Selasa, 16 Januari 2018

MY MOODBOOSTER

#Day13
#Tantangan10H
#level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Saya kok seperti kehilangan greget dalam aktivitas tantangan di dua games ini. Semangat saya tetiba mengendor dan butuh moodboster. 2 kali games ini kami hanya melakukan berbagai aktivitas di sekitaran rumah saja. Belum bisa mengajak anak-anak mengeksplore ke berbagai tempat.

Anak-anak dan saya pribadi memang lebih menyukai kegiatan outdoor. Namun kondisi fisik saya sepertinya tidak selalu memungkinkan untuk berjalan-jalan ke berbagai tempat. Apa mungkin karena stress duluan merasa riweh karena harus mengajak ke 3 anak yang rentang usia berbeda ke tempat umum. Meskipun senarnya anak-anak sangat koorporatif jika di tempat umum.

Atau karena ketidak adanya kendaraan yang bisa dibawa untuk kesana-kemari secara leluasa.

Pengen mengajak suami untuk berjelajah keluar kota, namun jadwal beliau sangat singkat di rumah. Kadang waktunya cuma 2-3 hari itupun diisi lebih banyak istirahat karena perjalanan pulang yang membutuhkan 6-8 jam dari pekerjaan beliau.

Kalo tempat-tempat edukatif dan tempat rekreasi di dalam kota sudah semua kami kunjungi. Yang belum hanya perjalanan luar kota.
Anak-anak selalu meminta saya untuk bisa jalan-jalan yang sebenarnya  juga saya butuhkan untuk merefresh pikiran saya yang terlalu jenuh di rumah saja.
Mungkin ini sebab saya selalu sakit-sakitan belakangan ini. Kondisi ini juga mulai dikeluhkan anak sulung saya, kenapa ami selalu sakit terus sih?

Saya juga tidak menyukai kondisi ini. Saya harus segera menemukan moodbooster saya sehingga tidak mengorbankan kebersamaan saya bersama anak-anak.

Pertama-tama yang harus saya lakukan, saya harus menerima dengan ikhlas apa yang terjadi dalam hidup saya. Saya harus ridho bahwa ini adalah bagian skenario hidup saya dengan anak-anak.

Yang kedua, mulai menuliskan daftar apa yang bisa membuat saya bisa kembali happy.

Dan yang ketiga, memulai berkegiatan bersama anak-anak secara full.
Menikmati momen-momen bahagia bersama mereka. Karena merekalah alasan pertama saya berbahagia di dunia ini.

Saya yakin Allah telah menyiapkan sesuatu yang terbaik buat kami di depan sana. Kami hanya butuh lebih berusaha untuk bisa meraihnya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Yuliana | 17 Januari 2018

Senin, 15 Januari 2018

SENDALKU

#Day12
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Ada yang hampir terlupa saya menceritakan mengenai fayyas. Fayyas yang baru berumur 1,9y memang sudah lancar berjalan. Apalagi untuk jalan diseputaran rumah dan halaman depan.

Dan ada yang hampir luput dari pengamatan saya, yaitu fayyas sudah bisa memasang sepatu/sendalnya sendiri. Dia akan tahu dimana dia terakhir meninggalkan sendalnya. Dan apabila dia ingin jalan maka dia akan mencari sendalnya dan masangnya sendiri tanpa minta bantuan untuk dipasangkan. Dia akan langsung memasang sendiri sendalnya dari yang kanan dan kaki kiri. Memang kadang tertukar. Tapi dia selalu masangnya sendiri dan melepaskannya sendiri pula. Dan saya tidak pernah mau mengoreksi kesalahannya tersebut.
Buat saya dia mampu memasang dan melepaskannya sendiri tanpa bantuan saja adalah presrasi untuk usia dia. Dan dengan membiarkan dia memasang sendiri akan memberikan rasa percaya diri padanya bahwa dia sudah mampu.

Dan fayyas juga tahu kapan harus menggunakan sendal atau harus melepaskannya. Jika dia susah memasuki teras maka otomatis dia akan melepaskannya tanpa diminta.

Anak-anak memang unik, dengan segala keberagaman polah mereka. Tanpa harus dibandingkan  dengan anak-anak lain. Mereka sudah memiliki prestasi dalam keseharian mereka tanpa kita sadari. Kita hanya butuh lebih mengamati dan lebih meluangkan waktu untuk mengenal mereka lebih seksama.

Yuliana|16 Januari 2018

BEKERJASAMA

#Day11
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Dalam minggu ini kondisi fisik saya tetiba drop terus. Kadang paginya semangat, siangnya bisa langsung meriang dan nga bisa apa-apa.

Seperti siang kemaren tanggal 15 Januari 2018. Yanv seharusnya saya bisa menyetor tugas kuliah Bunsay IIP untuk hari ke 11 malah nga bisa berbuat banyak karena kondisi tubuh selepas mengantar abang Daffa mengaji langsung drop. Sesampainya di rumah sampai malam saya nga bisa bangun lagi.

Dibalik ketidaksehatan saya kemaren. Anak-anak sangat koorporatif. Mereka bahu membahu mengurus saya dan adiknya fayyas. Mulai dari menggantikan popok, mengganti baju, memandikan, mempersiapkan tempat tidur dan malah semua diajak tidur di tempat tidur abang saja karena abang tahu saya butuh istirahat.

Setelah membelikan koyo dan obat, akhirnya saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sampai makan malam tidak bisa bangun.
Anak-anak sendiri yang menyiapkan makan satu sama lainnya.
Alhamdulillah saya bisa istirahat dengan tenang karena tidak ada yang  rewel ataupun terbangun tengah malam minta dibuatkan susu.

Anak-anak memang akan teruji kerjasamanya pada saat ada yang sakit di rumah. Apalagi kalo yang sakit adalah ibunya. Kebayang dong, semua aktivitas di rumah akan terganggu dan bisa berantakan karena si ibu sakit.

Untuk situasi seperti inilah, saya mempersiapkan  anak-anak agar bisa mandiri dan menguasai lifeskill. Karena tidak selamanya kita sebagai orangtua akan selalu sehat atau dalam kondisi prima sehingga bisa selalu membersamai keseharian mereka.
Semakin besar, anak-anak harus sudah menguasai dan bertanggungjawab jika menghadapi situasi yang tidak sesuai yang mereka inginkan, mereka akan terbiasa dan bisa mengatasinya dengan baik.

Yuliana| 16 Januari 2018

Minggu, 14 Januari 2018

AKU INGIN IKUT LOMBA

#Day10
#Tantangan10H
#level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Kegemaran alta menyanyi sangat menggebu-gebu. Dia selalu bersenandung, bernyanyi dan bergaya dimana pun. Dikamar mandi, padahal selalu dilarang kalo di dalam kamar mandi tidak boleh bernyanyi. Kemudian menyanyi  di teras, di kamar nenek, di depan cermin, di halaman rumah, di bawah pohon mangga.

Sering malah dia bernyanyi di halaman sambil berakting seperti videoklip gituh… sayang saya tidak pernah berhasil mengabadikan momen dia sedang menyanyi tersebut. karena saya sedang tidak pegang hape atau lagi disibukkan oleh adiknya.

Akhirnya saya pun bertanya pada alta,
‘ Alta, mau nga nanti ikut lomba nyanyi?’

‘Mau, dimana…., dimana?’ dengan penuh semangat

‘Nanti, ami cari lombanya dulu ya..’

‘Tapi mau kan?’

‘Mau..mau..’.

Sebenarnya saya tidak begitu suka dia bernyanyi. Bukan karena suaranya tidak bagus atau karena memang dia tidak punya bakat menyanyi. Namun karena satu prinsip agama yang saya yakini yang membuat saya tidak mengizinkannya.
Namun saya tidak tahu apakah nanti, jika benar ada lomba menyanyi. Dia akan saya daftarkan atau dia memang mau ikut. Kita lihat nanti saja. Yang jelas saya tahu hobby menyanyi ini memang sudah sejak lama dia inginkan.

Saya memang sadar kalo alta ini lebih supel, mudah berinteraksi dengan orang lain, pandai berkomunikasi dengan orang, SKSD lah pokoknya. Suka tampil dan pede banget anaknya.

Dan saya ingin menyalurkan keunggulannya tersebut. semoga saya bisa memberikan ruang yang seluas-luasnya agar bisa meninggikan gunungnya bukan meratakan lembah untuknya.

Yuliana|14 Januari 2018

Jumat, 12 Januari 2018

MENYAPU LANTAI

#Day9
#Tantangan10H
#level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga



Siang ini anak-anak pada ngumpul di rumah. Bukan karena sedang ada acara atau sejenisnya. Mereka biasanya ngumpul kalo sedang makan siang atau sedang ngemil bareng.

Tetiba saja dek fayyas makan sambil berlarian dan semua makanan yang sedang dimakannya pun berserakan dilantai. Namun tanpa disuruh fayyas langsung mengambil sapu yang ada di depan pintu luar. Berusaha menyapu dengan bertatih-tatih karena sapunya lumayan berat buatnya. Ditambah butiran nasi yang ada dilantai tidak bisa sepenuhnya dia sapu.
Namun usahanya inilah yang membikin saya terharu. Banyak kejadian yang membuat saya, apih dan nenek dirumah seringnya takjub akan kebiasaan yang dia ikutin tentu saja kebiasaan yang baik.

Itu membuktikan anak-anak adalah peniru ulung, apa yang mereka liat itu yang mereka tiru. Maka berhati-hatilah mencontohkan sebuah kebiasaan dan perilaku pada mereka.

Dan kebiasaan baik yang mereka contoh adalah bukti bahwa anak-anak itu adalah bintang. Mereka bisa melakukan apa saja. Jika mereka diberi kesempatan dan diberi peluang.
Mereka akan melejit jika kita sebagai orangtua dan orang dewasa mampu memfasilitasi keunggulan mereka. Jika keunggulan mereka belum tampak. Mereka hanya butuh ruang dan simulasi yang bisa membuat mereka bisa meninggikan gunungnya.

Yuliana| 13 Januari 2018

Kamis, 11 Januari 2018

BANTU MENAROH PIRING

#Day8
#Tantangan10H
#level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga



Alhamdulillah kondisi fisik saya sudah mulai membaik hari ini. Kembali beraktifitas seperti biasa meski harus pelan-pelan juga.

Saya memang terlalu memporsir tenaga saya beberapa minggu ini. Terlalu fokus pada target pribadi sehingga tidak memperhatikan kesehatan. Pas giliran si adek sakit jadi ikut ketularan deh karena kondisi emang sedang kurang fit.

Beberapa hari kemaren saya sudah menceritakan mengenai keseharian abang daffa dan kaka alta. Dan hari ini akhirnya aya sempet mengabadikan momen aha nya dek fayyas.

Fayyas memang sangat senang berada didapur. Kalo sudah tidak terdengar apa-apa pastilah ada yang dia kerjakan di dapur; dari menuang air yang ada diciret (sampai persediaan air minum habis..hehe), semua bungkus teh yang dicelupin ke air, tepung persediaan nenek bikin kue ditumpahin ke lantai, gula yang dihambur-hamburin, alat dapur yang diporak porandakan. Pokoknya nga ada diamnya lah kalo fayyas sedang berada didapur.
Termasuk kita yang juga sibuk berusaha mencegah apa yang akan dilakukannya..haha..

Namun ada satu kebiasaan yang fayyas lakukan, yang tanpa disuruh hanya karena selalu melihat. Yaitu membantu menarohkan cucian piring yang sudah bersih ke rak piring. Dia dengan tangkas mengambil piring-piring yang sudah bersih dan membawanya.
Tentu saja spontan biasanya nenek yang sedang mencuci akan berusaha merebut benda-benda yang dibawanya. Sedang saya akan memberikan benda lainnya yang juga sudah dicuci yang berbahan plastik atau lebih ringan agar tidak pecah karena jatoh dibawanya.

Kenapa saya tidak melarangnya. Karena apa yang dilakukan fayyas adalah baik. Cuman dia belum tau apa yang bisa terjadi jika dia kelepasan membawa benda-benda pecah belah tersebut.
Dan untuk itulah tugas kita sebagai orangtua dan orang dewasa, memberikan pengertian terus menerus dengan mengalihkan atau menggantikan dengan benda lain yang sekiranya tidak ditafsirkan si anak bahwa apa yang dilakukannya salah.

Apa yang dia kerjakan sangat baik. Sangat menolong dan kita tidak boleh mematahkan niatnya tersebut meskipun dia masih kecil. Usianya masih sedikit atau badannya masih kecil bukan berarti kita bebas meremehkan atau mengabaikan niat baik mereka.

Ingatlah perbuatan baik itu harus dimulai dari hal kecil dan sedini mungkin.

Yuliana|12 Januari 2018

WAJAH DEDEK BAYI NANTI GIMANA YA?

#Day7
#Tantangan10H
#level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Alhamdulillah tantangan sudah memasuki hari ke 7.

Keterbatasan gerak membuat saya tidak bisa mengabadikan momen berharga anak-anak.  Jadinya di tantangan hari ke 6 kemaren saya tidak bisa melampirkan foto dalam setoran saya.

Meski badan masih sakit, hidungpun masih belum sembuh dan pusing juga masih bergelayut dikepala. Saya tetap berusaha melaporkan apa yang bisa saya amati dari anak-anak.

Hari ini saya hanya menerima laporan dari cerita anak-anak yang sedang maen ke rumah tetangga yang kebetulan adalah sepupu.

Alta begitu senang, karena sepupunya akan segera punya adik baru. Berulang-ulang dia balik kerumah menceritakan perkembangan yang dialami tantenya.

Pertanyaan demi pertanyaan meluncur dari mulut nya; mulai dari dedek bayinya nanti wajahnya gimana ya? Dedek bayi keluarnya dari veve kah? Dedek bayinya cowok/cewek kah? Dan banyak lagi.

Semua pertanyaan tersebut harus segara mendapat jawaban. Sedang saya yang masih pusing mencoba menjawab pertanyaannya dengan singkat saja. Meski ini bisa menjadi momen aha untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan seks usia dini pada alta.

Anak-anak dengan segala kecanggihan yang mereka bawa sejak lahir membuat mereka sangat instimewa dalam setiap tingkah mereka. Apapun yang mereka temukan adalah cara mereka menemukan fitrah mereka untuk menjadi bintang.

Yuliana| 11 januari 2018