Rabu, 07 Februari 2018

BANK SYARIAH ITU APA SIH?

#Day7
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial



Tadi malam sebelum tidur, setelah membacakan cerita/kisah. Biasanya kami pun ngobrol. Diawali dengan bercerita mengenai pekerjaan saya. Dan sampai ke hal komisi yang baru saya terima dari pusat karena bulan kemaren berhasil menjual satu even kursus online.

Kemudian saya cerita, tadi siang saya ditranfer cepat karena rekening bank yang saya punya memang yang diprioritaskan akan memperoleh kiriman komisi terlebih dahulu.
Namun untuk berikutnya pusat mengharuskan semua resellernya menggunakan satu bank konvensional yang paling terkenal yaitu sebuah bank swasta yang terkenal.

Nah, dari sinilah abang mulai tertarik dan bertanya. Seperti kenapa harus itu?,  itu kepanjangannya apa? Dan dia pun bertanya kenapa saya sedikit keberatan mengenai pertanyaan yang saya ajukan sendiri yaitu “Kenapa bukan bank syariah saja. Kan jadi terhindar dari Riba?”.
Abang Daffa pun makin tertarik dan menghentikan kegiatannya hanya untuk menunggu saya menjelaskan keberataan saya, bank syariah  dan bank konvensional tadi.

Pertanyaan mengalir  terus seperti bank syariah itu apa? Apa beda bank tadi yang dibicarakan dengan bank syariah, bank syariah itu apa saja, bank konvensional apa saja. Dan kenapa saya lebih condong ke bank syariah?

Akhirnya saya pun mulai memperkenalkan bank-bank yang ada di Indonesia, bank apa saja yang berbasis syariah dan bank konvensional, hukum-hukumnya antara kedua jenis bank tersebut, dan keuntungan mengunakan syariah.

Pertanyaan abang pun ditutup dengan,
“Ami, banknya apa?”.

Saya dengan tersipu menjawab,
“Ami masih menggunakan bank konvensional bang. Mudahan secepatnya bisa berpindah.”

“Yahhhh…, ami. Kiraain ami udah bank syariah.” Dengan sedikit guyon dia meledek saya.

Meski hari ini saya skakmatt  sama abang Daffa. Namun saya juga menang. Menang memancing rasa penasaran dia yang sudah lama tidak tertarik dengan topik apapun selain gamesnya.

Pengenalan mengenai bank ini juga bagian dari cerdas financial. Agar dia paham dan mengerti apa kegunaanya sebuah bank baik untuk pribadi, usaha dan negara. Tentu tidak lepas juga harus tetap menanamkan bagaimana menyimpan uang secara syariat sesuai perintah Allah agar selamat dunia dan akhirat.

Yuliana | 7 Februari 2018



Senin, 05 Februari 2018

MENGENDALIKAN KEINGINAN

#Day6
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial


Tak terasa sudah hari ke 6. Tabungan anak-anak memang belum banyak. Namun bukan jumlah yang kami ingin capai. Konsep bahwa segala keinginan harus berbarengan dengan usaha. Itu yang utama.

Keinginan yang tidak terkendali akan menjadi bumerang buat diri sendiri.

Hampir setiap hari anak-anak menyebutkan apa yang mereka ingin miliki. Dan setiap kali saya bertanya mengenai apa yang kamu inginkan 3 hari kedepan, 7 hari kedepan?. Maka jawabannya pastilah berubah-ubah dan bertambah. Dan jawabannya pun selalu bersifat materi alias benda bukan sesuatu yang bisa secara psikis bikin bahagia.

Dari mulai pengen sepeda karena semua anak tetangga punya sepeda. Pengen punya sandal karena sepupu sudah punya sandal dengan motif yang dia sukai, pengen asesoris macam-macam.
Belum lagi abang Daffa, dia juga punya daftar keinginan seperti pengen punya hape karena bentar lagi baliqh, pengen beli PC buat maen games katanya..waleh-weleh games meluluL.
Namun semua yang mereka sebutkan hanyalah daftar keinginan bukan kebutuhan. Beda seperti kemaren. Abang pengen beli Al Qur’an karena bentar lagi mau naik ngajinya ke Qur’an. Kalo keinginan seperti ini pasti saya usahakan tentu saja dengan izin Allah.

Semoga usaha kami bisa dipahami oleh anak-anak.

Yuliana|6 Februari 2018

Minggu, 04 Februari 2018

ANGPAOKU

#Day5
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial

Tiga hari ini abang Daffa mulai terbiasa membuat catatan keuangan mininya. Dia mulai menikmati alurnya.

Seperti pagi ini, di rumah kedatangan nenek gulu dari Barabai. Dan biasanya setiap beliau datang maka seluruh cucu akan mendapatkan angpao termasuk yang tua-tua jua seh.. (hehe).

Nah, karena sudah seperti itu, maka saya pun mempersiapkan wacana apa yang akan mereka lakukan dengan uang yang diterima. Setelah berterimakasih. Anak-anak laporan ke saya mengenai angpao yang mereka terima berikut jumlahnya.

Alta dan Fayyas memperoleh angpao masing-masing Rp 5000 . Sedangkan abang Daffa Rp 10.000. Untuk abang Daffa saya tidak ikut campur tangan akan pengelolaan uangnya tersebut. Saya hanya mengingatkan dia harus membuat laporan keuangannya untuk hari ini.

Untuk Alta dan Fayyas, mereka langsung saja menuju warung nenek mudanya. Langsung menunjuk biskuit kegemaran mereka. Untuk Fayyas dalam seharian ini dia sudah menghabiskan Rp 4000. Fayyas memang tidak tahu mengenai jumlah. Asal aja. Cukup alhamdulillah kalo nga cukup ya, ambil dulu.. itu mungkin pikirnya (biasanya dia langsung ngacir setelah mengambil biskuit kemudian akan menghampiri saya minta dibukakan. Sehingga saya tahu dia jajan apa dan langsung membayarnya). Harus usaha ekstra membuat Fayyas paham kalau jajan harus pakai uang).

Sedangkan untuk Alta, dari uang Rp 5000. Dia hanya membelanjakan Rp 2500 kembaliannya ditabung karena diingatkan mengenai tujuan mini budgetnya mau beli sandal.

Sebenarnya memperoleh uang secara cuma-cuma  memang tidak bagus untuk anak-anak. Terkesan manja tanpa usaha. Namun karena neneknya ini datangnya pun jarang bisa setahun cuma 2 kali jadi saya pun membiarkan namun tetap dengan memberikan pemahaman bahwa harus ada usaha untuk setiap uang yang mereka terima.

Latihan ini butuh komitmen dan konsisten semua orang. Tanpa kerjasama maka tidak akan ada goal yang tercapai.

Yuliana|5 Februari 2018

BE FAMILY BUSINESS OWNER

#Day4
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial

Pengenalan uang memang tidak bisa lepas dari lingkungan. Uang adalah bagian dari rezeki namun bukan yang utama. Karena makna rezeki itu sangat luas .

Sebenarnya saya tidak berniat mengenalkan uang kepada anak-anak sejak dini. Abang Daffa saja di usia 9 tahun baru paham dan megang uang sendiri. Itu karena di sekolahnya (dulu) adalah fullday school, yang tidak membolehkan para siswa membawa uang saku kecuali untuk infaq saja. Semua konsumsi sudah disediakan oleh sekolah. Dan di rumah pun semua kebutuhannya sudah tersedia tanpa dia harus jajan ke luar rumah. Mengenal dan belanja ke warung saja dimulai diusia 10 tahun itupun di kota yang dia baru tinggali.

Namun berbeda dengan adik-adiknya. Sekarang kami tinggal di perkampungan. Disini anak-anak bawa sendiri uangnya untuk jajan sudah biasa. Beda sewaktu kami tinggal di perumahan.

Sejak kami pindah kemari. Saya tidak bisa lagi mengendalikan semua orang.  Kami tinggal berkumpul dikeluarga besar. Dan semua anggota keluarga yang tinggal disini berprofesi pedagang. Dan tentu saja setiap hari ada uang bersileweran di rumah. Dari neneknya dan datu yang membikin kue terus dititipkan ke warung-warung lainnya, nenek mudanya berjualan di depan rumah sehingga anak-anak tidak bisa dicegah jika mau jajan. Tante-tantenya ada jual kue online, jual es cincau, dan saya sendiri baru 2 bulan ini aktif kembali berjualan online.

Ya bisa disebut inilah profesi keluarga besar kami. Pedagang.

Saya pernah mengajak anak-anak membikin usaha kecil-kecilan dan mereka bantu menjualnya. Kami bikin es krim, es mambo dan puding. Hasilnya sangat lumayan. Kenapa sekarang kami berhenti. Bukan karena tidak laku tapi abang Daffa mulai minder sebab usaha kami ditiru oleh tetangga. Dia merasa sakit hati kenapa temannya yang menjadi langganannya malah mama mereka jualan juga produk yang sama.

Berdagang butuh mental tahan malu, tahan banting dan tahan akan cemoohan orang. Namun nanti kata abang Daffa jika kami sudah punya rumah sendiri, dia mau kembali membantu berjualan keliling. Karena abang daffa sebenarnya senang berjualan.

Mengenal dan menghargai uang sebagai salah satu rezeki dari Allah memang harus dimulai sejak dini. Menanamkan pemahaman bahwa setiap uang yang mereka belanjakan harus diperoleh dengan usaha.  Dan meyakini bahwa rezeki datangnya hanya dari Allah.

Memang tidak bisa instan. Namun seiring waktu. Anak-anak akan terus melihat dari orangtuanya bagaimana orangtuanya memperlakukan uang, membangun usaha serta berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

Melibatkan mereka dalam usaha  atau pekerjaan kita adalah bagian dari proses belajar cerdas financial yang akan dibawa mereka diusia dewasa nanti.

Terus semangat. Terus menularkan kebaikan dan yakin Allah telah menyiapkan rezeki kita yang paling baik setiap waktu.

Yuliana|4 Februari 2018




Jumat, 02 Februari 2018

RECEH-RECEH JADI BUKIT

#Day3
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial


Tak terasa hari ke 3 tantangan level 8. Anak-anak memang masih mengumpulkan receh mereka demi keinginan yang mereka sebutkan kemaren.

Tantangan kali ini memang butuh a home team agar terwujud. Menanamkan kesadaran akan arti berhemat itu yang utama. Sedang nominal yang dikumpulkan mereka adalah bonus jika mereka sampai pada jumlah yang mereka mau.

Memang saya tidak membelikan tabungan khusus untuk mereka ataupun membuatnya. Saya ingin anak-anak sadar tujuan tersebut adalah suatu kebutuhan buat mereka kelak.

Untuk abang, dia sudah bisa berhemat. Namun keseringan tujuan dia berhemat agar uangnya bisa dia pakai pergi maen games di warnet atau sekedar membeli kartu paket sekali buang.

Namun karena mini budget sudah dicanangkan maka semua harus mematuhinya. Dan sayapun harus terus berusaha menyemangati mereka berdua agar selalu fokus pada tujuan.

Alta belum sepenuhnya paham akan jumlah uang dan nominalnya. Yang dia tahu hanya kertas berwarna ini bisa dibelanjakan. Biasanya untuk membeli biskuit di warung nenek mudanya.

Begitu pula Fayyas yang bentar lagi genap berusia 2 tahun. Dia juga sudah paham jika kertas berwarna tersebut bisa dibawa ke warung dan bisa beli biskuit kegemarannya.Namun fayyas masih sering mengambil duluan tanpa bawa uang. Dan inilah yang harus terus disounding.

Kenapa anak-anak sudah mengenal uang dan tahu bahwa uang itu bisa untuk jajan atau dibelanjakan. Itu karena kami adalah keluarga pedagang. Uang selalu bersileweran dihadapan anak-anak. Uang hasil jualan dengan mudahnya ditemukan ada dibalik toples dan nampan  yang dikembalikan dari warung-warung konsinasi langganan nenek.

Semua harus bekerjasama demi tujuan yang diinginkan.

Yuliana|3 Februari 2018

CERDAS FINANSIAL- ALLAH PENJAMIN REZEKI

#Day2
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinancial


Memberikan pemahaman kepada anak berusia 5 tahun harus saat pikirannya siap menerima penyampaian kita. Dan saya selalu memanfaatkan momen berkisah atau membaca cerita sebelum tidur. Anak-anak terutama Alta dan Fayyas memang memiliki jadwal tidur rutin yaitu setelah sholat maghrib sudah bersiap untuk tidur.
Dan setiap mau tidur Alta selalu menagih dibacakan cerita. Cerita bisa apa saja.

Beberapa hari ini ada buku yang saya sedang promokan. Dan buku inilah yang saya bacakan untuk anak-anak setiap malam. Di dalamnya terdapat lebih dari 363 kisah  penuh hikmah tentang para shahabiyah. Mereka benar-benar suka (hehe..ngiklan dikit…).

Sebenarnya buku ini memang bukan bacaan anak-anak karena bahasa yang terdapat didalamnya bahasa formal. Namun disinilah tantangannya. Saya harus menceritakan kembali dengan bahasa yang mereka mengerti.

Nah di tantangan level melatih kecerdasan finansial sejak dini ini, orangtua harus terus menanamkan konsep bahwa rezeki itu datangnya dari Allah Sang Pemilik Segalanya. Bukan dari orangtua atau siapapun.

Anak-anak harus diberi pengertian bahwa bersyukur akan semua yang dimiliki adalah bagian dari ibadah.

Seperti cerita yang kebetulan kami baca malam ini berjudul Allah Penjamin Rezeki setiap yang melata di muka bumi. Itu artinya kita tidak boleh takut bahwa Allah tidak memberi rezeki pada kita karena Allah sudah mempersiapkan rezeki manusia sejak dia ditiupkan ruh didalam rahim ibunya. Dan manusia diminta terus berusaha, berikhtiar, berdoa dan bersyukur.

Kemudian saya pun melanjutkan pembicaraan dengan Alta mengenai rezeki lainnya seperti rezeki kesehatan, rezeki masih diberi kelengkapan keluarga, rezeki kelengkapan anggota tubuh, dan keselamatan sampai saat ini.
Tentu saja dengan contoh dan dialog interaktif. Dan Alta pun menjawab setiap pertanyaan dengan antusias.

Pertanyaan dan diskusi malam ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menghemat uang dengan cara ditabung untuk memenuhi keinginan mereka.
Seperti abang yang ingin membeli Al Quran sendiri seperti punyanya yang ketinggalan di Depok. Dan Alta juga pengen beli sepeda.

Meski diawali dengan recehan. Semoga konsistensi mereka berbuah manis.


Yuliana|2 Februari 2018

Kamis, 01 Februari 2018

5 TAHUN ALTAMISELA

#Day1
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#Rezekiitupastikemuliaanharusdicari
#CerdasFinansial


Subuh ini tak biasanya alta belum bangun. Hampir setiap hari dia bangun lebih dulu dari saya bersama adiknya fayyas dan langsung pergi ke dapur nenek dan datu untuk meminta kue yang masih panas karna memang kue-kue jualan nenek dan datu dibikinnya mulai jam 3 subuh.


Saya bangunkan dan ciumi tengkuknya. Altapun kegelian dan minta saya berhenti melakukannya. Gadis kecil ini genap berusia 5 tahun hari ini. Usia yang buat kami orangtuanya adalah berkah luar biasa. 

Jika harus mengingat kembali apa yang terjadi 5 tahun yang lalu atau malah jauh sebelumnya karena peristiwa-peristiwa itu saling berkaitan. Maka alta adalah rezeki yang memang ditungGu-tunggu setelah 2 janin dan 1 kakaknya meninggal. 


Dan setelah membaca materi tantangan level 8 ini mengenai rezeki bukan hanya seputar uang, gaji dan pendapatan materi lainnya. Semua hal adalah bagian dari rezeki yang sudah diatur kadar dan waktunya oleh Sang Pemilik Semesta. 


Dan bersyukur adalah bagian dari pembelajaran yang harus ditanamkan sedari dini di dalam pikiran anak-anak agar selalu merasa rendah hati terhadap apa saja yang mereka miliki ataupun tidak.


Dan tentu saja Ridho akan semua takdir Ilahi adalah yang utama. Sehingga jika penghidupan tak sejalan seperti keinginan kita maka keimanan dan kewarasan akan terus terpelihara sampai ajal menjemput.



Kembali ke hari kelahiran alta, tak ada perayaan, tak ada kejutan lagu ulangtahun, tak ada kue sebagai pemanis hari, apalagi lilin angka sebagai reminder lamanyadia diberi kehidupan oleh Sang Pencipta. Saya berdoa dan berterimakasih di telinganya bersyukur akan rezeki umur yang diberikan Allah pada alta. 

Dan memberikan doa terbaik buatnya. Alta pun tersenyum. 


Memang beberapa hari yang lalu sempat saya ingatkan jika tanggal 1 Februari ini dia akan berusia 5 tahun. Namun bukan kue atau pernik ulangtahun lainnya yang disebutkan. Gadis saya ini hanya bertanya jika usianya kini 5 tahun jadi dia lebih besar ya dari Akhdan sepupunya yang duduk di TK besar. Saya pun menjawab beda sedikit. Alta tersenyum dan bangun serta langsung mandi.


Menjawab tantangan games kali ini, ada 2 tugas yang harus saya tuntaskan bersama anak. Untuk alta karena usianya dibawah 7 tahun maka menabung adalah hal yang terbaik sebagai awal pembiasaan untuk memenuhi keinginan ataupun kebutuhannya. Serta memberikan pemahaman akan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan serta rasa syukur kepada Allah.


Kemaren malam, saya sempat bertanya, “apa yang dia inginkan?”. Alta menjawab, “aku ingin sandal.” Padahal dia dan saya tahu jika ada 2 sandal yang masih layak pakai untuknya. Artinya ini adalah hanya keinginan dan ternyata dia ingin punya sandal seperti sepupunya saja. 

Saya pun tidak mengabulkan juga tidak menolak, namun mengajaknya agar menyisihkan uang jajan yang sering dimintanya untuk jajan di warung nenek mudanya untuk ditabung. Alta pun setuju.


Dan untuk abang Daffa, karena usianya hampir 13 tahun jadi sebagai pembelajaran mengenai mini budget. Dia akan membuat laporan keuangan sederhana dari uang jajan dan upah kerja membantu saya sebagai editor foto produk. 


Beberapa bulan yang lalu abang Daffa saya tawarin untuk menjadi admin dalam usaha yang baru 2 bulan ini saya tekuni. Berjualan online dan menjadi reseller buku anak dan beberapa produk lainnya. 

Dengan kesepakatan setiap dia bantu posting dan akhirnya ada yang beli maka dia berhak dari setiap produk tersebut Rp 5000 dan juga jika dia selesai mengetik ulang artikel pendek sebgai bahan sharing saya di sosmed dia berhak 5000 per artikelnya. 

Namun rupanya dia belum konsisten karena keinginan maen games masih mendominasi kesehariannya.


Memang abang Daffa hanya diberi uang saku Rp 5000 tiap kali dia masuk TPQ per 4 kali dalam sepekan. Namun ternyata dia mampu mengatur uangnya sejauh yang saya tahu karena dia mampu merem keinginan jajannya demi agar bisa maen di warnet.



Ini baru hari pertama. Masih ada hari-hari berikutnya dan saya yakin kami mampu menyelesaikan tantangan kali ini dengan lebih terorganisir lagi.



Yuliana | 1 Februari 2018