Selasa, 31 Oktober 2017

CERITA VERSI KAMI

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMUstChangeFirst

Day 7

Anak-anak sebenarnya musah dianak atau dierkenalkan drngan budaya baca ini. Kami memang sudah mengawali budaya baca sejak Abang masih bayi. Memang cara membacanya yang disesuaikan dengan gaya belajar  abang waktu itu.

Buku-buku abang waktu kecil juga dibacakan lagi kr Alta sewaktu dia masih bayi. Begitu seterusnya.

Karena sudah terbiasa begitu juga pergi ke perpustakaan mrmang selalu kami agendakan saban pekan jadilah anak-anak sangat familiar dengan buku.

Seperti alta, jika kami ke Perpustakaan atau meski dia tidak turut, dia akan request buku yang ingin dia baca.

'Mi, carikan buku yang banyak gambarnya ya.'
Atau
'Carikan aku cerita princess ya.'

Tentu saja buku yang banyak gambarnya dengan sedikit teks. Karena dia masih berusia 4,6 tahun. Saya pun baru mulai mengenalkan huruf abjad, itupun baru huruf A.

Saya memang tidak memaksakan anak saya hapal huruf-huruf tersebut. Saya ingin mereka tertarik membaca dulu. Tertarik dengan buku dan apa yang ada didalamnya.
Secara alami sebenarnya anak-anak apabila kita teratur mengenalkannya dengan huruf  abjad mereka akan tertarik sendiri untuk belajar membaca.
Dan saat itu tiba saya sudah mempersiapkan materi belajarnya.

Buku dengan penuh gambar tentu saja menjadi bahan bacaan untuk alta dan juga fayyas. Menceritakan isi buku yang minim teks benar-benar suatu tantangan tersendiri buat saya dan suami.

Kami biasanya punya versi masing-masing dalam menceritakan. Dan alta biasanya akan mengoreksi jika ceritanya tidak sama dengan cerita awal yang dia dengar.

Dan karena cerita atau buku tersrbut selalu berulang dibaca maka dia pasti hapal dan ingat tiap cerita dibuku tersebut. Kadang saya minta dia yang mengulang atau bercerita pada saya versi dia tentunya.

Seru deh, mendengar alta menceritakan kembali versi dia. Ini adalah bagian melatih kemampuan mendengar dan bicaranya.

Dan saya tidak pernah males untuk menceritakan buku-buku meski harus berkali-kali.

Hari ini abang masih membaca buku 'Internetan, yuk' . Saya pun masih melanjutkan buku 'The Affair'. Alta request  dibacakan buku 'Aku Bisa Sendiri'. Fayyas dibacakan buku 'Diriku seperti Apa Adanya' serta Apih baca buku ' English for Profesional Lawyer'.

Ini versi kami, mana versimu?

Yuliana
Banjarmasin, 01 November 2017


Senin, 30 Oktober 2017

YUK, KITA BACA !

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

Day 6

Alhamdulillah anak-anak di tantangan hari ke 6 ini selalu senang dibacakan buku baik oleh saya, Apihnya atau abang Daffa.

Seperti pagi ini, saya dan Abang Daffa kembali berburu buku-buku di Perpustakaan. Karena adik-adiknya tidak ikut karena lagi bersama Apihnya, abang tampak menikmati momen membacanya di perpustakaan tanpa harus menjaga atau mengawasi adik-adiknya selama disana.

Buku yang diinginkan abang Daffa pun sudah ditemukan dan buku lainnya pun sudah memenuhi tas bawaan kami.

Di Perpustakaan abang sempat mojok asyik baca komik berjudul Walet Merah.
Dan ada 1 buku yang dibawa pulang.

Sesampainya di rumah, adik-adik yang lain langsung meminta dibacakan buku yang barusan dipinjem. Berebut duduk untuk mendengarkan saya atau Apihnya bercerita.

Yuliana
Banjarmasin, 01 November 2017

I WISH SO

#GamesLevel5

#Tantangan10H

#KuliahBunsayIIP

#ForThingtoChangeIMustChangeFirst


Day 5


Membaca memang sebuah tantangan buat kami dikarenakan untuk menyediakan bahan bacaan untuk anak-anak dengan cara membeli, saat inu belum termasuk prioritas sehingga jalan yang bisa kami ambil adalah dengan meminjam buku ke teman atau ke Perpustakaan.


Ke Perpustakaan pun punya tantangan tersendiri. Dikarenakan kami belum memiliki alat transport sendiri sehingga untuk bepergian keluar rumah selalu meminjam dari famili. Padahal anak-anak maunya malah setiap hari pergi ke Perpustakaan.



Mengikuti kelas Bunsay dengan segala tugas dan tantangan tiap bulannya memberikan energi tersendiri buat kami. Membuat kami yang menjalani Homeschooling menjadi punya motivasi berkegiatan bersama selalu.


Buku memang kurang familiar di lingkungan tempat kami tinggal sekarang. Meski saya terlahir dan besar disini. Dan Karena langkanya bahan bacaan di sekitar tempat tinggal kamj, membuat saya termotivasi membuat taman baca seperti yang saya jabarkan di NHW Matrikulasi.


Saya dan suami memang pernah membicarakan soal membuat proposal untuk membikin taman bacaan namun sementara ini kami belum punya tempat untuk menampung dan memajang buku-buku karena kami masih numpang di rumah orangtua.


Saya juga sempat obrolin ke teman saya mengenai hal tersebut. Dan dia menyarankan agar saya mengajukan proposal ke yayasan yanh dimiliki perusahaan tempat dia bekerja.



Semoga cita-cita tersebut segera terlaksana. Memiliki tempat yang bisa diakses anak-anak di lingkungan saya unyuk bisa membaca buku dengan gratis. I hope so. I wish so.


Buku yang kami baca hari ini masih melanjutkan buku sebelumnya.


Yuliana

Banjarmasin, 30 Oktober 2017






Minggu, 29 Oktober 2017

MENCOBA HAL BARU

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

Day 4

Pagi ini seperti biasa kami sarapan bersama. Setelah sarapan, kami ngumpul di ruang tengah. Saya mengeluarkan beberapa karton berwarna dan mulai membentuk motif daun.
Daun-daun yang akan ditempel di pohon literasi memang belum seluruhnya sudah digunting. Jadi saya gelar semua peralatan yang dibutuhkan di lantai.


Alta yang lagi sakit sejak kemaren maghrib, tanpa diminta ikut membantu sampai selesai mengguntingnya. Dia memang paling suka dengan aktivitas menggunting dan memotong.
Abang dan de fayyas sedang asyik membaca buku. Abang tertarik dengan cara saya bercerita dari buku fayyas yang sangat minim text. Improvisasi yang terpenting dalam membacakan buku ke anak usia 0-5 tahun.

Abang pun akhirnya mengamanti buku tersebut dan mencoba membacakan versi dia ke de fayyas. Karena de fayyas memang suka dengan buku tersebut dia tetap mau mendengarkan dan malah ingin merebut buku tersebut dari abang.

Setelah selesai menggunting, saya kembali diminta alta membacakan cerita dari buku fayyas. Emak ternyata disukai kalo bercerita dengan suara-suara binatang, suara anak-anak, suara nenek, suara orang bijak. Semoga bisa mengasah bakat yang satu ini (tapi tenggorokan cepat sakit…belum tau ilmunya seh)

Gunting-gunting selesai, baca buku anak-anak selesai. Kemudian de fayyas mengambil sepatunya dan minta dipasangkan untuk jalan-jalan di halaman. Meski alta sedang lemas rupanya dia mau menemani de fayyas jalan.

Saya tentu saja tetap mengawasi sambil duduk diteras. Dan tak lupa bawa buku buat dibaca. Bacaan hari ini novel berbahasa inggris karya Lee Child berjudul The Affair bergenre thriller. Alhamdulillah saya bisa sampai part 3 membacanya.

Sebenarnya tidak semua saya tahu arti bahasa inggrisnya (hehe..minim kosakata nih). Saya ingin melatih lidah dan pendengaran agar familiar lagi dengan bahasa inggris yang sudah lama banget saya tinggalkan. Dan membaca novelnya pun harus bersuara agar saya terbiasa dengan kosa kata baru yang ada di novel tersebut.

Dan Apih, hari ini masih menyelesaikan buku yang dibaca kemaren di Bab 2  poin ke 2 , ‘Tugas dan wewenang penyidik menurut UU No, 8  tahun 1981 hal 20-30.

Semoga kebiasaan ini akan terus menjadi biasa. Anak-anak akan cinta dengan buku dan menghargai buku-buku tersebut sebagai benda berharga.

Dan esok anak-anak mengajak ke perpus lagi. ‘OK, deh, Emak siap!’.

Yuliana
Banjarmasin, 29 Oktober 2017

Sabtu, 28 Oktober 2017

POHON WARNA WARNI

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst


Tantangan hari ke 3

Qadarullah hari ini kesehatan anak-anak sedikit terganggu, abang Daffa memang sejak kemaren mengeluhkan bengkak dikantung mata kirinya dan hari ini semakin membesar. Alta pun tetiba muntah setelah dari subuh agak lesu. Sedang Fayyas juga terkena batuk dan flu.


Namun tidak mengurangi keinginan baca mereka. Pagi tadi alta tetap memaksa ikut untuk mengambil  buku-buku dari seorang teman yang mau meminjamkan. Alhamdulillah menambah referensi bacaan saya.


Setelah makan siang, saya sengaja taroh buku di ruang tengah, berharap anak-anak akan mengambil buku yang pengen mereka baca hari ini. Yang paling antusias memilih buku adalah de Fayyas. Dengan semangat dia membolak balik lembar buku tersebut.
Kemudian alta pun meminta dibacakan lanjutan cerita di Buku Cerita Binatang 5 Benua. Fayyas juga ikut mendengarkan sambil keduanya duduk dipangkuan saya.


Sedang abang daffa tertarik dengan salah satu buku yang baru saya pinjem dari teman. Buku ' Ninja Assassin Sudoku'. Abang penasaran dengan puzzle ala jepang yanng terdapat dibuku berbahasa Inggris tersebut.

Akhirnya selesai sesi baca buku, anak-anak pun minta diayun satu persatu. Alhamdulillah Alta dan Fayyas pun bobo siang meski cuaca sangat panas diluar dan kipas angin tak berpengaruh banyak untuk menyejukkan ruangan.

Dan saya sendiri masih melanjutkan buku kemaren Bab Anak-anak Berhati Mulia (sampai tak terasa mata saya berair karena terharu- emang melankolis aslinya..). Dengan keriwehan mendampingi 3 bocah Homeschooling. Tentu waktu dan perhatian saya banyak untuk mereka.

Dan untuk saya pribadi menyediakan waktu untuk baca buku selalu disempatkan. Kalo malam jelas saya tidak bisa karena malam hari waktunya saya belajar.


Membaca buku hanya bisa disiang hari karena pencahayaan yang maksimal serta saat anak-anak bobo siang.. Dapet 2-5 lembar lumayan lah.


Yuliana
Banjarmasin, 28 Oktober 2017

Kamis, 26 Oktober 2017

5 WARNA KOMPLIT

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KuliahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

Tantangan hari ke 2

Alhamdulillah hari ini semua disibukkan dengan buku. Meski jarak memisahkan kami. bersyukur pagi ini ada sinyal dari Apih sehingga Apih bisa melaporkan buku apa yang beliau baca disana.


Karena pekerjaannya seputar hukum jadi bacaan beliau hari ini pun seputar hukum. Buku yang beliau baca berjudul Penyidikan, Penahanan, Prnuntutan dan Pra Peradilan dalam Toeri dan Praktek Bab II.

Apih memang doyan baca sejak menikah. Namun sayangnya waktu yang beliau khususkan membaca adalah antara jam 1-3 subuh, sehingga anak-anak jarang melihat langsung Apihnya membaca. cuma mrmang tau kalo apihnya selalu maennya kalo nga ke perpustakaan pasti ke Toko Buku dan pulangnya sudah pasti bawa buku.



Alta dan Fayyas masih melanjutkan buku Cerita Binatang 5 Benua. Kami mrmang tidak memgkhususkan ada waktu tertentu untuk membaca. Buku-buku tersebut biasanya saya letakkan ditempat yang mudah mereka raih dan liat. jadi tiap kali mereka liat merek akan minta dibacakan. dan saya harus selalu siap untuk membacakannya. kapanpun. meski harus berkali-kali dan berulang-ulang.


Sedangkan abang Daffa hari ini tertarik lagi meneruskan bacaannya yang pernah tertunda yaitu Buku Dunia Tanpa Sekolah Bab 4.


Dan saya masih melanjutkan buku 'Anak-Anak Super Hebat yang Mencrngangkan Dunia dan Membanggakan Orangtua Bab Anak-Anak Inspiratif.

Alhamdulillah pohon literasi kami hari ini lengkap 5 warna daunnya ditempel.

Yuliana
Banjarmasin, 27 Oktober 2017



Rabu, 25 Oktober 2017

SIAPA YANG DAUNNYA PALING BANYAK?

#GamesLevel5
#Tantangan10H
#KukiahBunsayIIP
#ForThingtoChangeIMustChangeFirst

Day 1


Bismilillahhirahmanirahim.....setelah liburan cawu kelas bunsay, akhirnya hari ini dimulai lagi tantangan hari pertama games level 5.



Sebelum memulai tantangan, anak-anak dikondisikan dengan diajak ngobrol mengenai apa yang akan kami lakukan 10-17 hari kedepan.


Tantangan kali ini memang sudah biasa kami lakukan sebelum-sebelumnya yaitu membaca buku. Tujuan mengenalkan budaya membaca agar anak-anak mengenal diri mereka sendiri dan akhirnya mengenal Sang Khalik penciptanya dengan mempelajari dari apa yang mereka baca. Yang membuat beda adalah pohon literasi. Pohon yang daun-daunnya berisi judul atau bab dari buku yang sedang dibaca dihari tersebut.


Sungguh sangat memotivasi saya yang suka baca namun keseringan jarang menuntaskan isi buku. Apalagi kalo liat tebalnya buku tersebut (jangan ditiru ya mak…hehe).


Kami memulai tantangan kali ini dengan pergi ke perpustakaan. Kenapa harus ke perpustakaan? Karena anak-anak sangat menyukai destinasi ini selain tempatnya nyaman, disana juga terdapat permainan yang bisa dimainkan bersama.


Setelah kegiatan domesik dan de fayyas bangun dari bobonya, jam 11.00 wita kami meluncur ke Perpustakaan. Sesampainya disana. Alta langsung memilih 2 buku yang ingin dia pinjam sebelum dia disibukkan dengan aktivitas lainnya. Memang anak-anak sudah diberitahu sejak di rumah untuk mencari buku dulu sebelum main atau bermain dengan teman baru disana (jika ada).


Ada 2 buku untuk alta, 1 buku untuk fayyas sudah didapat. Namun alta rupanya sudah tidak sabar minta dibacakan disana juga. Jadilah buku berjudul ‘ Lily kecil di Negeri bunga’ dibaca disana. Jadinya buku tersebut harus diganti dengan buku lain yang belum dibaca untuk dipinjem bawa pulang.


Abang pun meminta untuk ditemani mencari buku ke lantai 3. Lantai 3 memang khusus untuk umum. Dan buku dengan katagori komputer ada disana. Terpaksa saya meninggalkan alta untuk menjaga dan menemani de fayyas sementara saya dan abang pergi ke lantai 3. Untungnya pengunjung saat itu hanya kami dibagian anak. Dan petugas perpusakaan pun lengkap ada disana. Makasih para petugas karena sudah memberi rasa aman pada kami. 


Menuju lantai 3 kami harus keluar perpustakaan anak ini. Sedikit berjalan kaki mengitari halaman perpustakaan dan menaiki beberapa anak tangga. Tibalah kami dilantai 3. Sayangnya pas kami menaiki anak tangga, listrik pun padam. Jadinya komputer katalognya tidak bisa digunakan. 


Setelah bertanya ke petugas, dimana letak rak khusus katagori komputer. Kami diarahkan ke bagian rak depan dekat jendela kaca. Setelah bolak balik sepanjang rak, menyusuri tiap judul buku, akhirnya…kami tidak menemukan buku yang diinginkan abang Daffa. Abang daffa memang lagi mempelajari mengenai bagaimana cara membuka usaha warnet. Memang dia sudah banyak referensi di berbagai blog mengenai hal tersebu. Namun lebih baik jika ada buku yang menjelaskan secara rinci perihal usaha tersebut. Dengan wajah kecewa abang buru-buru mengajak saya turun kembali ke lantai dasar. 


Setelah puas maen dan 4 buku sudah dipilih. Dan abang tidak memilih satupun buku yang ada disana. Kami menuju counter peminjaman dan pulang. Di tengah jalan kami sempatkan mampir untuk membeli perlengkapan membikin pohon literasi sepetri karton hitam, karton putih dan kertas berwarna-warni.


Sorenya saya dibantu alta mulai membikin pohon literasinya. Memang tidak bisa langsung selesai karena ada acara berebut perhatian sehingga terpaksa dibubarkan sambil menunggu kondisi memungkinkan.


Pagi tadi kami mulai melanjutkan pengeleman pohon ke karton putih, membuat bingkai dan menempel di dinding. Kami sepakat mengenai pilihan warna daun untuk masing-masing anggota keluarga.

Merah untuk apih

Hijau untuk ami

Biru unTuk abang

Pink untuk alta

Kuning untuk fayyas.


Awalnya abang kurang bersemangat membantu membikin pohon karena dia masih kecewa buku yang pengen dia baca tidak bisa dia peroleh di perpus kemaren. Namun setelah tau kalo daun di pohon beda-beda warna daunnya disesuai anggota keluarga. Dia pun terlihat mulai ‘ngeh’. Terlebih saat saya mulai pancing dia dengan mengatakan ‘daun siapa nanti yang paling banyak menghiasi pohon literasi?’ . abang dengan semangat langsung acung tangan ‘aku’. (yesss…pancingan saya berhasil).


Buku-buku yang dibacakan untuk anak-anak lebih banyak diwaktu menjelang tidur malam. 

Alta minta dibacakan buku berjudul ‘ Lily kecil di Negeri Sepeda’ . Antusias sekali alta mendengarkannya karena dia memang sering meminta dibelikan sepeda beroda tiga.


De fayyas juga dibacakan buku dengan full gambar minim text. Betapa senang saya melihat ekspresi fayyas saat saya menceritakan isi buku sesuai dengan gambar (disembunyikan). Dan yang lebih menantang saya ialah harus menirukan tiap karakter hewan yang ada dibuku tersebut seperti suara kucing, ayam betina yang sedang bertelur (ini yang selalu membuat fayyas terawa), dan burung pelauk.

Berulang-ulang fayyas minta dibacakan jika dia melihat buku ini ada diatas lemari kecil. 


Dan saya pribadi membaca buku berjudul : Anak-anak super hebat yang mencengangkan dunia dan membanggakan orangtua. 

Sebenarnya buku ini saya inginnya abang daffa yang membacanya. Agar isinya menjadi inspirasi buat dia. Bukan ingin anak saya hebat seperti mereka atau membandingkan. Karena isinya pun bukan hanya kumpulan anak-anak jenius namun juga banyak anak yang membanggakan dengan cara mereka masing-masing.


Abang daffa memang hanya suka membaca buku yang dia pilih atau dia lagi menyukai apa. Dan sebulan ini abang memang lagi mempelajari sebuah proyek cita-citanya yaitu mempelajari membuat sebuah usaha warnet. Jadi bahan- bahan bacaannya lebih banyak dia cari digoogle dengan membaca berbagai blog. Biasanya dia copy paste dan disimpan diflashdisknya sebagai dokumentasi kemudian dia baca berulang-ulang.


Sejak kecil abang daffa memang tidak begiu menyukai membaca meskipun buku bacaan selalu disediakan dirumah. Dia lebih suka apabila saya yang membacakannya. Tipe belajarnya yang kinestetik membuat dia tidak betah berlama-lama duduk untuk membaca apalagi jika bahan bacaan tersebut dia tidak sukai. Beda kalo bahan bacaan itu dia suka dia sanggup berlama-lama malah sampai begadang membacanya.

Jadi pe er saya mencarikan buku panduan untuk membuka usaha yang dia inginkan. Mudahan ada dana lebih bulan ini untuk membeli buku yang diinginkannya di toko buku dan dimampukan untuk mendampingi cita-cita dengan gaya belajar yang dia suka.

Untuk hari ini abang daffa tidak membaca dulu katanya. Sedang Apih masih diluar kota, beliau sangat senang membaca buku. Namun karena masalah sinyal sehingga saya belum bisa beliau sedang baca buku apa disana. Memang sebelum berangkat beliau pinjem buku berjudul Wikileak yang sudah saya rampungkan membacanya.



Yuliana

Banjarmasin, 26 Oktober 2017