Selasa, 01 Agustus 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian

#Aliranrasa
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak


Mengurus 3 orang anak dengan kondisi LDM, kadang saya dihadapkan dengan banyak tantangan yang membuat saya harus selalu dalam kondisi waras. 3 bocah yang semuanya tidak bersekolah, membuat saya harus selalu membersamai mereka baik dalam hal belajar ataupun memonitor perkembangan fisik, psikomotorik, kognitif, ibadah,  dan emosi mereka.



Suami yang datangnya tak tentu membuat jadwal kami kadang bisa menjadi sangat fleksibel. Tapi kami berusaha sebagai orangtua berdiskusi untuk perkembangan mereka semua. Saling mendukung satu sama lainnya. Memang tidak mudah awalnya. Tapi dengan terus memberikan contoh dan melibatkan suami dalam keseharian kami. Akhirnya beliau mau berkontribusi  dan mulai mau terlibat.



Hampir semua aspek dalam keseharian kami adalah proses belajar bagi kami berlima. Kadang anak-anak rewel, bertengkar, beda pendapat, saling ledek, dan kadang tidak mematuhi aturan yang kami sepakati.  Tapi mereka juga sering bercanda bersama, saling menolong, saling menjaga, saling peluk dan saling menyayangi, memberikan prestasi yang baik dalam hal ibadah, dalam adab dan tentunya mereka sangat sayang kami sebagai orangtuanya.



Saya bersyukur mereka ada dalam kehidupan saya.



Seperti latihan-latihan kemandirian yang telah saya latihkan ditantangan 10 hari ini. Sangat membantu saya untuk tetap dijalur yang benar. Tetap terjaga dimana batas maksimal yang saya ingin capai. Karena kadang saya ingin semuanya serba cepat, serba terburu-buru dan terlalu banyak jadwal untuk anak-anak.

Tapi disini dilatihan ini saya dibimbing untuk bisa tetap berlatih sesuai kemampuan saya dan kemampuan anak-anak. Tanpa mencederai kewarasan saya, tanpa mencederai fitrah belajar dan fitrah perkembangan mereka.



Mereka belajar, sayapun belajar.



Yuliana
Banjarmasin, 01 Aguatus 2017

Sabtu, 29 Juli 2017

Day 17 Melatih Kemandirian

#Day17
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari




                   Belajar Bersama


Seperti 2 hari yang lalu, pagi ini abang Daffa membuka laptop dan mulai belajar komputer. Namun kali  ini saya tidak bisa mendampingi belajarnya karena pekerjaan dapur belum selesai. Namun abang Daffa sudah tau apa yang akan dipelajarinya.

Beberapa hari kemaren, dia mulai praktek latihan soal yang ada dimodul  kursus komputer saya yang sudah lama tersimpan dilemari.

Modul  tersebut saya gunakan di tahun 2004. Tapi saya selalu menyimpannya dengan rapi karena buku itu adalah buku kumpulan pelajaran pokok tentang windows. Meski metode di dalam modul tersebut sudah jadul karena waktu 2004 kan komputer belum secanggih sekarang jadi ada beberapa penyesuaian yang harus kami lakukan dengan materi didalamnya. Tapi modul itu tetap berguna. Terutama soal-soal latihan di dalamnya.

Memang saya sudah menyusun modul buat belajarnya yang sesuai dengan program sekarang agar dia lebih paham isi materinya. Tapi belum sempat ke tempat print-an…hehe

Melihat abang belajar dengan mandiri tanpa saya minta lagi, saya sangat senang.  Mungkin karena pelajaran yang dipelajarinya ini berkaitan dengan mempertajam pengetahuannya tentang komputer secara lebih jauh lagi. Jadi dia enjoy-enjoy aja.

Memang ada projek yang dia kerjakan. Katanya sih apa yang dia bikin sudah berjumlah 150 halaman. Dan pengetahuan baru yang dipelajarinya dimodul langsung diaplikasikannya ke naskah yang dia bikin tersebut.  Dia pun mengedit dan memberikan efek pada naskah yang dikerjakannya. Seperti memberi nomer halaman, membuat footer, membuat watermark, memberi border pada naskahnya, dan lain-lain.

Terus hari ini juga abang bilang setelah sepupunya pulang sekolah, dia dan sepupunya mau belajar bahasa inggris bareng. Sepupunya usia 10 tahun.

Kemaren sempat diskusi, materi yang bagaimana yang ingin diperlajarinya lebih dulu : grammer kah atau kosa kata?
Abang menjawab, kosa kata dulu. Karena dia butuh mentranslate kata-kata yang ada dikomputer, di game dan kosa kata sehari-hari.

Saya pun mensetujui dan mulai mengoprek materi bahasa inggris yang memang saya kumpulin sejak lama. Dan selalu berharap suatu hari bakal bisa dipelajari oleh anak-anak.

Sudah  sejak dulu saya pengen anak-anak terutama abang Daffa mempelajari bahasa inggris ini tapi rupanya hati dan pikirannya baru mau sekarang.
Saya begitu menyukai bahasa inggris makanya saya pengen anak-anak juga bisa berbahasa inggris dan menyukai bahasa tersebut.
Karena bahasa itu pulalah yang membuat saya pernah (2001-2004) bekerja di sebuah hotel  internasional  di kota saya dan bertemu dengan native speaker setiap hari.

Namun saya sadar, belajar apapun tidak bisa dipaksakan. Belajar itu harus dari niat dan minat dulu baru apapun pelajarannya pasti gampang diserap dengan baik.

Dan hari ini pun datang. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Mumpung dia sudah punya kemauan. Selebihnya tinggal mengatur mood dan konsistensinya saja.

…..

  MEMBERESKAN MAKAN DAN MAINAN

Pagi ini, saya memperhatikan Alta yang lagi makan buras (sejenis beras yang dibungkus daun pisang ) yang diberi kuah/saos kacang. Baru beberapa saat dia makan, kuah kacangnya tumpah di lantai. Kemudian dia dengan sigap mengambil kain pel dan mengepel lantai dengan sangat telaten dan bersih.

Saya hanya memperhatikan saja tanpa bicara ataupun menyuruhnya. Saya mau liat seberapa mandirinya putri saya ini.
Alhamdulillah setelah selesai, saya pun baru memujinya dengan memberikan 2 jempol kepadanya. Dia pun tersenyum sumringah dan melanjutkan makannya.

Kemudian temannya datang untuk maen bersama. Mereka maen kemping-kempingan, menyusun bantal-bantal dan selimut dilantai dan main pura-puraan. Tampak mereka sangat menikmati permainan mereka. Sambil makan kue dan lain-lain. Tentu saja remah-remahnya banyak berhamburan diantara bantal-bantal tersebut.

Lagi-lagi saya tidak berkata apa-apa hanya memperhatikan dengan muka datar. Kemudian tetiba abang Daffa datang dan mengajak maen ke sebelah rumah. Dan ternyata alta berkata kepada temannya marsha. Bahwa mereka harus membereskan dulu semua banta-bantal itu baru pergi kesebelah rumah..

Alhamdulillah lagi-lagi tanpa campur tangan saya dan mempercayakan mereka bisa bertanggungjawab akan mainannya sendiri. Ternyata mereka lebih terlihat mandirinya.

Yuliana
Banjarmasin, 29 Juli 2017

Kamis, 27 Juli 2017

Day 13 Melatih Kemandirian

#Day13
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari



“Maafkan aku karena aku tidak mandi, ami …”



Yah….. kesibukan saya dan abang Daffa yang harus bolak balik mendaftar TPA dan PKBM yang akhirnya mendaftar ke PKBM nya pun dipending sampai waktu yang tidak bisa kami pastikan.
Membuat saya tidak fokus dalam melatih Alta lagi. Hampir semingguan ini fokus saya sepenuhnya ke urusan abang Daffa. Sehingga Alta tidak begitu terperhatikan.
Alta dari pagi sudah langsung maen dengan sepupunya di rumah sepupunya. Dia kadang ikut saya tapi hari ini dia nga saya ajak dan dia mau.
Memang beberapa kali saya ingatkan dia untuk mandi tapi karena saya kurang tegas dalam meminta dia melakukan apa yang saya pinta sehingga diapun menolak dengan berbagai cara. Dan karena saya memang sedang terburu-buru serta perhatian saya terfokus ke urusan abangnya jadilah agenda mandi Alta tidak terpenuhi hari ini (falce celebration).

Sampai saya pulang di sore hari dia masih belum mandi. Memang bajunya sudah diganti tapi dia belum mandi.  Baru setelah maghrib dia mau mandi.

Sewaktu dia sudah rebahan ditempat tidurnya. Alta mendekati saya yang baru selesai menyusui dek fayyas. Dan tiba-tiba saja dia berkata,
Alta : “ami, maafkan aku karena hari ini aku tidak mandi. Maafkan aku ami!”

Saya terenyuh saat dia mengatakan itu dengan tulus dan bersungguh-sungguh. Saya pun peluk dia, cium dia dan meminta maaf kalo hari ini saya tidak memperhatikannya karena disibukkan oleh pendaftaran abangnya.
Alta pu membalas ciuman saya serta memeluk saya dan mengucapkan bahwa dia sangat sayang saya.

Diberi amanah dengan 3 anak adalah hal yang luar biasa buat saya. Apalagi saat dalam pengasuhannya saya lebih banyak sendiri dibanding dibantu suami. Jarak dan waktu membuat kami tidak bisa selalu berbagi dalam pengasuhan anak-anak.

Sebenarnya anak-anak dari dulu sebelum kami kembali pindah ke Banjarmasin. Mereka sudah terbiasa melakukan apa saja sendiri.  Saya selalu mempercayai anak-anak dalam melakukan aktivitas dan dalam mengambil keputusan sekecil apapun.

Apa karena lingkungan dan kebiasaan di keluraga besar di rumah ini membuat mereka secara perlahan-lahan terpengaruh. Semoga saya masih selalu bisa membuat mereka ke arah yang terbaik.



Yuliana
Banjarmasin, 25 Juli 2017

Day 16 Melatih Kemandirian

#Day16
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari

        

         MENYUSUN MATERI BELAJAR
                    ( BIKIN MODUL )

Kali ini saya yang akan melatih kemandirian saya pribadi. Saya menantang diri saya untuk menyelesaikan resume modul komputer yang akan saya ajarkan ke abang Daffa dalam 2 hari. Karena abang Daffa sudah mendiskusikan dan memutuskan ada  3 poin ilmu yang ingin dikuasainya secara serius.

1. Komputer
2. Bahasa Inggris
3. Membuat games

Sebenarnya komputer dan membuat games memang kerap kali dia kerjakan. Dia sudah menguasai komputer sebelum dia masuk TK. Saya memang selalu mengajarkan komputer secara pribadi kepadanya. Sampai akhirnya dia tertarik dengan dunia perkomputeran.

Secara otodidak dia juga sudah menguasai windows seperti word dan power point, menggambar melalui paint, dan juga suka banget dengan design grafis. Bahkan dia sudah belajar secara otodidak cara membuat games sederhana melalui power point.

Namun buat saya, Daffa juga harus memiliki pengetahuan secara terperinci tentang windows secara menyeluruh sebelum dia mencari tutor diluar sana.

Dan mengenai bahasa Inggris. Sebenarnya bahasa ini sangat dia tidak sukai. Namun dia mau memperlajarinya karena di dunia per-game-an semua games menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya.

Berawal dari dia suka mengunduh video tutorial games di youtube. Dari video–video tersebut hampir semua games yang dia suka tidak ada translate bahasa indonesianya. Sehingga buatnya sulit untuk meraba-raba perintah yang diberikan.

Abang daffa memang tidak maen games dilaptop atau dihandphone karena dia memang tidak punya dan saya pribadi belum mau memberikannya gadget tersebut. Namun dia sering melihat sepupunya maen ipad dan dia sebagai advisor gamesnya.

Memang dia berangan-angan pengen punya kelas belajar games atau paling tidak dia bisa bikin video cara maen games seperti yang ditontonnya. Atau bisa bikin games sendiri secara profesional.

Tapi saya mensyaratkan 2 hal ke dia mengenai games, apabila dia masih mau dengan dunai per-game-an;

1. Gamesnya harus sesuai syariat
2. Gamenya harus mendidik

Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar, dia bisa sendiri mencari jawaban bagaimana 2 hal itu bisa diaplikasikan pada kegemarannya tersebut karena usia kini sudah 12 tahun.

Jadi tugas saya sebagai fasilitator anak homeschooling, dari pagi tadi setelah urusan dapur beres, sambil mengayun fayyas saya mulai buka laptop dan meresume dari beberapa modul dan buku.

Memang tidak bisa selalu on laptop, saya juga harus membagi waktu dengan menyusui fayyas, menyiapkan makannya, mengganti popok beberapa kali karena pup (maaf) , kadang alta datang dengan berbagai cerita dan juga tangisan setelah maen di luar rumah atau maen dengan abangnya dan sepupu-sepupunya.

Abang Daffa juga punya andil hari ini, dia sangat membantu saya agar bisa menyelesaikan resume-an modul ini. Dia juga yang menemani Fayyas maen, ngajak maen keluar rumah, ke kamarnya, dan menyuapi juga

Ditemani segelas capucino tadi siang dan efeknya masih sampai malam ini. Saya pun melanjutkan me-resume modul setelah makan malam, memastikan anak-anak sikat gigi, menemani  anak-anak tidur , setelah itu keluar rumah untuk buang sampah ke TPS.

Akhirnya sebelum jam 23.00 saya sudah menyelesaikan resume modul plus sudah diedit pula.


Yuliana
Banjarmasin, 28 Juli 2017

Day 15 Melatih Kemandirian

#Day15
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari

   

     Membaca buku ( tantangan 50 hari)


Hanya 19 hari kami menjalani tantangan membaca buku (secara fisik buku) yang kami buat sebelum adanya tantangan melatih kemandirian ini.

Tantangan membaca buku sebenarnya bukan saja untuk abang daffa tapi juga buat Alta dan saya pribadi.
Meminjam buku di perpustakaan kami hentikan sementara waktu karena kegiatan Daffa yang akan masuk TPA sehingga saya tidak bisa lagi untuk pergi ke perpustakaan.
Dikarenakan saya tidak bisa terlalu sering keluar rumah mengajak ke 3 bocah apalagi de fayyas yang akan sangat menyita kesehatannya apabila terlalu sering diajak keluar di cuaca yang cukup terik di Banjarmasin.

Namun kami akan tetap berusaha mencari celah dimana waktu dan cuaca sangat mendukung untuk pergi meminjam ke perpustakaan lagi.

Ada kejadian unik hari ini, mungkin karena sudah terbiasa membaca buku sambil mengayun dek fayyas, saya merasa seperti hampa karena tidak ada bahan bacaan. Membaca di sosmed tidak semenarik dengan membaca buku langsung.
Dan ternyata malamnya, Alta pun mengeluhkan hal yang sama, bahwa dia pengen kami tetap punya buku untuk dibaca sebelum tidur.

Jadilah untuk mengisi kekosongan bacaan, dia minta saya bercerita apa saja sebelum dia tidur.


Yuliana
Banjarmsn, 27 Juli 2017

Day 14 Melatih Kemandirian

#Day14
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari

                    Menulis diary

Tantangan melatih kemandirian untuk abang daffa salah satunya adalah menulis diary. Dan kegiatan ini hanya dia kerjakan selama 4 hari saja dari 10 hari yang ditugasi.

Menulis memang adalah bagian yang tidak disukai oleh Daffa. Sehingga berbagai macam cara saya coba untuk melatih kebiasaan ini. Meski sudah disediakan dan dibolehkan untuk menuliskan cerita-ceritanya di laptop saya. Tetap aja di selalu tidak punya waktu untuk melakukannya.

Dia memang lebih suka menceritakan apa saja dalam bentuk narasi. Apa saja dia ceritakan. Tapi apabila cerita yang dia utarakan ke saya itu saya minta untuk menuliskannya, dia akan langsung berubah 180 derajat. Langsung pasang muka kecut dan diam. Atau juga pergi menjauh.
Apalagi kalo diminta untuk menulisnya di sebuah buku atau catatan. Akan tambah parah lagi reaksi yang dia berikan.

Sejak kami memutuskan homeschooling 3 tahun yang lalu kemampuan menulis tangannya sangat jarang dilatih. Sehingga tulisan tangannya masih saja sama seperti 3 tahun yang lalu.
Selain melatih dia menulis, saya juga ingin melatih literasinya. Dengan sering-sering menuliskan kejadian yang dia lewati besama teman-temannya pada hari itu dalam bentuk tulisan. Dan tentu saja memfasilitasi membacanya dengan meminjam buku ke perpustakaan. Karena untuk membeli buku. Sementara ini kami belum mampu.

Dan tantangan ini menurut saya falce celebration untuk tantangan melatih kemandirian.

Yuliana
Banjarmasin, 26 Juli 2017

Day 12 Melatih Kemandirian

#Day12
#Level2
#BunsayIIP
#Melatihkemandirian
#Tantangan10hari


                       KE  PKBM

Sejak hari  Jumat kemaren, saya disibukkan dengan mencari PKBM yang bisa menyelenggarakan ujian paket A untuk abang Daffa.
Sebenarnya sebelum itu saya memang hunting di internet tentang pkbm yang dimaksud. Setelah menemukan, saya coba mendatangi lokasi dan mencari lokasi pkbm inilah saya tetap harus mengajak serta ke 3 bocah. Mereka tetap ikut kemanapun saya pergi. Memang dirumah banyak aja yang akan menjaga anak-anak tapi buat saya, pengalaman seperti ini akan menambah pengalaman mereka pula.

Dengan motor, saya membonceng ke 3 bocah dan menjelajahi jalan-jalan yang lumayan jauh dengan cuaca siang yang cukup terik. Anak-anak memang selalu enjoy jika diajak jalan-jalan naik motor. Melihat lingkungan baru, tempat baru dan orang-orang baru.

PKBM yang kami datangi berada di sebuah gang yang cukup sempit. Tapi  lingkungannya cukup  bersih. Bangunannya sederhana. Pkbm ini dipagi hari adalah tempat anak-anak PAUD bersekolah. Sedang siangnya untuk para peserta paket yang belajar.

Dari info yang kami dapatkan dari salah satu guru PAUD disana. Abang Daffa bisa aja mulai masuk senin ini. Setelah melampirkan administrasinya. Namun ada yang kurang sreg saat bertanya mengenai jadwal belajarnya. yang ternyata berbarengan dengan jadwal TPA yang juga mau didaftar oleh abang.

Setelah pulang dari sana dengan membawa formulir. Saya terus memikirkan hal ini. Saya menimang-nimang dan berdiskusi via videocall dengan suami perihal jadwal belajar disana.

Memang sebelumnya saya juga sudah memberikan keterangan kepada TPA bahwa Daffa akan mengikuti kegiatan belajar untuk ikut ujian paket pada hari yang sama dengan jadwal mengajinya. Dan kemungkinan akan sering bentrok dan telat. Panitia mesjid memaklumi dan membolehkan ketelatan apabila itu nanti terjadi.

Namun setelah saya menanyakan ulang ke PKBM perihal jadwal belajarnya secara detail. Ternyata mereka beljarnya itu 3x seminggu dengan durasi belajar 1-2 jam yang dibagi 2 sesi. Otomatis pulang dari PKBM jam 5 sore dan absensi sangat penting untuk bisa diikutkan ujian tahun depan. Sehingga  jelas tidak bisa dan akan sangat telat masuk di TPA. Sedang perjalanan dari PKBM ke mesjid tempat TPA berada cukup jauh sekitar 3,8 km meski sudah nemu jalan pintas tercepat tetap aja akan tidak enak kalo selalu telat.

Akhirnya setelah menimbang baik urgent or bisa nanti, kami pun mengambil keputusan bahwa abang Daffa hanya akan mengikuti mengaji di TPA saja.
Perimbangan ini diambil karena usia abang Daffa itu sebenarnya sudah agak telat untuk memulai mengaji lagi setelah setahun ini dia susah sekali untuk dibujuk agar mengaji dirumah apalagi mendaftar ke salah satu TPA dekat rumah. Banyak banget alasan. Dan TPA inilah yang dia akhirnya setuju mendaftar.

Sedang PKBM dan ujian paket A, saya pikir karena sudah tau PKBM ini bisa untuk ikut UNPK jadi tahun berikutnya pun masih bisa. Toh buat anak homeschooling tidak ada batasan kapan harus menyelesaikan setiap tahapnya.

Dan karena urusan PKBM dan TPA inilah menyita banyak perhatian saya karena harus mencari sendiri, mengunjungi tempat-tempat tersebut, mencari jalan pintas, mendaftarkan , bolak-balik dengan ke 3 bocah selalu bersama saya, sedang suami tidak ada didekat kami plus kadang tidak bisa dihubungi karena sinyal. Jadilah semua harus dihandle sendiri.

Dan karena ini pulalah. Latihan kemandirian pada poin mandi dan poin lainnya untuk alta tidak maksimal kami latih.
Saat tidak ada suami, sejak 13 tahun yang lalu saya memang selalu harus mengerjakan apa saja sendiri termasuk mengambil keputusan cepat untuk beberapa kasus. Semua saya lakukan sendiri. Berpindah-pindah kota dan lingkungan baru juga sudah sering saya alami tanpa suami.

Jadi melatih kemandirian hari ini adalah giliran saya.


Yuliana
Banjarmasin, 24 Juli 2017