Senin, 11 September 2017

TAMAN SATWA

#Day5
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan hari ke 5 ini, dimulai dari berkunjung ke Taman Satwa. 

Jadwal ini sebenarnya dadakan dan tidak termasuk dalam checklist aktivitas kami. Namun sabtu kemaren pembicaraan mengenai hal ini tercuat. Jadi anak-anak pun semangat untuk pergi.


Setelah perjalanan yang cukup lama karena melewati jalan alternatif untuk mencegah terjebak mancet. Kamipun tiba di taman satwa yang satu-satunya dikota kami tercinta ini.


Taman ini memang tidak terlalu luas, jadi tidak terlalu sulit untuk kami mengelilinginya dengan berjalan kaki saja. Dan dihari senin ini taman sepi pengunjung. Karena alasan itulah kami selalu memilih weekday untuk berkunjung ke berbagai tempat.


Tiket masuk Rp 10.000 untuk kami berempat (sudah termasuk parkir) . Cukup membuat kami leluasa berjelajah ditaman ini.


Anak-anak langsung memasuki bangunan berbentuk ikan besar. Dan didalamnya ada 4 aquarium besar yang diisi oleh berbagai ikan termasuk ikan nemo. 

Abang antusias melihat ikan tersebut. Karena beberapa hari yang lalu dia baru membicarakan soal ikan nemo yang ada dijual di sebelah komplek. 


Zona ikan ini tempatnya kecil dan tak banyak ikan yang bisa diamati lagi kamipun keluar dan melanjukan ke zona yang lain. Di taman ini ada beberapa zona ; ada zona aves (berisikan burung), zona rusa, zona buaya, zona satwa air, zonaa primata, dan zona reftil. Taman juga dilengkapi mushola, toilet dan ada panggung pula.


Sayangnya ada hewan yang tidak lengkap lagi. Seperti zona reftil yang tampaknya sudah lama tidak digunakan, berhubung pintu zonanya dikunci.


Abang daffa sejak awal masuk taman satwa ini sangat suka berkeliling ke berbagai kandang hewan-hewan itu. 

Tak henti-hentinya dia meminta saya untuk mengikuti dia melihat semua hewan penghuni taman. Dari zona rusa karena sebelumnya saya tidak melihat ada rusa di dalam kandangnya. Kemudian bersama-sama mengamati zona buaya menunggu kalo memang benar ada buaya disungai tersebut. Dilanjut melihat kelelawar dikandangnya dengan posisi mereka yang terbalik. 

Tapi ada satu hewan yang benar-benar diikuti abang daffa meski dibalik kawat pagarnya. Yaitu bebek penyelam. Kami biasanya menyebutnya dibanjar ‘itik sarati’. Hewan ini bisa berenang dengan cara menyelam. 


Saya jadi teringat waktu kecil dulu, (alm) kakek saya punya banyak bebek ini dibawah rumah beliau. Hewan ini sangat disiplin. Pagi berangkat ke sekitaran sawah dekat rumah (waktu itu masih banyak sawah disekitar rumah kami) bebas mencari makan/bermain namun sorenya pasti mereka pulang kembali ke kandang hanya dengan mendengar panggilan dari kakek saya dengan panggilan khusus.

 


Sedangkan alta. Sejak datang dia sudah tertarik dengan wahana bermain yang ada di taman seperti jungkatan, ayunan, main panjat san bergelantungan. Alta tidak berani mendekati kandang-kandang hewan tersebut meski ditemani. Dia kebanyakan hanya melihat dari kejauhan saja. 


Karena ada 2 orang yang berlainan minat jadinya saya membuat kesepakatan ke alta. Setelah selesai berkeliling, maka saya akan menemani dia bermain. 


Dan janji tersebut kembali dia ingatkan saat saya mau duduk leyeh-leyeh sehabis berkeliling sambil bergantian mengendong dek fayyas. 



Akhirnya dengan mempercayakan abang daffa mengawasi de fayyas yang mulai berjalan berkeliling. Saya pun menemani alta main ayunan, main panjatan, dan jungkatan. Abang daffa sangat memperhatikan papan nama disetiap pojokan taman. Seperti papan penunjuk arah keluar taman, papan bertuliskan awas binatang buas,papan setiap nama hewan disana termasuk papan nama tempat hewan yang sedang dikarantina.


De fayyas ternyata juga tertarik pengen mencoba apa yang dilakukan alta. Akhirnya kami berempat menaiki jungkatan bersama. 

Anak-anak benar-benar menikmati momen ini. Tawa mereka merekah saat saya menemani mereka naik jungkatan. Benar-benar seru pengalaman senin ini.


Pengamatan : visual, auditori, kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 11 September 2017








Sabtu, 09 September 2017

MENGGAMBAR BULAN

#Day4
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

Alhamdulillah sudah masuk hari ke 4. Pengamatan hari ini dimulai sebelum  subuh. Saya masih tidur sedangkan alta ternyata sudah bangun.

Sayup saya mendengar dia berbicara sendiri seperti biasa. Awalnya biasalah dia pasti bicara sambil maenin apa gitu..
Tapi ternyata dia lagi menggambar dengan spidolnya.

Karena penasaran apa sih yang dia lakukan. Saya pun menghampirinya. Saya pun mendekati sambil tangan saya mengaktifkan hape. Tentu saja ingin merekam aktivitasnya tersebut.

Tanpa ditanya, alta mengatakan kalo dia lagi menggambar bulan. Awalnya saya tidak tau dia lagi gambar apa. Ternyata bulan toh.. Seperti bulan sabit katanya. 

' Bolehkan bulannya berwarna macam-macam?alta bertanya. Saya pun mengiyakan. 'Terserah alta mau gambar/warna apapun asal alta senang melakukannya'.
Terus dia juga bilang kalo dia sudah rapi mewarnai tidak keluar garis lagi.

Saya memang tau dia telaten kalo mewarna. Tapi fokusnya kadang hanya sebentar jarang menyelesaikan mewarnainya.
Dan dia pun meminta saya untuk mengikutkan dia lomba mewarnai jika ada lomba lagi (karena beberapa waktu yang lalu sepupunya yang usianya lebih muda dan anak tetangga sebelahnya ikut lomba mewarnai). 


Diapun bertanya kenapa sepupunya tersebut bisa ikut lomba tapi mewarnainya saja masih keluar garis?. Kemudian katanya kenapa kok bisa menang mi? (Kata mama sepupunya tersebut). Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Namun saya katakan nanti ami tanyakan dulu ke tante. Altapun mengangguk.

Alta memang sudah sejak lama punya jiwa kompetisi tapi saya tidak begitu suka dengan berkompetisi yang beriming-iming hadiah yang berujung menjadikan mereka ujub.

Namun sayapun mengakhiri pembicaraan dengan mengatakan. Nanti jika ada lomba mewarnai lagi dan alta sudah punya meja mewarna. Alta boleh ikut lomba. Tapi tidak harus mencari menang ya?... Yang penting alta senang melakukannya dengan tuntas.

Pengamatan: visual-auditori



#Botol dan tutupnya

#Fayyas


Pengamatan gaya belajar fayyas lebih kepada menstimulan motorik kasar, motorik halus dan kordinasi mata-tangan saja.


Seperti siang ini setelah bangun tidur siang, saya mempersiapkan 4 botol bekas minuman untuk mengamati gaya belajar fayyas.

Mula-mula saya memberikan contoh apa yang harus dilakukan dengan botol-botol tersebut. 

Satu persatu tutup botol dilepaskan dari mulut  botol kemudian sembari memperagakan cara memasang tutup botol ke mulut botol, saya juga memberi tau warna masing-masing tutup botol tersebut.


Dipercobaan pertama fayyas langsung mengambil botol dan salah satu tutup botol yang ternyata benar pasangannya. Kemudian dia dengan perlahan memasukkan dan mencoba memutar.

Tak langsung berhasil. Tapi dia terus berusaha. Beberapa kali aktivitas ini sempat membuat dia sedikit kesal. Tapi dia tetap tidak meninggalkan botol-botol tersebut. 

Memang kalo untuk memasang dengan kenceng fayyas masih belum maximal. Tapi usahanya untuk terus mencoba tetap memperoleh aprisiasi. 

Sampai-sampai dia memasangnya sambil rebahan dan tetap terus mencobanya.


Pengamatan: Kinestetik, visual


Yuliana
Banjarmasin, 10 September 2017

MENGENAL UANG

#Day3
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan dihari ke 3 ini sengaja kami memilih berkegiatan diluar rumah. Tujuannya sih supaya anak-anak nga jenuh aja kalo tiap hari selalu dirumah atau disekitaran rumah melulu.


Lokasi yang dituju adalah sebuah mesjid di kota kelahiran saya. Mesjid yang menjadi kebanggaan warga Banjarmasin. Yaitu Mesjid Raya Sabilal Muhtadin. Jarak dari rumah kira-kira 20 menit naik motor.


Sesampainya disana, tetiba sinyal hp hilang entah kemana. Jadilah saya hanya bisa berharap mba Siska tetap akan datang dan bertemu dilokasi ini. Memang saya sudah janjian kopdar (dadakan) dengan mba Siska Aryani untuk membahas kegiatan komunitas Homeschooling Banjarmasin yang sedang kami rintis bersama.


Sembari menunggu, kami melakukan aktivitas yang memang sudah kami jadwalkan sebelumnya.


Kami memilih spot dibagian kiri mesjid (kalo dari depan mesjid). Spot ini banyak pohon besar dan rindang jadi rasanya lebih adem meskipun sebelah kanan tanahnya sudah dipaping. Tapi bagian ini lebih natural. Tanahnya pun masih dipenuhi rerumputan dan daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon-pohon besar tersebut.


#Mengenal Uang

#Alta4,5y


Jadwal aktivitas kami hari ini adalah mengenal uang. Tentu saja mata uang yang mau dikenalkan adalah Rupiah. Terutama uang kertas . Kenapa uang kertas? karena uang inilah yang kerap digunakan sehari-hari sedang jenis uang logam atau receh sudah jarang terlihat (kecuali belanja di pasar modern) atau lebih sering hanya ditabung dicelengan.


Uang yang kami gunakan adalah uang kertas mainan koleksi alta. Uang rupiah cetakan baru ini hampir mirip tampilannya cuma ada tulisan ‘uang mainan’ disalah satu sudut kertas uang tersebut.


Uang-uang kertas itu saya susun sesuai nominal. Ada 1.000, 2000, 5000 dan 20.000 karena nominal 10.000 tidak ada jadi saya gunakan uang kertas Rp 10.000,- asli agar tidak ada yang terlewat. 


Satu-persatu nominal tersebut dikenalkan kembali ke alta meski dia sudah sering melihatnya. Nominal tersebut dikenalkan dengan cara bercerita. Layaknya alta yang sering pergi ke warung adiknya nenek didepan rumah.

Seperti 1000 cukup membeli apa? 2000 biasanya bisa membeli apa saja? Alta diperkenalkan dengan gambar dan warna yang ada diuang kertas mainan tersebut karena alta memang belum diperkenalkan dengan angka-angka.


Abang daffa membantu alta memahami dan mengingat nominal uang kertas tiruan tersebut. Alta nampak anteng sampai sekitar 5-7 menit dengan cemilan biskuit yang selalu dikunyahnya. Dan abang daffa menemani sampai selesai pelajaran mengenal uang (juga sambil makan biskuit). Sedang de fayyas sama sekali tidak mengganggu proses pengenalan karena sedang makan pula ( ya gitu deh kalo ada makanan pasti semua anteng…hehe).


Kenapa saya mengenalkan uang diusia alta yang baru 4,5 tahun secara real buka memakai istilah atau menggunakan uang monopoli atau apalah karena dia tiap hari berinteraksi dengan uang. Alta memang keseringan jajan (uang diperolehnya dari 4 neneknya dan datunya) berhubung warung adiknya nenek ada didepan rumah jadi mau tidak mau dia terbiasa dengan kegunaan uang. Sedang rumah kami terdahulu jauh dari warung.


Setelah biskuit yang mereka cemil habis, barulah mereka mulai bergerak disekitar tiker yang kami gelar.

Taman mesjid ini sangat rindang dengan pohon-pohon besar, ada pohon beringin, palm, pinus dan lain-lain. 

Alta begitu tertarik dengan salah satu tanaman ditaman ini yaitu bunga putri malu. Dia berteriak memanggil saya setelah menemukan bunga tersebut. Satu persatu bunga tersebut disentuhnya berulang-ulang. Dan dia meminta agar kami bisa menanamnya pula dirumah. Tapi saya tidak tau bagian apa yang bisa dijadikan bibitnya, bunganya kah, putik, batang atau bijinya. Tapi alta tetap ingin membawa pulang tanaman tersebut. Meski sudah dijelaskan bahwa mengambil/memetik bunga tersebut akan mematikan bunganya (sayangnya ternyata bunganya ketinggalan ditaman).


Kemudian anak-anak langsung mencar disekitar mesjid. Mulai dari melihat air mancurnya, ke bagian bedugnya, teras dan ke tangga menuju lantai 2 mesjid (tidak masuk bagian dalam mesjid).

Anak-anak menikmati berjelajah dimesjid ini, berlarian dihalaman, ditaman, dan disepanjang teras mesjid. Terutama alta yang tersalurkan minatnya pada ranting-ranting kering. Dia langsung memungut dan mengumpulkan ranting-rantingnya. 


Dan 30 menit kemudian teman yang kami tunggu untuk kopdar mba Siska Aryani teman seperjuangan merintis komunitas homeschooling datang beserta anak-anaknya. 

Kopdar kali ini memang mau membahas tentang kegiatan yang mau kami lakukan bersama-sama. Karena anak-anak kami sama-sama usia sekolah jadi kami mau lebih intens menjadwalkan kegiatan bersama sekaligus berjelajah bersama.


Pengamatan : visual, kinestetik


#Mari Berjalan

#Fayyas1,4y


Salah satu alasan kami memilih berakativitas diluar rumah karena de fayyas yang baru bisa berjalan (3-4 hari). Dan berjalan tentu butuh ruang untuk berlatih berjalan. Berjalan-jalan di taman tentu sangat menyenangkan buatnya. Apalagi dia bisa berjelajah menikmati sekitar.


Saya hanya mengawasi kemana kakinya melangkah. Fayyas memang belum punya sepatu hanya kaos kaki tebal sebagai alas kakinya. Tapi kaos kaki ini sangat membantu dia dalam berlatih berjalan. Karena telapaknya dilengkapi karet sehingga dia tak mudah tergelincir.


Senangnya dia bisa merasakan langsung tektur tanah, memungut dedaunan kering, memegang daun dipohon (pendek), memungut ranting dan berlarian. Fayyas juga diajak abang daffa berjalan di teras mesjid dan menaiki anak tangga. Benar-benar senang liat ekspresi bahagia anak-anak berlarian kesana kemari bersama.


Pengamatan : kinestetik



#Menemukan Harta Karun


Anak-anak sejatinya memang suka berexplorasi dengan lingkungan sekitar mereka. Tanpa komando ataupun arahan mereka akan menemukan apa yang mereka minati masing-masing.


Dan karena sudah pada ketemu, setelah ngumpul sebentar, mereka mulai mencari apa saja yang menarik minat mereka disekitaran taman.

Mereka (Daffa, alta, aqila, satrio, delia tanpa fayyas karena lagi menyusu dan bobo) langsung berhamburan berlarian, berkejaran, menemukan banyak hal, menemukan harta karun yang bisa mereka perlihatkan ke kami emak-emaknya yang sedang asyik berdiskusi. 

Ada yang menemukan batang pohon terus dijadikan alat permainan, mencari bibit pohon palm yang banyak bertebaran ditanah (untuk dibawa pulang), mengumpulkan dedaunan dan lain-lain. 


Setelah cukup lama mereka bermain sambil belajar versi mereka. Mereka mulai merasakan haus dan lelah tapi tetap sanggup berkejaran dengan riak tawa yang selalu merekah diwajah kecil mereka.


Bibit pohon tersebut sampai rumah langsung ditanam abang dan alta.


Pengamatan : Visual, Kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 9 September 2017









Kamis, 07 September 2017

BICARA SENDIRI

#Day2
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling
#BicaraSendiri

Mengenali gaya belajar anak memang sudah lama saya observasi sendiri. Terlebih saat saya mulai mengetahui tentang gaya belajar abang Daffa yang kinestetik-visual.

Dan pada game level#4 ini saya memfokuskan hanya pada kedua bocah adiknya abang Daffa saja (alta-fayyas). Meski untuk alta saya sudah punya gambaran sejak lama mengenai gaya belajarnya yang cenderung ke visual-auditori namun dengan pengamatan di tugas bulan ini akan menambah kemantapan observasi saya selanjutnya.

Jadwal sudah dibuat. Tidak saklek harus berurutan. Saya membuat checklist hanya sebagai acuan agar lebih terarah dan perngamatan saya bisa mendapakan hasil yang maksimal.

Dan pagi ini setelah sarapan pagi seperti biasa saya memberitahu  mengenai jadwal maen mereka (alta & Fayyas).
Setelahnya saya coba mengamati dari kejauhan sesambil mengawasi apabila ada yang mereka butuhkan dan inginkan.

#Bicara Sendiri
#alta4,y

Alta termasuk anak yang lancar bicara sejak usia 2 tahun. Kosa katanya sudah banyak dan dia tumbuh menjadi anak yang supel, kritis dan mulutnya tidak pernah berhenti bicara.

Kalo bukan bicara …ya ngomong sendiri atau bersenandung bernyanyi.

Sudah sering saya perhatikan alta bicara sendiri. Seperti dia berada disebuah cerita dongeng atau cerita yang dia karang sendiri.

Apabila dia sedang maen sendirian. Dia larut dalam dunia khayalan yang diciptakannya sendiri.
Bicara sendiri, dialog sendiri seperti ada orang yang diajaknya maen.
Dia berimajinasi bermacam-macam. Seringnya sih mengenai cerita ibu-anak dan kaka-adik. Bisa bersama boneka kesayangannya bisa juga hanya dengan mainan yang kadang pula diciptakan atau dicarinya sendiri dihalaman rumah.

Memang kalo ada temannya dia pasti memilih maen peran-peranan. Entah dia jadi mama-mama, jadi kaka-kaka dan lain-lain.
Tapi dia yang biasanya mengatur alur cerita, mengatur peran dan temanya.

Selain berbicara seperti berdialog sendiri, mulutnya juga suka bergumam, mengeluarkan nada-nada yang kadang saya tidak mengerti apa yang dinyanyikanya.

Alta lancar berbicara sejak 2 tahun. Alta memang suka liat video menyanyi anak-anak yang beberapa kali saya izinkan dia untuk melihatnya. Selain lagunya yang ditirunya, penampilan si penyanyinya pun kerap dicontohnya. Dan yang paling greget adalah dia juga mau punya pakaian yang sama persis dengan si penyanyi..(ampyun nak..).

Makanya sekarang saya jarang memutarkan video tersebut..hehe..
Tapi keseringan dia bisa nonton diIpad anak tetangga(sepupunya).

Seperti tadi malam dan pagi ini juga berlanjut. Bangun subuh-subuh dia kembali melanjutkan maen playdough dan mulutnya masih seperti orang yang berdialog serta tak lupa berguman dengan nada-nada lagu.

Pengamatan : Auditori


#Menuangkan Air
#alta4,5y
#Fayyas1,4y

Karena alta sudah tau jadwalnya, tanpa saya siapkan alat dan peralatannya. Dia menyiapkan sendiri disamping rumah ditempat biasanya saya mencuci baju. Dengan botol bekas sirup, botol air mineral, baskom cucian dan gayung. Alta menuang air-air yang ditampungnya dibaskom ataupun langsung ke kran ke botol-botol tersebut. dan tak lupa nyanyian dan nada-nada selalu keluar dari mulutnya.

Dan karena melihat alta sedang maen air, fayyaspun menyerbu gabung dengan kakanya. Meski dia sudah mandi tapi saya tetap membiarkan aktivitas yang mereka lakukan karena memang hari ini adalah jadwal mereka bermain sambil belajar dengan media air.
Dan saya sendiri hanya mengawasi didapur sembari memasak.

Pengamatan : kinestetik, auditori


Yuliana
Banjarmasin, 8 September 2017

Rabu, 06 September 2017

MENCETAK MOTIF

#Day1
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Setelah membaca materi 4 Kuliah BunsayIIP mengenai mengenali gaya belajar anak. Sayapun mulai mempersiapkan daftar stimulan yang bisa diperkenalkan ke anak-anak.


Saya kembali membuka ebooknya slow and steady untuk referensi membuat kegiatan bersama anak-anak agar pengamatan saya lebih terarah.

Dan juga sehari sebelumnya kami pergi ke pustarda kalsel dan menemukan buku yang membuat saya pengen banget memiliki buku tersebut. Bukunya berisi 365 kreasi seru yang bisa dilakukan bersama anak-anak.

Anak-anak memang sudah diberitahu kalo kamis ini kami akan mengadakan aktivitas bersama. Dan pagi-pagi abang, alta dan fayyas sudah mandi. Tepat pukul 07.30 kami mulai mempersiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan.

Kenapa harus pagi hari karena waktu inilah saya lagi longgar sebab nenek belum balik dari pasar membeli kebutuhan harian. Jadi saya bisa full menemani anak-anak bermain sambil belajar tanpa harus bolak balik ke dapur karena sibuk masak.

*Mencetak Motif
#alta4,5y


Setelah menyiapkan alat peraga dan motif kupu-kupu yang  dibuat dengan kardus bekas susu, piring buat warnanya, pewarna makanan, spon, sisir dan sikat gigi serta tak lupa kertas hvs putih untuk media gambarnya.

Alta memperhatikan dengan sungguh-sungguh saat saya membuat motif kupu-kupu tersebut. Kenapa kupu-kupu karena tadi malam ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah.
Sempat alta takut dengan kupu-kupu tersebut tapi setelah tau bahwa kupu-kupu bukan binatang yang harus ditakuti diapun akhirnya bisa bobo dengan tenang.
Dan untuk lebih memperkenalkan kupu-kupu sebagai hewan yang cantik. Tema kupu-kupu pun menjadi tema utama di pengamatan gaya belajar ini.

Setelah diberi instruksi apa yang harus dia lakukan, alta langsung mengerjakannya. Dia senang memainkan warna dan melakukannya berulang-ulang apalagi saat apa yang dikerjakannya mendapat penghargaan.

Tak lupa ada abang dan fayyas disamping. Fayyas pun pengen memegang apa yang dipegang alta dan mencoba sendiri dikertas. Sampai tangannya pun berwarna-warni.

Dan untuk abang, dia awalnya tidak tertarik dengan aktivitas ini. Dia hanya tengkurap menjadi penonton saat adik-adiknya berkegiatan. Sambil sesekali dia memprotes jika alta salah melakukan instruksi.

Namun ternyata dia yang kinestetik (sudah sejak usia 5 tahun abang daffa diketahui kinestetik) tak mau tinggal diam. Dan ikut pula mengerjakan aktivitas mencetak motif ini.
Dan saya pun memberikan tantangan pada abang kalo dia bisa bikin karya lebih rapi dan cantik. Saya akan membeli karyanya.

Langsung aja abang daffa semangat mengerjakan. Meski awalnya dia merasa ada sedikit kesalahan dari pekerjaannya tapi dipercobaan kedua hasilnya sangat cantik untuk ukuran pekerjaan anak cowok. Tapi buat saya bukan hasilnya yang terpenting. Memancing dia untuk berkarya tiap hari memang butuh berbagai strategi.

Aktivitas ini berlangsung 10 menit karena alta menyukai kegiatan ini. Dan abang sungguh girang saat saya membeli hasil karyanya seharga Rp 5.000,- dan alta turut menjual karyanya dengan harga Rp 2.000,-(alta memang suka berkompetisi).
Akhirnya aktivitas hari ini berhasil memancing mereka untuk berkegiatan bersama tanpa drama percekcokan antar sodara. 


Pengamatan gaya belajar anak diaktivitas mencetak motif ini ialah visual dan kinestetik.


*MengenalBeras
*Fayyas1,3y

Sembari memberi kegiatan pada alta, fayyas juga disibukkan dengan aktivitas mengenal beras. Kegiatan ini menstimulan motorik halusnya, memahami instruksi sederhana, memperkaya bahasa dan mengenal alat peraganya.

Setelah mempersiapkan bahan dan alat. Fayyas mengikuti arahan dengan sangat cepat. Dia langsung bisa paham apa yang harus dia kerjakan.

Dan ternyata altapun ingin pula ikut dikegiatan fayyas ini. Karena berasnya berantakan, tanpa diminta alta membereskan beras-beras yang berceceran dilantai.

Durasi mengerjakan aktivitas ini sekitar 5 menit. Fayyas tidak mau berhenti melakukannya. Berulang-ulang beras yang sudah dia pindahkan dari mangkuk kecil ke mangkuk lebih besar dituangkan kembali. Fayyas memindahkan beras tersebut dengan genggamannya. Sedikit demi sedikit dia telaten memindahkan biji beras tersebut ke wadah lainnya.
Selain melatih genggamannya kegiatan ini juga memperkenalkan dia dengan beras dan tekturnya.

Sedangkan  untuk alta, saya menstimulan dia untuk memungut biji beras menggunakan satu persatu jarinya (jempol dengan telunjuk, jempol dengan jari tengah dan seterusnya untuk ke 10 jarinya).

Pengamatan gaya belajar diaktivitas mengenal beras ini adalah Kinestetik



#Membaca Cerita


Kemudian kegiatan tidak berhenti disana. Alta meminta saya untuk membacakan cerita dari buku yang kemaren kami pinjam diperpustakaan. 


Dan dia memilih judulnya sendiri. Dan beruntungnya di buku tersebut ada cerita mengenai kupu-kupu. Memang kalo mengenai buku cerita, alta selalu minta dibacakan tidak hanya satu tapi bisa 2 atau 3 cerita itupun harus dengan kesepakatan kalo tidak maka dia akan marah.

Daffa dan alta sambil rebahan mendengarkan saya membaca cerita dengan seksama meski sesekali pertanyaan selalu terlontar dari mulut alta.Sedang de fayyas mendengarkan sampai  tertidur diayunan.


Pengamatan gaya belajar diaktivitas membaca cerita adalah Auditori

#kepingsalju
#Daffa12,5y


Selanjutnya dari obrolan dengan abang daffa, dia terpancing membuat karya lagi. Saya pun memberikan motivasi apabila dia bisa membuat karya terlebih yang original maka karyanya akan saya beli lagi.

Dan tetiba dia langsung mengambil kertas hvs dan gunting. Tak berapa lama dia memberikan hasil karyanya berupa keping salju. Dan saya menyukai karyanya tersebut. dan dia menawarkan harga untuk karyanya. Awalnya dia memberikan penawaran Rp 3.000,- untuk karyanya dan setelah tawar-menawar saya pun membelinya dengan harga Rp 2.000,-

Alhamdulillah semoga dengan penghargaan akan karyanya dalam bentuk uang dia bisa menambah uang sakunya. Karena memang dia hanya memperoleh uang saku dari apa yang dilakukannya atau dikerjakan.

Pengamatan gaya belajar di aktivitas keping salju adalah Kinestetik dan visual


Yuliana
Banjarmasin, 7 September 2017

Sabtu, 02 September 2017

SUP TULANGAN SAPI (ala saya)

Sup tulang sapi (perdana)



Rasanya apa saja yang berhubungan dengan yang namanya masakan apapun itu bisa berupa kue atau masakan lainnya adalah perdana buat saya.
Secara bidang ini adalah  ranah tidak suka dan tidak bisa. Tapi wajib dikerjain. Namanya juga mau keluar dari zona nyaman. Dan anak-anak adalah rekan yang oke buat mencoba apa saja bersama.


Seperti sore kemaren, nga pernah disangka kami dikasih 2 kupon. Awalnya Cuma satu saja tentu saja ini buat nenek (nenek kan janda berusia lanjut jadi wajarlah dikasih kupon kurban). Ternyata karena saya yang nyambut tuh kupon karena nenek sedang keluar kota. Panitia malah menambahkan 1 lagi.. ya diterima saja rezeki buat nenek lah.


Dan siang ini tugas abang daffa menukarkan kupon kurban tersebut ke panitia kurban dirumah salah satu warga. 2 kantong kresek hitam dengan berat masing-masing setengah kilo.

Tentu saja saya bingung mau dibikin apa nih daging. Sebelum nenek datang saya sudah memilah daging tersebut di beberapa plastik bening untuk penyimpanan daging supaya lebih higenis. Daging has dalam dikumpulin per porsi makan, daging dengan lemak juga dikumpulin dan tulang-tulang yang masih ada daging menempel inilah yang mau dibikin masakan.

Setelah serching beberapa resep di cookpad. Akhirnya daging tulangan tersebut saya putuskan disup aja. Kebetulan tadi siang karena keasyikan mencuci piring jadinya nasinya kekeringan dipanci.
Emang di rumah nenek kan masih masak nasinya dengan cara konvensional alias harus dipindah lagi ke dandang setelah diaron.

Sup tulangan sederhana jadi pilihan. Berhubung bumbu dan pretelannya nga punya alias emang nga ada persiapan akan dikasih daging ya akhirnya seadanya aja sup tulangan ini dibikin.

Butuh 1 jam merebus daging yang ada ditulangan agar empuk. Dan akhirnya sup tulangan dengan kacang tanah selesai ( sisa bikin kue kacang). Dalam sekejap habis ludes dimakan berlima.


Alhamdulillah meski darurat pembuatan dan bahannya. Yang penting semua suka dan ludesss.



Yuliana
1 September 2017

Jumat, 01 September 2017

SIMPLY ADHA

Idul adha ini tidak ada ketupat, tidak ada lapat, tidak ada sambal sate, tidak ada kue bolu yang ada adalah kue kering hasil project kami kemaren. Tidak ada bau baru, sepatu baru, sendal baru Cuma baju gamis warna hitam hasil permak buat alta.

Tapi alhamdulillah rezeki itu datang terus; dari subuh sudah dikasih lapat oleh tetangga, terus kue bolu gula merah dari datu, kue pisang dari sepupu, lontong sayur oleh tetangga ujung, pokoknya hari ini tetap kenyang ditambah dapat 2 kupon daging kurban pula.

Kenapa kami tidak bikin apa-apa karena memang nenek tidak ada dirumah, nenek dari kemaren ikut mudik ke kampung mertua adik saya. Karena ada hajatan pernikahan di sana.

Jadi saya tidak membuat apa-apa dirumah. Kami hanya memanfaatkan waktu lebaran ini hanya berlima. Berkumpul berlima dihari istimewa memang sangat langka terjadi. Kadang kami berkumpul setelah lebarannya atau sebelum lebarannya. Sedang dihari H sangat langka.

Dan lebaran inipun saya nga bisa ikut sholat ied karena 2 bocah telat bangunnya sehingga persiapan untuk ke mesjid terlambat.

Jadilah kami dihari raya ini, dimana orang pergi bersilaturahim ke keluarga lain. Kami memilih pergi ke taman saja.
Gelar tiker, bawa bekal semua yang diberi tetangga dan menyantapnya disana bersama-sama.

Selain menyantap makanan, kegiatan kami juga menemani bermain anak-anak dan melatih fayyas untuk belajar berjalan.

Memang fayyas sudah mampu berdiri tapi space di rumah kan terbatas sedang ditaman dia bisa eksplor apa saja. Selain dia bisa mengenal tektur tanah, mengenal tektur rumput, bebatuan, berbagai media jalan yang dilaluinya, menikmati kebebasan bergerak tanpa takut terjatuh, kotor (kotor disinikan Cuma debu), basah dan tentu saja disini arenanya luas.

Fayyas begitu menikmati petualangannya berlatih berjalan. Meski sepatu belum punya. Hanya dengan kaos kaki anti slip sudah membantu dia mengurangi panasnya paping batako yang dijalaninya.

Sedang alta terus saja bermain diwahana yang ada disana, sesekali harus mengalah dengan anak besar karena mereka merebut arena bermainnya. Tapi ini bisa melatih dia untuk percaya diri, belajar menahan diri, belajar menahan emosi dan belajar mengerti bahwa ini tempat umum yang siapa saja bisa ikut main .

Saya hanya mengamati saja dari kejauhan dan memantau apabila dia butuh bantuan.
Dimana abang daffa, abang daffa setelah sholat ied langsung hilang entah kemana? Jadi dia nga ikut pas ke taman ini.

Seharian ini ada beberapa kali anak-anak keluar rumah. Ada yang minta ditemani melihat sapi yang belum disembelih karena sapi yang dikomplek udah keburu selesai penyembelihannya.


Yuliana
1 sepetember 2017