Tampilkan postingan dengan label level 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label level 10. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2018

Aliran Rasa Level#10 Yuliana

Aliran rasa Level#10

Grab Your Imagination

Alhamdulillah dan rasa syukur saya ditantangan level10 ini tidak ada halangan berarti. Anak-anak begitu enjoy tiap kali saya membacakan atau menceritakan sebuah dongeng/kisah kepada mereka.


Dari yang cuek, sampai akhirnya selalu minta saya untuk menuntaskan cerita di tengah-tengah adik-adiknya yang kadang rebutan memilih cerita.


Mendongeng adalah sebuah keahlian imjinasi. Rasanya sudah lama saya melupakan arti berimajinasi tersebut. Saya suka cerita fiksi. Saya pun suka membuat cerita fiksi di waktu remaja dulu. Seiring waktu kebisaan yang membuat saya enjoy tersebut tergerus dengan segala aktivitas lainnya.


Saya begitu jatuh cinta saat guru SD saya diakhir sesi mengajar pada jam mau pulang sekolah. Selalu menyempatkan mendongeng. Dan kami selalu terpesona dengan semua cerita-ceritanya. Dan selalu menanti beliau, hari itu mau cerita apa lagi. Rasanya tak ingin pulang sekolah jika ceritanya bersambung.


Dan ingin rasanya anak-anak saya pun selalu menanti saya setiap saat menceritakan kisah-kisah mengasyikkan buat mereka.


Kali ini saya tidak banyak mengarang sendiri dongengnya. Selebihnya saya hanya membacakan ulang apa yang sudah tersedia di tema buku.


Memang ditambah dengan menyelaraskan aktivitas buat Alta dan Fayyas. Sehingga saya harus menyediakan aktivitas yang bisa membuat mereka betah mendengarkan saya mendongeng di waktu siang hari.

Anak-anak sejatinya selalu senang dengan dongeng. Selalu suka berimajinasi. Mereka kaya akan imajinasi. Kita bisa ajak mereka berpetualang bersama menjelajah cerita dan karaktek tiap tokoh dalam cerita kita. Suara-suara juga sangat berpengaruh dalam memancing rasa penasaran dan rasa ingin tahu mereka. Mengenalkan berbagai suara dan memperkaya daya dengar mereka dengan suara tokoh binatang dan bunyi-bunyian disekitar sangatlah baik buat stimulus mereka.


Meski tantangan ini sudah berakhir. Namun tugas mendongeng tetap akan berlanjut. Tiap-tiap malam akan selalu dihiasi dengan cerita-cerita seru yang memperkaya hazanah kosa kata, hazanah imajinasi dan hazanah tema cerita buat mereka.

Selain bercerita, kita juga bisa menanamkan akhlak, karakter yang baik, perilaku yang seharusnya dalam kehidupan dan tentu saja mempererat bonding.


Yuliana,  8 Mei 2018

Sabtu, 05 Mei 2018

Asma Binti Abu Bakar

#Day17
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Alhamdulillah sampai dihari ke 17. Malam tadi kami membaca buku kisah Shahabiyah yaitu kisah Asma binti Abu Bakar.

Kisah ini mengenai seorang anak perempuan yang dengan ikhlas dan sabar selalu mengantarkan makanan ke Ayahnya yaitu Abu Bakar yang sedang menemani Rasulullah bersembunyi di gua.

Alta memilih sendiri cerita ini. Meski cerita tak sampai selesai karena dek Fayyas begitu menyukai gambar yang ada di dalam buku bacaan tersebut yaitu gambar seorang bayi. Sehingga cerita terputus karena harus mengalah pada adiknya.

Karena sudah mengantuk benar. Alta pun tertidur.

Yuliana, 5 Mei 2018

Jumat, 04 Mei 2018

Momo Mencari Tutul

#Day16
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Alhamdulillah sudah hari ke 16. Anak-anak tetap nagih dan selalu mengingatkan akan jadwal bercerita di waktu malam sebelum tidur.

Malam ini kami membaca buku cerita mengenai seekor macam berbulu putih yang merasa dirinya tidak sama dengan macam lainnya yang punya bintik ataupun garis.

Namun ternyata dibalik itu semua, dia adalah seekor singa putih yang memiliki surai, lari tercepat, bisa berenang, dan pendaki yang kuat. Sedang dia tidak menyadari sampai-sampai harus mencari cermin ajaib untuk membuktikannya.

Hikmahnya jadilah diri sendiri. Kita semua diciptakan membawa keunikan kita masing-masing. Jangan takut tidak memiliki teman hanya kita berbeda. Buktikan jika kita percaya diri dan tidak lemah.

Yuliana, 4 Mei 2018

Kamis, 03 Mei 2018

Penyu Istimewa

#Day15
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Alhamdulillah kemaren tepat 2 tahun Fayyas lahir. Tak ada perayaan ataupun celebrasi lainnya. Memang kami tidak membiasakan ke anak-anak untuk mensyukuri hari kelahiran dengan bersenang-senang, pesta atau meniup lilin.

Dan anak-anak bertahap mengerti. Kenapa malah hari ini saya menceritakan mengenai Fayyas bukannya kemaren? Karena hari ini Apih datang. Itu adalah kado terindah buat Fayyas.

Dan seharian kami bersama-sama, bercanda dan bercerita. Cerita hari ini mengenai Penyu Instimewa.

Seorang penyu yang terluka dan terdampar di pinggir pantai. Dia terluka karena sampah plastik yang dibuang manusia ke sungai kemudian mwngarah ke laut.

Fayyas dan Alta mendengarkan dan sesekali pertanyaan Alta mengalir.

Hikmah ceritanya adalah semua makhluk ciptaan Allah adalah istimewa. Kita tak boleh menyakiti mereka baik sengaja ataupun tidak.

Seperti Fayyas yang juga istimewa bagi kami.

Yuliana, 3 Mei 2018

Rabu, 02 Mei 2018

Pinguin Bisa Bernyanyi

#Day14
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination


Hari adalah hari yang melelahkan karena ada acara di rumah. Namun saya tetap berusaha memberikan kegiatan buat Alta. Bahan aktivitasnya memang sudah disiapkan sejak awal tantangan jadi saya tinggal comot aja, yang mana duluan mau dikerjakan.

Dan siang ini, kami akan menempel pinguin. Sayang gambar pinguin yang utuh tidak sempat difoto karean keburu de fayyas dengan rasa penasaran tinggi coba merebutnya karena ingin semua.

Sebenarnya saya sudah mempersiapkan 3 rangkaian bahan untuk menempel si pinguin namun memang selalu ada aja kejutan manis dari anak-anak.

Dan alhamdulillah disela-sela menempel, Alta cerita kalo tadi dia agak malu saat bernyanyi di depan temannya.

Akhirnya saya punya ide untuk menceritakan satu cerita dibuku Dongeng Ajaib cuma dirubah tokoh binatangnya saja.

Dalam cerita tersebut. Ada seekor pinguin yang ingin bisa bernyanyikarena merasa dia sudah cukup umur untuk ikut lomba bernyanyi. Namun dia merasa suaranya tidak bagus.

Kemudian dia teringat dengan burung gelatik yang sangat merdu suaranya. Disanalah dia belajar bagaimana bernyanyi yang baik.

Yang serunya, bukan si burung gelatik yang mengajarkan pinguin bernyanyi namun dia diminta untuk metih suaranya dipadang rumput nan luas.

Awalnya dia bingung dan bertanya, kenapa dia harus berada disini sedang sang guru hanya mengawasinya dari kejauhan di sarangnya.

Namun akhirnya dari rasa kesalnya, si pinguin menemukan bagaimana bisa bernyanyi dan membuat nada.

Jadi hikmahnya. Semua bakat apapun itu sudah ada didalam diri kita. Kita hanya perly menyadarinya, mengasahnya dan mensyukurinya.

Yuliana, 2 Mei 2018

Selasa, 01 Mei 2018

Kancil Menjadi Harimau

#Day13
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Fayyas sellau suka jika mendengar kata harimau. Jika ada gambar harimau, fayyas akan langsung menunjuk. Begitu juga jika saya menirukan suara harimau. Dia akan tertawa.

Dan hari ini karena kaka Alta tidur lebih cepat jadi saya bercerita hanya dengan Fayyas sembari menidurkannya.

Cerita yang dikisahkan berjudul Kancil menjadi harimau.

Meski dia belum faham isi cerita namun melihat dia antusias menanggapi tiap ekspresi dan suara yang saya tirukan sudah mengundang gelak tawanya.

Yuliana, 1 Mei 2018

Senin, 30 April 2018

Berperan Menjadi Singa

#Day12
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination




Ceritanya saat anak-anak lagi makan cemilan coklat yang baru mereka beli dari warung. Kemudian saya pun menggunakan momen ini agar anak-anak mau berbagi. Tentu saja dengan ikhlas bukan karena terpaksa.

Jadi saya pun berpura-pura menjadi seekor singa yang sedang kelaparan dan ingin segera menyantap apa yang mereka pegang.

Saya pun memposisikan tubuh seperti singa dan mengaum-ngaum. Alta dan Fayyas serta anak tetangga langsung kontan tertawa kesenangan karena dibuat seolah lagi bermain. Berkejaran, saling mengoda dengan cakaran, mengendus dan bermanja.

Dengan olah vokal gaya singa dan tubuh saya merangkak. Anak-anak tambah senang. Dan akhirnya maksud saya agar mereka mau berbagi makanan ke saya jadi tidak terkesan dipaksa...hehe (emaknya modus ternyata).

Namun cara ini rupanya mengundang Alta ingin saya selalu berperan dengan berbagai karakter.

Apa ini termasuk berdongeng. Saya tidak tahu. Namun membangun imajinasi dan bermain peran juga dapat melatih daya pikir anak-anak. Mereka diajak menyelami sebuah karakter dan cerita. Tanpa merasa seperti sebuah cerita membosankan.

Yuliana, 30 April 2018




Minggu, 29 April 2018

Main Peran

#Day11
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Awalnya hanya ingin mengerjakan tantangan sampai hari ke 10 saja. Namun malam ini, Alta dan saya tanpa judul yang jelas. Kami bermain peran.

Saya menjadi si Anak dan Alta menjadi uminya. Keren saat ngajak anak berimajinasi bersama. Banyak gaya bahasa yang Alta ucapkan persis seperti yang biasa saya ucapkan ke dia. Dan Alhamdulillah kata-katanya baik semua.

Dari mulai saya berpura-pura pengen ijin main keluar rumah, jadwal tidur siang, jadwal mandi sore dan berpakaian sendiri. Alta juga seperti enjoy saat berpura-pura menjadi umi yang memberi ijin bolwh main asal mainnya dekat rumah saja, harus mandi dengan bersih, harus bisa berpakaian sendiri dan mengingatkan tidur siang.

Alta ingin terus bermain peran seperti tadi. Dan dari main peran tadi secara tidak langsung Alta belajar berbicara dengan bahasa Indonesia dengan baik karena bahasa yang digunakn di rumah adalah bahasa banjar. Dan dari main peran ini pula Alta jadi ingat apa yang harus dia lakukan jika menjadi Anak dan bagaimana peran sorang Ibu.

Yuliana, 29 April 2018

Jumat, 27 April 2018

Sepatu Ajaib

#Day10
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination



Alhamdulillah anak-anak mulai sedikit reda demamnya. Terutama Alta, dia sudah bisa bangun setelah 3 hari tidak bisa bangun sama sekali.

Dan siang ini saya pun memulai kegiatan buat Alta, namun yang ringan aja. Yaitu membikin sepatu. Sepatunya sih dari kertas berwarna dan seutas tali sepatu. Sesuai tema cerita hari ini yaitu SEPATU AJAIB.

Kisah ini memberi pelajaran bahwa harus yakin akan kekuatan sendiri. Tidak perlu bergantung dengan benda apa saja, tidak boleh curang  dan jika kita bersungguh-sungguh maka setiap harapan kita akan terpenuhi.

Yuliana, 28 April 2018

Kantong Bubuk Bintang Ajaib

#Day9
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Sudah 2 hari ini anak-anak sakit, baik Alta dan Fayyas. Mereka demam, flu dan sakit tenggorokan. Jadi kegiatan mendongeng saya ganti dengan membacakan buku cerita saja.

Buku yang dibaca masih dari buku dongeng ajaib. Judulnya KANTONG BUBUK BINTANG AJAIB.

Cerita ini berkisah mengenai seorang tikus tanah yang iri dengan burung merak yang selalu jadi perhatian warga hutan.

Karena begitu ingin menjadi perhatian akhirnya dia meminta bubuk ajaib  pada burung merak dan dipakainya lah.

Akhirnya si tikus menjadi pusat perhatian seperti yang dia inginkan. Namun saking senangnya, dia lupa untuk memperhatikan sekitar dan bahaya yang mengancam jiwanya.

Hikmah dari cerita ini, yaitu jadilah diri sendiri. Tidak perlu meniru orang lain. Dan tak perlu menjadi terkenal karena itu hanya kebahagiaan sesaat.

Yuliana, 27 April 2018

Kamis, 26 April 2018

Halilintar

#Day8
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Tetiba laptop mati, nga bisa dinyalakan layarnya meski lampunya on. Alhamdulillah suami pas ada di rumah jadi setoran 3 hari ini dipinjemin laptop beliau untuk menyelesaikan tugas 10 harinya.

Hari ini Alta meminta diceritakan mengenai gambar yang dia lihat di buku Dongeng Ajaib yang berjudul HALILINTAR.
Pas banget beberapa hari ini hujan dan Alta senang banget mandi hujan. Mau hujannya baru gerimis (dia udah ijin mau maen hujan), atau hujan deras beserta petir-petirnya.

Saya memang tidak mau anak-anak ditakut-takuti dengan petir dan guntur dengan bahasa atau kata-kata tidak benar atau sekedar mitos. Jadinya malah mereka antara takut terus jadi phobia atau malah nga percaya akan ujaran kita.

Jadi cerita ini menceritakan asal muasal terjadinya halilitar. Saya ingin anak-anak melihat penomena alam secara sain, agama dan nalar jadi tidak setengah-setengah apa yang mereka ketahui.

Yuliana, 26 April 2018

Rabu, 25 April 2018

Makanan Terlezat Di Dunia

#day7
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination


Kemaren Apih yang sakit dan butuh perhatian khusus. Hari ini fayyas juga demam dan selalu minta digendong kesana kemari. Namun saya tetap berusaha untuk bercerita dengan anak-anak. Disela-sela keriwehan kedua kesayanganku yang lagi demam, saya selalu sempatkan membaca buku dongeng dan malamnya atau pas suasana mendukung maka saya mulai bercerita.

Malam ini saya bercerita tentang MAKANAN TERLEZAT DI DUNIA.
Tema cerita ini pas banget dengan anak-anak yang sekarang mulai picky eater.

Alta yang tidak mau makan jika lauknya bukan Sepat Siam. Atau abang Daffa yang setiap hari harus ada Tempe orek favoritnya. Dan fayyas yang akan lahap makan jika digorengkan empal jagung.

Hikmah dari cerita ini adalah makanan apapun harus disyukuri. Kenikmatan sebuah makanan bukan pada kemahalan, kebagusan, variasi namun pada rasa bersyukur kita akan apa yang disediakan oleh orangtua kita. Apapun itu pasti sudah yang terbaik buat tubuh kita.

Yuliana, 25 April 2018

Senin, 23 April 2018

Naga Dan Penjual Korek Api

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

NAGA DAN PENJUAL KOREK API

Pagi ini dimulai dengan menggunting print out yang sudah dipersiapkan utnuk mendongeng kali ini. Alta bersemangat sekali menggunting gambar awan, gambar angin, dan gambar lainnya.

Karena tidak punya gambar naga, maka saya memprint out gambar dinosaurus saja.
Melibatkan anak-anak untuk mempersiapkan dongeng lebih seru dari menyenangkan daripada hanya berdongeng saja.

Kali ini juga mendongeng tidak hanya ada Alta tapi juga teman-teman tetangganya diajak juga untuk mendengarkan dongengnya.

Di sebuah hutan nan lebat hiduplah seekor naga merah besar. Naga ini mengeluarkan api dari mulutnya. Naga ini adalah naga yang baik. Dia selalu membantu penduduk desa untuk menyalakan tunggu api. Penduduk desa sangat tebantu dengna keberadaan apinya si naga.

Namun ada satu anak kecil yang tidak menyukai kebaikan naga terseut. Dia merasa naga adalah saingannya karena api nagalah korek apinya tidak laku dijual.

Diapun akhirnya meminta bantuan temannya yang sakti agar membuat si naga tidak bisa menyemburkan api lagi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi oleh si anak. Si anakpun menyanggupi apa saja syarat dari temannya tersebut.

Tiba-tiba, langit menjadi gelap dan selanjutnya turunlah hujan berhari-hari. Suasana menjadi sangat dingin. Dan karena cuaca yang hujan terus membuat naga hanya tinggal di hutan dan kedinginan.
Penduduk desa berinisiatif untuk membuatkan selimut untuk sang naga. Namun si anak yang tidak suka tadi tidak mau melakukannya.
Naga kembali sehat dan terbang kembali ke desa. Namun saat hendak menyemburkan api ternyata yang keluar malah angin.

Naga sedih, diapun kembali ke hutan dan mengurung dirinya disana. Si anak cepat-cepat menuju atas bukit dan mengatakan bahwa dia sudah puas karena sekarng naga tidak bisa lagi menyemburkan api sehingga dagangannya laris.

Setelah mengetahuinya temannya pun menagih janjinya. Si anakpun ingat dan berjanji apapun yang diminta akan dipenuhinya. Dan ternyata temannya tadi meminta si anak untuk menghibur di naga dan mengembalikan agar si naga kembali ceria.

Meski kaget akan syaratnya. Si anak pun akhirnya memenuhi janjinya. Dia mendatangi si naga yang sedang bersedih. Dia sedih bukan karena tidak bisa menyemburkan api, tapi kaena tidak bisa berguna lagi buat penduduk desa.

Kemudian si anak tadi mencari cabe yang banyak an meminta naga uunuk memakannya, upaya ini tidak berhasil, kemudian memakan merica juga tiadak berhasil.
Apa ya yang bisa membaut naga kembali cerita?

Akhirnya si anak menemukan solusi terbaik. Diajaknya naga kembali ke desa. Dan di desa naga itu megnhampiri jemuran penduduk dan meniupkan angin dari mulutnya. Langsung saja baju-baju tersebut kering.

Akhirnya si naga kembali cerita karena dia menrasa berguna buat penduduk desa.

Yuliana, 24 April 2018

Minggu, 22 April 2018

Saputangan Putri Meirina

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

SAPUTANGAN PUTRI MEIRINA

Alhamdulillah hari ke 5 ini ada Apih di rumah. Jadi Apih mendapatkan giliran untuk mendongeng ke anak-anak. Cerita yang mau dibacakan adalah Saputangan Putri Meirina yang ada di halaman pertama di buku Dongeng Ajaib.

Sebenarnya Alta sudah tak sabar menunggu malam, jadi mereka bercerita di depan pintu rumah. Alta dan Fayyas mendengarkan Apih bercerita. Meski tidak menggunakan intonasi, bahasa tubuh atau ekspresi muka. Bocah tetap senang mendengarkan cerita tersebut sampai tuntas.

Makna dari cerita yang dibacakan Apih adalah tidak boleh menumpuk benda yang sebenarnya tidak bermanfaat buat kita. Apalagi jika hanya menjadi pajangan saja.


Yuliana, 23 April 2018

Sabtu, 21 April 2018

Boneka Jari

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination


Sejak kemaren sore, suami terserang demam sepulang kerja diluar kota.

Sehingga fokus saya lebih pada menemani suami yang sakit. Anak-anak saya berikan beberapa boneka jari agar mereka bermain sembari berimajinasi sendiri.

Membaca cerita saya usahakan disela-sela mereka ngumpul bareng.

Alta selalu suka jika saya mempersiapkan sesuatu baik sebagai bahan belajarnya atau sebagai bahan cerita nanti.

Saya liat dia mengajak teman tetangga untuk main peran.

Yuliana, 22 April 2018

Raksasa Penyelemat Desa

#Day3
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Sembari belajar menempel bentuk rumah. Anak-anak didongengkan cerita Raksasa Penyelamat Desa.

Anak-anak terus mengomentari cerita dari gambar yang ada dibuku Dongeng Ajaib.

Yuliana, 21 April 2018


Kamis, 19 April 2018

Buaya Dan Duri

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination

Di tantangan hari ke 2 ini, saya mulai bercerita hasil karangan sendiri. Meski kurang terkonsep dengan baik. Masih spontan. Namun anak-anak suka aja dengarnya. Dan termasuk abang Daffa yang awalnya sempat tidak  mau diajak rebahan di tempat tidur. Berasa sudah besar sehingga dia menganggap cerita saya adalah bohong belaka.
Namun inilah tantangan saya bagaimana membuat abang tertarik dan mendengarkan cerita saya sampai habis tanpa merusak suasana yang saya bangun bersama adik-adiknya.

Cerita berjudul Buaya dan Duri

Di sebuah danau yang tenang airnya. Di tengah hutan nan lebat. Hiduplah sekelompok buaya; mereka satu keluarga. Ada ayah, ibu, kaka, dan adiknya.

Hari itu, sang adik sedang merintih kesakitan.

‘Aduh sakit, gigiku sakit bu’. Kata adik buaya berkeluh kepada ibunya.

‘Ada apa, tadi kamu baik-baik saja. Kan baru selesai makan?’

‘Iya bu, gigiku sakit sekali. Sepertinya gara-gara makanan yang aku makan tadi.’

‘Emang tadi kamu makan apa?, tanya ibu

‘aku tadi makan ikan besar.’
‘Oh. Ikannya keras tidak?’ selidik ibu.

‘Iya keras bu. Aku tidak tahu kalo ikan itu banyak durinya dan durinya keras juga.’

‘Sini, ibu mau liat mulutmu. Buka ya!’  Bujuk ibu

‘Nga mau, sakit bu. Tiap aku buka lebar, pasti sakit.’

‘Adek, kalo tidak mau dibuka. Gimana ibu bisa bantu?’

Setelah beberapa saaat. Adik buayapun mau membuka mulutnya perlahan.

‘Aaaaaa’. Adik membuka mulunya.

‘Oh itu, ibu sudah temukan masalahnya. Tahan sebentar ya, ibu mau ambil.’

‘He eh.’ Adik sambil terus membuka mulutnya.

‘Ini dia,’ tampak ibu memegang seseuatu. Tajam sekali.

‘Apa itu bu?’. Adik bertanya.

‘Ini duri ikan nyangkut disela gigimu. Akibatnya menghalangimu untuk membuka mulut dan akh’irnya sakit.’ Jelas Ibu.

‘Alhamdulillah.’  Adik buaya bersyukur sakitnya sudah hilang.

Nanti-nanti adik harus selalu hati-hati jika memakan ikan yang besar dan memang ada ikan yang dagingnya banyak namun durinya juga banyak.’ Ibu menjelaskan lagi.

‘Baik bu, aku akan mengingatnya’. Janji adik.

Alhamdulillah sesi cerita malam ini didengarkan oleh abang , Alta dan Fayyas sampai selesai. Beberapa kali saya sertakan pertanyaan untuk memancing abang dan Alta juga. Agar mereka tetap bersemangat mendengarkan.

Dan abang tidak sadar kalo dia akhirnya bisa mendengarkan sampai selesai meski awalnya menolak.

Dongeng memang bisa menghipnotis siapa saja apalagi anak-anak. Tidak ada yang bisa menolaknya apalagi dikemas dengan gaya bahasa, bahasa tubuh yang menarik dan intonasi seru.
Kali ini saya tidak menggunakan alta peraga.
Namun semua senang mendengarkannya.

Yuliana, 20 April 2018

Rabu, 18 April 2018

Bebek Suka Antre

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsay
#GrabYourImagination




Bismillahirahmanirahim.  Saya memulai setor tantangan games level 10 kali ini dengan cerita yang saya ciptakan sendiri.
Namun malam sebelumnya saya sudah mempersiapkan alat peraga penunjang agar cerita saya lebih diminati anak-anak.

Sebenarnya saya suka bercerita dengan anak-anak. Saya suka menirukan suara binatang, suara anak kecil dan suara nenek. Memang belum terasah betul. Masih otodidaklah kalo soal teknik suara.
Nah kalo mendongeng. Sebenarnya saya merasa kurang banyak perbehendaraan kosa kata dalam bercerita, kurang imajinatif padahal aslinya saya ini pengkhayal lho. Namun mengenai intonasi suara saya rasa saya sudah menguasai deh. (pede inih) .

Bercerita dan membacakan buku memang sudah jadi kebiasaan sejak anak pertama  lahir. Mengenalkan berbagai cerita menjadi kegiatan menyenangkan buat anak-anak menjelang tidur.
Kadang anak-anak meminta saya tidak melihat dibuku dan menceritakan dengan gaya saya sendiri. Mereka sangat antusias jika mendengar mamanya bersuara.
Karena keseringan minta diulang jadinya suara langsung jadi parau. Ini nih yang saya pengen banget tahu  gimana caranya agak tidak kehabisan suara saat bercerita dengan suara-suara tokoh dalam cerita.

Kembali ke kegiatan yang sudah saya siapkan.
Pagi-pagi sehabis sarapan. Semua yang sudah saya siapkan sejak tadi malam, saya bawa ke halaman depan. Menggelar tiker dan membawa peralatan lainnya penunjang kegiatan.

Pagi ini kami ingin menempel binatang bebek. Binatang ini disusun dari  berbagai bentuk. Jadi selain mengenal warna, anak-anak juga mengenal bentuk. Ada lingkaran, setitiga, setengah lingkaran, dan oval.

Karton dengan berbagai warna sudah digunting. Kenapa sudah digunting karena saya ingin fokus pada bebeknya dan ceritanya. Jika harus menggunting dulu maka anak-anak akan cepat bosan atau malah ditinggal maen yang lain.

Karena konsen mereka singkat jadilah kami hanya menempel kemudian mulailah bercerita.
Hari ini Alta ditemani anak tetangga yang memang sejak kemaren selalu datang di pagi hari. Fayyas juga tak luput ikut diantara kami. Dia juga tak kalah seru. Semua perkakas kegiatan diambil dan dimaenin ala dia. Pokoknya asyik sendirilah.

Setelah si bebek selesai ditempel. Kami pun mulai duduk. Saya memang sudah bilang kalo setelah selesai menempel akan bercerita.
Alta langsung saja kegirangan karena maminya mau cerita.

“Di sore yang cerah, matahari sudah mulai condong ke barat . Angin pun sangatlah tenang. Ada 3 ekor bebek sedang bermain di pinggir sawah. Mereka berenang, menyelam dan berjemur. Mereka  tertawa bersama, cekikikan, kadang saling maen cipratan. Seru sekali. Di sawah itu hanya suara merekalah yang memecah keheningan.

Kemudian  matahari mulai terus tenggelam, suasana mulai senja. Mereka baru tersadar kalo hari sudah mau gelap. Mereka pun mulai keluar dari air dan menuju tepi sawah. Mereka berjalan agak rebutan awalnya. Berjalan bertitian dipinggir sawah.
Rupanya ada satu bebek jatuh. “huh…huhh( bebek itu menagis). Teman yang lain pun mendengar dan menghentikan langkah mereka.

“Kamu kenapa?”,tanya bebek yang lebih besar.

“ Aku jatuh karena keinjak kakiku sendiri.” Ujar bebek yang paling kecil.

“Hati-hati jika berjalan. Jika kita berjalan bergiliran dan antre dengan tertib kita tidak akan terjatuh, terpeleset atau terinjak.” Bebek lainnya ikut bicara.
‘Iya, maafkan aku ya teman-teman. Aku janji akan tertib dan tidak terburu-buru”.

Merekapun menolong temannya tersebut dan membersihkan badannya dari lumpur sawah. Mereka kemudiaan kembali berjalan dengan tertib. Tidak rebutan, tidak saling sikut, dan menghargai yang lainnya.

Akhirnya merekapun tiba di kandangnya dengan selamat.
----------------
Anak-anak begitu senang mendengar cerita tersebut. Dan minta diceritakan lagi yang bertema bebek juga.

Sepanjang bercerita, saya selalu mencoba berinteraksi dengan anak-anak. Melihat antusias mereka berdua menjawab atau menebak kelanjutan ceritanya. Atau bertanya apa yang harus dilakukan pada teman yang jatuh.

Hikmah dari cerita ini, saya ingin anak-anak mengerti mengenai budaya antre dan berbuat baik dengan teman, saling tolong menolong dan pulang tepat waktu jika bermain diluar.

Yuliana, 19 April 2018