan penuh gambar tentu saja menjadi bahan bacaan untuk alta dan juga fayyas. Menceritakan isi buku yang minim teks benar-benar suatu tantangan tersendiri buat saya dan suami.
Kami biasanya punya versi masing-masing dalam menceritakan. Dan alta biasanya akan mengoreksi jika ceritanya tidak sama dengan cerita awal yang dia dengar.
Dan karena cerita atau buku tersrbut selalu berulang dibaca maka dia pasti hapal dan ingat tiap cerita dibuku tersebut. Kadang saya minta dia yang mengulang atau bercerita pada saya versi dia tentunya.
Seru deh, mendengar alta menceritakan kembali versi dia. Ini adalah bagian melatih kemampuan mendengar dan bicaranya.
Dan saya tidak pernah males untuk menceritakan buku-buku meski harus berkali-kali.
Hari ini abang masih membaca buku 'Internetan, yuk' . Saya pun masih melanjutkan buku 'The Affair'. Alta request dibacakan buku 'Aku Bisa Sendiri'. Fayyas dibacakan buku 'Diriku seperti Apa Adanya' serta Apih baca buku ' English for Profesional Lawyer'.
Ini versi kami, mana versimu?
Yuliana
Banjarmasin, 01 November 2017
Senin, 30 Oktober 2017
YUK, KITA BACA !
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 6
Alhamdulillah anak-anak di tantangan hari ke 6 ini selalu senang dibacakan buku baik oleh saya, Apihnya atau abang Daffa.
Seperti pagi ini, saya dan Abang Daffa kembali berburu buku-buku di Perpustakaan. Karena adik-adiknya tidak ikut karena lagi bersama Apihnya, abang tampak menikmati momen membacanya di perpustakaan tanpa harus menjaga atau mengawasi adik-adiknya selama disana.
Buku yang diinginkan abang Daffa pun sudah ditemukan dan buku lainnya pun sudah memenuhi tas bawaan kami.
Di Perpustakaan abang sempat mojok asyik baca komik berjudul Walet Merah.
Dan ada 1 buku yang dibawa pulang.
Sesampainya di rumah, adik-adik yang lain langsung meminta dibacakan buku yang barusan dipinjem. Berebut duduk untuk mendengarkan saya atau Apihnya bercerita.
Yuliana
Banjarmasin, 01 November 2017
I WISH SO
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 5
Membaca memang sebuah tantangan buat kami dikarenakan untuk menyediakan bahan bacaan untuk anak-anak dengan cara membeli, saat inu belum termasuk prioritas sehingga jalan yang bisa kami ambil adalah dengan meminjam buku ke teman atau ke Perpustakaan.
Ke Perpustakaan pun punya tantangan tersendiri. Dikarenakan kami belum memiliki alat transport sendiri sehingga untuk bepergian keluar rumah selalu meminjam dari famili. Padahal anak-anak maunya malah setiap hari pergi ke Perpustakaan.
Mengikuti kelas Bunsay dengan segala tugas dan tantangan tiap bulannya memberikan energi tersendiri buat kami. Membuat kami yang menjalani Homeschooling menjadi punya motivasi berkegiatan bersama selalu.
Buku memang kurang familiar di lingkungan tempat kami tinggal sekarang. Meski saya terlahir dan besar disini. Dan Karena langkanya bahan bacaan di sekitar tempat tinggal kamj, membuat saya termotivasi membuat taman baca seperti yang saya jabarkan di NHW Matrikulasi.
Saya dan suami memang pernah membicarakan soal membuat proposal untuk membikin taman bacaan namun sementara ini kami belum punya tempat untuk menampung dan memajang buku-buku karena kami masih numpang di rumah orangtua.
Saya juga sempat obrolin ke teman saya mengenai hal tersebut. Dan dia menyarankan agar saya mengajukan proposal ke yayasan yanh dimiliki perusahaan tempat dia bekerja.
Semoga cita-cita tersebut segera terlaksana. Memiliki tempat yang bisa diakses anak-anak di lingkungan saya unyuk bisa membaca buku dengan gratis. I hope so. I wish so.
Buku yang kami baca hari ini masih melanjutkan buku sebelumnya.
Yuliana
Banjarmasin, 30 Oktober 2017
Minggu, 29 Oktober 2017
MENCOBA HAL BARU
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 4
Pagi ini seperti biasa kami sarapan bersama. Setelah sarapan, kami ngumpul di ruang tengah. Saya mengeluarkan beberapa karton berwarna dan mulai membentuk motif daun.
Daun-daun yang akan ditempel di pohon literasi memang belum seluruhnya sudah digunting. Jadi saya gelar semua peralatan yang dibutuhkan di lantai.
Alta yang lagi sakit sejak kemaren maghrib, tanpa diminta ikut membantu sampai selesai mengguntingnya. Dia memang paling suka dengan aktivitas menggunting dan memotong.
Abang dan de fayyas sedang asyik membaca buku. Abang tertarik dengan cara saya bercerita dari buku fayyas yang sangat minim text. Improvisasi yang terpenting dalam membacakan buku ke anak usia 0-5 tahun.
Abang pun akhirnya mengamanti buku tersebut dan mencoba membacakan versi dia ke de fayyas. Karena de fayyas memang suka dengan buku tersebut dia tetap mau mendengarkan dan malah ingin merebut buku tersebut dari abang.
Setelah selesai menggunting, saya kembali diminta alta membacakan cerita dari buku fayyas. Emak ternyata disukai kalo bercerita dengan suara-suara binatang, suara anak-anak, suara nenek, suara orang bijak. Semoga bisa mengasah bakat yang satu ini (tapi tenggorokan cepat sakit…belum tau ilmunya seh)
Gunting-gunting selesai, baca buku anak-anak selesai. Kemudian de fayyas mengambil sepatunya dan minta dipasangkan untuk jalan-jalan di halaman. Meski alta sedang lemas rupanya dia mau menemani de fayyas jalan.
Saya tentu saja tetap mengawasi sambil duduk diteras. Dan tak lupa bawa buku buat dibaca. Bacaan hari ini novel berbahasa inggris karya Lee Child berjudul The Affair bergenre thriller. Alhamdulillah saya bisa sampai part 3 membacanya.
Sebenarnya tidak semua saya tahu arti bahasa inggrisnya (hehe..minim kosakata nih). Saya ingin melatih lidah dan pendengaran agar familiar lagi dengan bahasa inggris yang sudah lama banget saya tinggalkan. Dan membaca novelnya pun harus bersuara agar saya terbiasa dengan kosa kata baru yang ada di novel tersebut.
Dan Apih, hari ini masih menyelesaikan buku yang dibaca kemaren di Bab 2 poin ke 2 , ‘Tugas dan wewenang penyidik menurut UU No, 8 tahun 1981 hal 20-30.
Semoga kebiasaan ini akan terus menjadi biasa. Anak-anak akan cinta dengan buku dan menghargai buku-buku tersebut sebagai benda berharga.
Dan esok anak-anak mengajak ke perpus lagi. ‘OK, deh, Emak siap!’.
Yuliana
Banjarmasin, 29 Oktober 2017
Sabtu, 28 Oktober 2017
POHON WARNA WARNI
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Tantangan hari ke 3
Qadarullah hari ini kesehatan anak-anak sedikit terganggu, abang Daffa memang sejak kemaren mengeluhkan bengkak dikantung mata kirinya dan hari ini semakin membesar. Alta pun tetiba muntah setelah dari subuh agak lesu. Sedang Fayyas juga terkena batuk dan flu.
Namun tidak mengurangi keinginan baca mereka. Pagi tadi alta tetap memaksa ikut untuk mengambil buku-buku dari seorang teman yang mau meminjamkan. Alhamdulillah menambah referensi bacaan saya.
Setelah makan siang, saya sengaja taroh buku di ruang tengah, berharap anak-anak akan mengambil buku yang pengen mereka baca hari ini. Yang paling antusias memilih buku adalah de Fayyas. Dengan semangat dia membolak balik lembar buku tersebut.
Kemudian alta pun meminta dibacakan lanjutan cerita di Buku Cerita Binatang 5 Benua. Fayyas juga ikut mendengarkan sambil keduanya duduk dipangkuan saya.
Sedang abang daffa tertarik dengan salah satu buku yang baru saya pinjem dari teman. Buku ' Ninja Assassin Sudoku'. Abang penasaran dengan puzzle ala jepang yanng terdapat dibuku berbahasa Inggris tersebut.
Akhirnya selesai sesi baca buku, anak-anak pun minta diayun satu persatu. Alhamdulillah Alta dan Fayyas pun bobo siang meski cuaca sangat panas diluar dan kipas angin tak berpengaruh banyak untuk menyejukkan ruangan.
Dan saya sendiri masih melanjutkan buku kemaren Bab Anak-anak Berhati Mulia (sampai tak terasa mata saya berair karena terharu- emang melankolis aslinya..). Dengan keriwehan mendampingi 3 bocah Homeschooling. Tentu waktu dan perhatian saya banyak untuk mereka.
Dan untuk saya pribadi menyediakan waktu untuk baca buku selalu disempatkan. Kalo malam jelas saya tidak bisa karena malam hari waktunya saya belajar.
Membaca buku hanya bisa disiang hari karena pencahayaan yang maksimal serta saat anak-anak bobo siang.. Dapet 2-5 lembar lumayan lah.
Yuliana
Banjarmasin, 28 Oktober 2017
Kamis, 26 Oktober 2017
5 WARNA KOMPLIT
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Tantangan hari ke 2
Alhamdulillah hari ini semua disibukkan dengan buku. Meski jarak memisahkan kami. bersyukur pagi ini ada sinyal dari Apih sehingga Apih bisa melaporkan buku apa yang beliau baca disana.
Karena pekerjaannya seputar hukum jadi bacaan beliau hari ini pun seputar hukum. Buku yang beliau baca berjudul Penyidikan, Penahanan, Prnuntutan dan Pra Peradilan dalam Toeri dan Praktek Bab II.
Apih memang doyan baca sejak menikah. Namun sayangnya waktu yang beliau khususkan membaca adalah antara jam 1-3 subuh, sehingga anak-anak jarang melihat langsung Apihnya membaca. cuma mrmang tau kalo apihnya selalu maennya kalo nga ke perpustakaan pasti ke Toko Buku dan pulangnya sudah pasti bawa buku.
Alta dan Fayyas masih melanjutkan buku Cerita Binatang 5 Benua. Kami mrmang tidak memgkhususkan ada waktu tertentu untuk membaca. Buku-buku tersebut biasanya saya letakkan ditempat yang mudah mereka raih dan liat. jadi tiap kali mereka liat merek akan minta dibacakan. dan saya harus selalu siap untuk membacakannya. kapanpun. meski harus berkali-kali dan berulang-ulang.
Sedangkan abang Daffa hari ini tertarik lagi meneruskan bacaannya yang pernah tertunda yaitu Buku Dunia Tanpa Sekolah Bab 4.
Dan saya masih melanjutkan buku 'Anak-Anak Super Hebat yang Mencrngangkan Dunia dan Membanggakan Orangtua Bab Anak-Anak Inspiratif.
Alhamdulillah pohon literasi kami hari ini lengkap 5 warna daunnya ditempel.
Yuliana
Banjarmasin, 27 Oktober 2017
Rabu, 25 Oktober 2017
SIAPA YANG DAUNNYA PALING BANYAK?
#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KukiahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst
Day 1
Bismilillahhirahmanirahim.....setelah liburan cawu kelas bunsay, akhirnya hari ini dimulai lagi tantangan hari pertama games level 5.
Sebelum memulai tantangan, anak-anak dikondisikan dengan diajak ngobrol mengenai apa yang akan kami lakukan 10-17 hari kedepan.
Tantangan kali ini memang sudah biasa kami lakukan sebelum-sebelumnya yaitu membaca buku. Tujuan mengenalkan budaya membaca agar anak-anak mengenal diri mereka sendiri dan akhirnya mengenal Sang Khalik penciptanya dengan mempelajari dari apa yang mereka baca. Yang membuat beda adalah pohon literasi. Pohon yang daun-daunnya berisi judul atau bab dari buku yang sedang dibaca dihari tersebut.
Sungguh sangat memotivasi saya yang suka baca namun keseringan jarang menuntaskan isi buku. Apalagi kalo liat tebalnya buku tersebut (jangan ditiru ya mak…hehe).
Kami memulai tantangan kali ini dengan pergi ke perpustakaan. Kenapa harus ke perpustakaan? Karena anak-anak sangat menyukai destinasi ini selain tempatnya nyaman, disana juga terdapat permainan yang bisa dimainkan bersama.
Setelah kegiatan domesik dan de fayyas bangun dari bobonya, jam 11.00 wita kami meluncur ke Perpustakaan. Sesampainya disana. Alta langsung memilih 2 buku yang ingin dia pinjam sebelum dia disibukkan dengan aktivitas lainnya. Memang anak-anak sudah diberitahu sejak di rumah untuk mencari buku dulu sebelum main atau bermain dengan teman baru disana (jika ada).
Ada 2 buku untuk alta, 1 buku untuk fayyas sudah didapat. Namun alta rupanya sudah tidak sabar minta dibacakan disana juga. Jadilah buku berjudul ‘ Lily kecil di Negeri bunga’ dibaca disana. Jadinya buku tersebut harus diganti dengan buku lain yang belum dibaca untuk dipinjem bawa pulang.
Abang pun meminta untuk ditemani mencari buku ke lantai 3. Lantai 3 memang khusus untuk umum. Dan buku dengan katagori komputer ada disana. Terpaksa saya meninggalkan alta untuk menjaga dan menemani de fayyas sementara saya dan abang pergi ke lantai 3. Untungnya pengunjung saat itu hanya kami dibagian anak. Dan petugas perpusakaan pun lengkap ada disana. Makasih para petugas karena sudah memberi rasa aman pada kami.
Menuju lantai 3 kami harus keluar perpustakaan anak ini. Sedikit berjalan kaki mengitari halaman perpustakaan dan menaiki beberapa anak tangga. Tibalah kami dilantai 3. Sayangnya pas kami menaiki anak tangga, listrik pun padam. Jadinya komputer katalognya tidak bisa digunakan.
Setelah bertanya ke petugas, dimana letak rak khusus katagori komputer. Kami diarahkan ke bagian rak depan dekat jendela kaca. Setelah bolak balik sepanjang rak, menyusuri tiap judul buku, akhirnya…kami tidak menemukan buku yang diinginkan abang Daffa. Abang daffa memang lagi mempelajari mengenai bagaimana cara membuka usaha warnet. Memang dia sudah banyak referensi di berbagai blog mengenai hal tersebu. Namun lebih baik jika ada buku yang menjelaskan secara rinci perihal usaha tersebut. Dengan wajah kecewa abang buru-buru mengajak saya turun kembali ke lantai dasar.
Setelah puas maen dan 4 buku sudah dipilih. Dan abang tidak memilih satupun buku yang ada disana. Kami menuju counter peminjaman dan pulang. Di tengah jalan kami sempatkan mampir untuk membeli perlengkapan membikin pohon literasi sepetri karton hitam, karton putih dan kertas berwarna-warni.
Sorenya saya dibantu alta mulai membikin pohon literasinya. Memang tidak bisa langsung selesai karena ada acara berebut perhatian sehingga terpaksa dibubarkan sambil menunggu kondisi memungkinkan.
Pagi tadi kami mulai melanjutkan pengeleman pohon ke karton putih, membuat bingkai dan menempel di dinding. Kami sepakat mengenai pilihan warna daun untuk masing-masing anggota keluarga.
Merah untuk apih
Hijau untuk ami
Biru unTuk abang
Pink untuk alta
Kuning untuk fayyas.
Awalnya abang kurang bersemangat membantu membikin pohon karena dia masih kecewa buku yang pengen dia baca tidak bisa dia peroleh di perpus kemaren. Namun setelah tau kalo daun di pohon beda-beda warna daunnya disesuai anggota keluarga. Dia pun terlihat mulai ‘ngeh’. Terlebih saat saya mulai pancing dia dengan mengatakan ‘daun siapa nanti yang paling banyak menghiasi pohon literasi?’ . abang dengan semangat langsung acung tangan ‘aku’. (yesss…pancingan saya berhasil).
Buku-buku yang dibacakan untuk anak-anak lebih banyak diwaktu menjelang tidur malam.
Alta minta dibacakan buku berjudul ‘ Lily kecil di Negeri Sepeda’ . Antusias sekali alta mendengarkannya karena dia memang sering meminta dibelikan sepeda beroda tiga.
De fayyas juga dibacakan buku dengan full gambar minim text. Betapa senang saya melihat ekspresi fayyas saat saya menceritakan isi buku sesuai dengan gambar (disembunyikan). Dan yang lebih menantang saya ialah harus menirukan tiap karakter hewan yang ada dibuku tersebut seperti suara kucing, ayam betina yang sedang bertelur (ini yang selalu membuat fayyas terawa), dan burung pelauk.
Berulang-ulang fayyas minta dibacakan jika dia melihat buku ini ada diatas lemari kecil.
Dan saya pribadi membaca buku berjudul : Anak-anak super hebat yang mencengangkan dunia dan membanggakan orangtua.
Sebenarnya buku ini saya inginnya abang daffa yang membacanya. Agar isinya menjadi inspirasi buat dia. Bukan ingin anak saya hebat seperti mereka atau membandingkan. Karena isinya pun bukan hanya kumpulan anak-anak jenius namun juga banyak anak yang membanggakan dengan cara mereka masing-masing.
Abang daffa memang hanya suka membaca buku yang dia pilih atau dia lagi menyukai apa. Dan sebulan ini abang memang lagi mempelajari sebuah proyek cita-citanya yaitu mempelajari membuat sebuah usaha warnet. Jadi bahan- bahan bacaannya lebih banyak dia cari digoogle dengan membaca berbagai blog. Biasanya dia copy paste dan disimpan diflashdisknya sebagai dokumentasi kemudian dia baca berulang-ulang.
Sejak kecil abang daffa memang tidak begiu menyukai membaca meskipun buku bacaan selalu disediakan dirumah. Dia lebih suka apabila saya yang membacakannya. Tipe belajarnya yang kinestetik membuat dia tidak betah berlama-lama duduk untuk membaca apalagi jika bahan bacaan tersebut dia tidak sukai. Beda kalo bahan bacaan itu dia suka dia sanggup berlama-lama malah sampai begadang membacanya.
Jadi pe er saya mencarikan buku panduan untuk membuka usaha yang dia inginkan. Mudahan ada dana lebih bulan ini untuk membeli buku yang diinginkannya di toko buku dan dimampukan untuk mendampingi cita-cita dengan gaya belajar yang dia suka.
Untuk hari ini abang daffa tidak membaca dulu katanya. Sedang Apih masih diluar kota, beliau sangat senang membaca buku. Namun karena masalah sinyal sehingga saya belum bisa beliau sedang baca buku apa disana. Memang sebelum berangkat beliau pinjem buku berjudul Wikileak yang sudah saya rampungkan membacanya.
Yuliana
Banjarmasin, 26 Oktober 2017