Jumat, 15 September 2017

AKU MELIHATMU

#Day9
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

Pengamatan hari ke 9

Sudah hari ke 9 aja nih. Nga kerasa. Apa mungkin karena aktivitas yang dilakukan memang yang saya suka dan anak-anak suka.

Pagi ini saya tetiba sakit perut. Meski begitu saya harus  menerima tugas di sesi Jumat Hangat grup Bunsay IlP Kalimantan batch#2.

Meski body masih agak lemes karena berulang-ulang harus ke belakang. Saya juga masih harus menjawab sharing dan pertanyaan yang masuk dengan disambi menemani fayyas bermain.
Awalnya abang Daffa yang menemani dek fayyas maen di rumah tetangga. Namun karena sudah mengantuk jadi dek fayyas bobo diayunan.

Saya menemaninya masih dalam posisi rebahan karena masih lemes.

Pengamatan : Visual

#Lihatlah saya

Sore kemaren saya sengaja membeli karton putih untuk kegiatan kami hari ini. Setengah dipaksakan meski body rontok. Anak-anak minta aktivitas yang dijanjikan yang berhubungan dengan karton tersebut.

Saya mulai membentangkan kertas karton di lantai dengan selotip agar tidak bergeser. Kemudian meminta Fayyas berbaring.
Yah...namanya juga bocah, bukannya telentang, dia malah tengkurap. Jadilah saya mulai mencetak bentuk badannya dengan cepat karena beberapa kali dia bergerak.
Melihat fayyas dibikinkan gambar dirinya, Alta juga kepengen. Dan saya pun membuat untuk alta meski ukuran tubuh alta lebih panjang dari kartonnya.

Gambar selesai, fayyas selalu menatap gambar tersebut, selain menatap dia berulang-ulang mengelus, menyentuh dan duduk diatasnya.

Kamipun mulai menggambar mata, hidung, telinga dan bibir. Satu persatu diperkenalkan ke fayyas nama-nama anggota tubuhnya sambil menyentuh bagian tubuhnya ( misalnya : ini mata fayyas, tangan saya menyentuh gambar mata dikarton terus menyentuh mata fayyasnya).

Dan alta sangat konsen dengan gambarnya dan mewarnai bagian baju di gambar tubuhnya. Dan tentu saja sambil bernyanyi lirih.

Kegiatan ini melatih pemahaman tentang bentuk tubuh, melatih pemahaman menghubungkan gambar dan tubuhnya sendiri. Pemahaman awal tentang nama warna, dan pengayaan bahasa.

Pengamatan : Visual, auditori, kinestetik

Yuliana
Banjarmasin, 15 September 2017


Rabu, 13 September 2017

BELAJAR DENGAN BATU DAN SENDOK

#Day8
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan hari ke 8


Pengamatan gaya belajar untuk Alta dan Fayyas yang begitu aktif kadang tidak tertangkap kamera.


Mereka berdua selalu punya rasa ingin tau yang tinggi dengan lingkungan sekitar. Terutama Fayyas yang baru bisa berjalan. 

naru semingguan ini fayyas bisa berjalan. Dia selalu melatih kakinya agar tidak goyang dan sempoyongan. Maklumlah rumah nenek memang sudah tua usianya. Beberapa bagian lantainya sudah agak miring apalagi area dapur. 


Dapur adalah tempat yang paling sering menjadi tempat fayyas berjelajah. Apapun yang bisa diraihnya akan diambil, ditarik, dipindah, dihempaskan, dibanting, ditumpahkan, dipecahkan, dicampuradukkan, dihabiskan dan dijatuhkan. Di dapur memang tidak ada meja tinggi sehingga bisa mengamankan perabot. Hampir semua diletakkan dilantai, termasuk kegiatan cuci piring juga dilantai.


Untuk memenuhi dan menstimulan rasa ingin tau mereka, saya terus mengumpulkan checklist kegiatan yang bisa mereka kerjakan dengan rasa senang dan ketagihan. 


Pagi hari adalah waktu yang bagus buat mereka.

Sebelum memulai kegiatan saya memanggil alta yang sedang maen di halaman untuk mengumpulkan batu kerikil buat belajar dek fayyas.


#BermainMusik 

#Fayyas1,4y #Alta4,5y


Tema mereka sama tapi peralatannya berbeda. Batu yang dikumpulin alta tadi dimasukkan ke botol bekas minuman sebagai alat musik buat fayyas. Botol tersebut saya goyangkan sehingga menimbulkan bunyi/suara. 

Fayyas langsung tertarik dengan botol tersebut dan mulai menggoyangkannya pula sambil melihat batu-batu yang ada didalam botol.


Sedangkan alta dengan sendok stenlis yang sudah saya persiapkan. Disusun sejajar dan dipukul dengan dengan sendok lainnya. Dari sendok yang dipukul itu menghasilkan bunyi dan nada. Alta menyukai musik dan irama. Jadi dia dengan mudah menirukan apa yang saya contohkan.


pengamatan : auditori, kinestetik


#Memasukkan dan Mengeluarkan batu dari botol


Rasa penasaran Fayyas dengan batu-batu tersebut membuat dia pengen mengambil batu-batu tersebut. 

Awalnya dia coba memasukkan jarinya yang mungil. Tentu saja tidak bisa meraih batunya. Kemudian saya terus amati. Dia mulai mengoyangkan botol yang sudah tidak menggunakan tutup botolnya lagi. Ternyata ekperimennya menggoyangkan botol tidak bisa mengeluarkan batunya. Tentu saja dia mencoba terus sampai si botol diposis terbalik. Tidak langsung bisa keluar. Karena diantara batu-batu itu ada yang cukup besar yang menutupi mulut botol. Terus dicobanya, digoncangnya dengan kuat. Ekspresi wajahnya benar-benar fokus dan akhirnya batu tersebut satu persatu tidak sekaligus jatuh dari mulut botol, fayyas tampak senang. 


Namun ternyata rasa ingin taunya tidak sampai disitu saja, batu-batu yang jatuh tersebut dimasukkannya kembali ke dalam botol dan ini berulang-ulang sampai dia tidak menyadari kegiatan apa yang alta lakukan. Benar-benar fokus dan ini cukup lama sampai 10 menit.


Pengamatan : Visual, Kinestetik


#Mengenal angka 1234

#Alta4,5y


Konsep mengenal angka memang tidak prioritas saat ini. Saya baru mau mengenalkan angka 1234 dengan konsep realnya bukan dalam bentuk hapalan.

Seperti apa hubungannya simbol angka 1 dengan benda berjumlah 1 (contoh : 1 jari, 1 sendok, 1 spidol). Alat peraga yang digunakan adalah sendok, spidol, jari jemari, flashcard).


Saya coba pancing daya ingat alta dengan maen tebak-tebakkan simbol angka diflashcard (pernah kami buat saat game level #3) dengan jumlah spidol yang saya jatuhkan, jumlah jempol yang saya acungkan, jumlah sendok yang saya berikan. Tampak alta menikmati permainan ini. Dia minta terus dan terus.


Kemudian saya kasih tantangan lainnya. yaitu mengumpulkan batu sebanyak 4 buah. Dipercobaan pertama dia masih membawa banyak batunya. Dikedua pun masih sama. Saya terus memberi semangat dan mendampingi dia menghitung batunya. Dan dipercobaan ketiga dia berhasil mengumpulkan 4 batu dan memberikannya ke saya. 


Memang mengenalkan kognitif ke anak balita harus punya strategi yang fun. Saya pun harus terus belajar dalam mengenalkannya. 

Saya pengen anak saya bukan saja hapal tapi paham tentang konsep matematika agar matematika tidak jadi momok yang menakutkan (seperti saya yang nga suka matematika sejak SMP). 


pengamatan : Visual, Auditori, Kinestetik



#MenggambarPohon

#Alta4,5y


Hari menjelanb siang, ada sepupu alhdan yang baru pulang dari sekolah TK nya. Dia pulang sendiri. Karena sudah terbiasa apabila mamanya tidak menjemput.


Tetiba merrka meminta kertas buat menggambar. Menggambar memang menjadi kegemaran mereka jika ketemu. Entah apa yang mereka gambar yang jelas aktivitas ini adalah inisiatif mereka sendiri.


Alta sudah sibuk menggambar pohon katanya. Dia memilih warna suka-suka dia. Dek fayyas tak luput juga nimbrung pengen ikut memegang spidol dam crayon.

Saya memang selalu menyediakan kertas buat anak dan sepupunya apabila mereka ngumpul mau menggambar. 

Pengamatan : visual


Yuliana
Banjarmasin, 14 September 2017

Memasukkan Batu ke dalam botol
Mengeluarkan Batu dari dalam botol
Bermain musik dengan sendok
Mengenal Angka 1234 
Mencari batu 4 buah
Menggambar bersama
Menggambar Pohon 

Selasa, 12 September 2017

PLAYDATE PERPUSTAKAAN

#Day7
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

#Playdate

Jadwal Rabu kami adalah pergi ke @PustardaKalsel. Seperti biasa kami akan mengembalikan buku dan meminjam lagi.
Namun kali ini kami tidak sendiri. Kami akan playdate dengan keluarga homeschooling lainnya.

Saya dan mba Siska Aryani memang beberapa bulan yang lalu merintis komunitas homeschooling di Banjarmasin.
Alhamdulillah anggotanya ada 16 famili.  Cuman memang untuk mengadakan playdate masih rada bingung memilih aktivitas yang bisa dilakukan semua umur dan tentu saja waktu yang memang harus disiapkan untuk serius mendampingi belajar dan bermain mereka sekaligus untuk bisa memantik anak-anak menjadi pembelajar mandiri.

Kali ini saya hanya membiarkan anak-anak melakukan aktivitas kesukaan mereka sambil terus mengamati gaya belajar mereka.

Abang Daffa yang selalu punya energi lebih langsung saja berlarian di ruang perpustakaan (bagian anak) bersama kaka aqila, mas satrio dan delisa. Alta pun tak luput berkejaran.

Setelah rada ngos-ngosan satu persatu menyatakan haus. Dan akhirnya mulai mau duduk dibangku yang tersedia.

Karena hari kerja jadilah kami saja yang tampak menghebohkan perpustakaan bagian anak ini.

Anak-anak semuanya mulai memilih buku bacaannya. Ada yg larut dalam bacaannya. Ada yang cuma liat sebentar terus cari lagi.

Abang daffa beberapa kali menunjukkan buku apa yang ingin dipinjemnya.
Sedang untuk alta, saya yang memilihkannya.

Saat saya sedang ngobrol dengan mba siska, alta menyodorkan puzzle huruf yang pengen dia pasang.

Ternyata alta masih ingat apa yang kami pelajari rabu lalu. Sampai selesai mengerjakan dia anteng duduk disamping saya. Setelah selesai puzzle yang ini dia mulai mencari puzzle sambungan abjadnya. Dan dia pun mengerjakannya di pojok yang lain.

Alta memang selalu tertarik dengan berbagai warna, kartu-kartu, gambar-gambar. Dia mudah mengingat hanya dengan melihat gambarnya.

Sedangkan dek fayyas sedari tadi sudah menemukan mainan yang dia temukan sewaktu masuk perpus. Yaitu bola hijau. Dia sampai nga mau melepasin bola tersebut dari tangannya. Meski para kaka-kaka suka jahil padanya dengan merebut bola tersebut.

Memang bola ini  disediakan perpus. Tapi sehari yang lalu saya membelikan bola kecil juga untuk fayyas dalam rangka melatih kordinasi tangan-mata yaitu menangkap dan menendang bola.

Tak pernah terlihat capek meski harus selalu turun naik wahana permainan, dikejar abangnya, dan  mengejar bolanya juga.

Playdate kami hari ini akan terus kami agendakan agar anak-anak selalu punya aktivitas positif dan mempererat homeschooling kami.


Pengamatan : visual, auditori, kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 13 September 2017

Senin, 11 September 2017

YIHAA...WUS KUDA

#Day6
#Level4
#GayaBrlajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Sebenarnya jadwal hari ini memang sudah ada namun kadang anak-anak selalu saja ada yang mereka lakukan sendiri.

Seperti pagi ini, bersama Apihnya mereka bermain kuda-kudaan.
Awalnya Alta yang menaiki punggung Abang dan melihat alta menaiki punggung abang, Fayyas langsung mencengkram lengan abang sampai alta terjatuh dari atas punggung.
Berulang-ulang dia melakukan hal itu. Pertama kami mengira karena dia tidak suka alta menaiki punggung abang karena mungkin dikiranya abang kesakitan.

Ternyata dia juga pengen menaiki punggung abangnya.
Rupanya karena beberapa kali dia melihat cara alta menaiki punggung abang, diapun langsung cekatan seperti sudah terbiasa memanjat punggung abang yang sudah dalam posisi merangkak.

Rebutan tentu saja terjadi. Alta juga pengen tetap bisa menaiki punggung abang. Ada tangisan tentunya. Namun akhirnya Apih bersedia dinaiki punggungnya.

Berkali-kali fayyas mencoba memanjat namun selalu terjatuh ke sisi tubuh Apih. Dia terus saja semangat dan nga mau menyerah. Sampai akhirnya dia berhasil naik dan berpegangan dibaju apih.

Beberapa kali pula baju apih kesingkap dan membuat fayyas jatuh tergelincir.

Akhirnya mereka berempat bermain kuda-kudaan diatas kasur diruang tengah rumah.
Untuk menangkap momen tersebut sangatlah susah. Beberapa kali hasilnya goyang karena aktifnya gerakan mereka.

Pengamatan : Kinestetik

Yuliana
Banjarmasin, 12 September 2017

TAMAN SATWA

#Day5
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan hari ke 5 ini, dimulai dari berkunjung ke Taman Satwa. 

Jadwal ini sebenarnya dadakan dan tidak termasuk dalam checklist aktivitas kami. Namun sabtu kemaren pembicaraan mengenai hal ini tercuat. Jadi anak-anak pun semangat untuk pergi.


Setelah perjalanan yang cukup lama karena melewati jalan alternatif untuk mencegah terjebak mancet. Kamipun tiba di taman satwa yang satu-satunya dikota kami tercinta ini.


Taman ini memang tidak terlalu luas, jadi tidak terlalu sulit untuk kami mengelilinginya dengan berjalan kaki saja. Dan dihari senin ini taman sepi pengunjung. Karena alasan itulah kami selalu memilih weekday untuk berkunjung ke berbagai tempat.


Tiket masuk Rp 10.000 untuk kami berempat (sudah termasuk parkir) . Cukup membuat kami leluasa berjelajah ditaman ini.


Anak-anak langsung memasuki bangunan berbentuk ikan besar. Dan didalamnya ada 4 aquarium besar yang diisi oleh berbagai ikan termasuk ikan nemo. 

Abang antusias melihat ikan tersebut. Karena beberapa hari yang lalu dia baru membicarakan soal ikan nemo yang ada dijual di sebelah komplek. 


Zona ikan ini tempatnya kecil dan tak banyak ikan yang bisa diamati lagi kamipun keluar dan melanjukan ke zona yang lain. Di taman ini ada beberapa zona ; ada zona aves (berisikan burung), zona rusa, zona buaya, zona satwa air, zonaa primata, dan zona reftil. Taman juga dilengkapi mushola, toilet dan ada panggung pula.


Sayangnya ada hewan yang tidak lengkap lagi. Seperti zona reftil yang tampaknya sudah lama tidak digunakan, berhubung pintu zonanya dikunci.


Abang daffa sejak awal masuk taman satwa ini sangat suka berkeliling ke berbagai kandang hewan-hewan itu. 

Tak henti-hentinya dia meminta saya untuk mengikuti dia melihat semua hewan penghuni taman. Dari zona rusa karena sebelumnya saya tidak melihat ada rusa di dalam kandangnya. Kemudian bersama-sama mengamati zona buaya menunggu kalo memang benar ada buaya disungai tersebut. Dilanjut melihat kelelawar dikandangnya dengan posisi mereka yang terbalik. 

Tapi ada satu hewan yang benar-benar diikuti abang daffa meski dibalik kawat pagarnya. Yaitu bebek penyelam. Kami biasanya menyebutnya dibanjar ‘itik sarati’. Hewan ini bisa berenang dengan cara menyelam. 


Saya jadi teringat waktu kecil dulu, (alm) kakek saya punya banyak bebek ini dibawah rumah beliau. Hewan ini sangat disiplin. Pagi berangkat ke sekitaran sawah dekat rumah (waktu itu masih banyak sawah disekitar rumah kami) bebas mencari makan/bermain namun sorenya pasti mereka pulang kembali ke kandang hanya dengan mendengar panggilan dari kakek saya dengan panggilan khusus.

 


Sedangkan alta. Sejak datang dia sudah tertarik dengan wahana bermain yang ada di taman seperti jungkatan, ayunan, main panjat san bergelantungan. Alta tidak berani mendekati kandang-kandang hewan tersebut meski ditemani. Dia kebanyakan hanya melihat dari kejauhan saja. 


Karena ada 2 orang yang berlainan minat jadinya saya membuat kesepakatan ke alta. Setelah selesai berkeliling, maka saya akan menemani dia bermain. 


Dan janji tersebut kembali dia ingatkan saat saya mau duduk leyeh-leyeh sehabis berkeliling sambil bergantian mengendong dek fayyas. 



Akhirnya dengan mempercayakan abang daffa mengawasi de fayyas yang mulai berjalan berkeliling. Saya pun menemani alta main ayunan, main panjatan, dan jungkatan. Abang daffa sangat memperhatikan papan nama disetiap pojokan taman. Seperti papan penunjuk arah keluar taman, papan bertuliskan awas binatang buas,papan setiap nama hewan disana termasuk papan nama tempat hewan yang sedang dikarantina.


De fayyas ternyata juga tertarik pengen mencoba apa yang dilakukan alta. Akhirnya kami berempat menaiki jungkatan bersama. 

Anak-anak benar-benar menikmati momen ini. Tawa mereka merekah saat saya menemani mereka naik jungkatan. Benar-benar seru pengalaman senin ini.


Pengamatan : visual, auditori, kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 11 September 2017








Sabtu, 09 September 2017

MENGGAMBAR BULAN

#Day4
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

Alhamdulillah sudah masuk hari ke 4. Pengamatan hari ini dimulai sebelum  subuh. Saya masih tidur sedangkan alta ternyata sudah bangun.

Sayup saya mendengar dia berbicara sendiri seperti biasa. Awalnya biasalah dia pasti bicara sambil maenin apa gitu..
Tapi ternyata dia lagi menggambar dengan spidolnya.

Karena penasaran apa sih yang dia lakukan. Saya pun menghampirinya. Saya pun mendekati sambil tangan saya mengaktifkan hape. Tentu saja ingin merekam aktivitasnya tersebut.

Tanpa ditanya, alta mengatakan kalo dia lagi menggambar bulan. Awalnya saya tidak tau dia lagi gambar apa. Ternyata bulan toh.. Seperti bulan sabit katanya. 

' Bolehkan bulannya berwarna macam-macam?alta bertanya. Saya pun mengiyakan. 'Terserah alta mau gambar/warna apapun asal alta senang melakukannya'.
Terus dia juga bilang kalo dia sudah rapi mewarnai tidak keluar garis lagi.

Saya memang tau dia telaten kalo mewarna. Tapi fokusnya kadang hanya sebentar jarang menyelesaikan mewarnainya.
Dan dia pun meminta saya untuk mengikutkan dia lomba mewarnai jika ada lomba lagi (karena beberapa waktu yang lalu sepupunya yang usianya lebih muda dan anak tetangga sebelahnya ikut lomba mewarnai). 


Diapun bertanya kenapa sepupunya tersebut bisa ikut lomba tapi mewarnainya saja masih keluar garis?. Kemudian katanya kenapa kok bisa menang mi? (Kata mama sepupunya tersebut). Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Namun saya katakan nanti ami tanyakan dulu ke tante. Altapun mengangguk.

Alta memang sudah sejak lama punya jiwa kompetisi tapi saya tidak begitu suka dengan berkompetisi yang beriming-iming hadiah yang berujung menjadikan mereka ujub.

Namun sayapun mengakhiri pembicaraan dengan mengatakan. Nanti jika ada lomba mewarnai lagi dan alta sudah punya meja mewarna. Alta boleh ikut lomba. Tapi tidak harus mencari menang ya?... Yang penting alta senang melakukannya dengan tuntas.

Pengamatan: visual-auditori



#Botol dan tutupnya

#Fayyas


Pengamatan gaya belajar fayyas lebih kepada menstimulan motorik kasar, motorik halus dan kordinasi mata-tangan saja.


Seperti siang ini setelah bangun tidur siang, saya mempersiapkan 4 botol bekas minuman untuk mengamati gaya belajar fayyas.

Mula-mula saya memberikan contoh apa yang harus dilakukan dengan botol-botol tersebut. 

Satu persatu tutup botol dilepaskan dari mulut  botol kemudian sembari memperagakan cara memasang tutup botol ke mulut botol, saya juga memberi tau warna masing-masing tutup botol tersebut.


Dipercobaan pertama fayyas langsung mengambil botol dan salah satu tutup botol yang ternyata benar pasangannya. Kemudian dia dengan perlahan memasukkan dan mencoba memutar.

Tak langsung berhasil. Tapi dia terus berusaha. Beberapa kali aktivitas ini sempat membuat dia sedikit kesal. Tapi dia tetap tidak meninggalkan botol-botol tersebut. 

Memang kalo untuk memasang dengan kenceng fayyas masih belum maximal. Tapi usahanya untuk terus mencoba tetap memperoleh aprisiasi. 

Sampai-sampai dia memasangnya sambil rebahan dan tetap terus mencobanya.


Pengamatan: Kinestetik, visual


Yuliana
Banjarmasin, 10 September 2017

MENGENAL UANG

#Day3
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan dihari ke 3 ini sengaja kami memilih berkegiatan diluar rumah. Tujuannya sih supaya anak-anak nga jenuh aja kalo tiap hari selalu dirumah atau disekitaran rumah melulu.


Lokasi yang dituju adalah sebuah mesjid di kota kelahiran saya. Mesjid yang menjadi kebanggaan warga Banjarmasin. Yaitu Mesjid Raya Sabilal Muhtadin. Jarak dari rumah kira-kira 20 menit naik motor.


Sesampainya disana, tetiba sinyal hp hilang entah kemana. Jadilah saya hanya bisa berharap mba Siska tetap akan datang dan bertemu dilokasi ini. Memang saya sudah janjian kopdar (dadakan) dengan mba Siska Aryani untuk membahas kegiatan komunitas Homeschooling Banjarmasin yang sedang kami rintis bersama.


Sembari menunggu, kami melakukan aktivitas yang memang sudah kami jadwalkan sebelumnya.


Kami memilih spot dibagian kiri mesjid (kalo dari depan mesjid). Spot ini banyak pohon besar dan rindang jadi rasanya lebih adem meskipun sebelah kanan tanahnya sudah dipaping. Tapi bagian ini lebih natural. Tanahnya pun masih dipenuhi rerumputan dan daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon-pohon besar tersebut.


#Mengenal Uang

#Alta4,5y


Jadwal aktivitas kami hari ini adalah mengenal uang. Tentu saja mata uang yang mau dikenalkan adalah Rupiah. Terutama uang kertas . Kenapa uang kertas? karena uang inilah yang kerap digunakan sehari-hari sedang jenis uang logam atau receh sudah jarang terlihat (kecuali belanja di pasar modern) atau lebih sering hanya ditabung dicelengan.


Uang yang kami gunakan adalah uang kertas mainan koleksi alta. Uang rupiah cetakan baru ini hampir mirip tampilannya cuma ada tulisan ‘uang mainan’ disalah satu sudut kertas uang tersebut.


Uang-uang kertas itu saya susun sesuai nominal. Ada 1.000, 2000, 5000 dan 20.000 karena nominal 10.000 tidak ada jadi saya gunakan uang kertas Rp 10.000,- asli agar tidak ada yang terlewat. 


Satu-persatu nominal tersebut dikenalkan kembali ke alta meski dia sudah sering melihatnya. Nominal tersebut dikenalkan dengan cara bercerita. Layaknya alta yang sering pergi ke warung adiknya nenek didepan rumah.

Seperti 1000 cukup membeli apa? 2000 biasanya bisa membeli apa saja? Alta diperkenalkan dengan gambar dan warna yang ada diuang kertas mainan tersebut karena alta memang belum diperkenalkan dengan angka-angka.


Abang daffa membantu alta memahami dan mengingat nominal uang kertas tiruan tersebut. Alta nampak anteng sampai sekitar 5-7 menit dengan cemilan biskuit yang selalu dikunyahnya. Dan abang daffa menemani sampai selesai pelajaran mengenal uang (juga sambil makan biskuit). Sedang de fayyas sama sekali tidak mengganggu proses pengenalan karena sedang makan pula ( ya gitu deh kalo ada makanan pasti semua anteng…hehe).


Kenapa saya mengenalkan uang diusia alta yang baru 4,5 tahun secara real buka memakai istilah atau menggunakan uang monopoli atau apalah karena dia tiap hari berinteraksi dengan uang. Alta memang keseringan jajan (uang diperolehnya dari 4 neneknya dan datunya) berhubung warung adiknya nenek ada didepan rumah jadi mau tidak mau dia terbiasa dengan kegunaan uang. Sedang rumah kami terdahulu jauh dari warung.


Setelah biskuit yang mereka cemil habis, barulah mereka mulai bergerak disekitar tiker yang kami gelar.

Taman mesjid ini sangat rindang dengan pohon-pohon besar, ada pohon beringin, palm, pinus dan lain-lain. 

Alta begitu tertarik dengan salah satu tanaman ditaman ini yaitu bunga putri malu. Dia berteriak memanggil saya setelah menemukan bunga tersebut. Satu persatu bunga tersebut disentuhnya berulang-ulang. Dan dia meminta agar kami bisa menanamnya pula dirumah. Tapi saya tidak tau bagian apa yang bisa dijadikan bibitnya, bunganya kah, putik, batang atau bijinya. Tapi alta tetap ingin membawa pulang tanaman tersebut. Meski sudah dijelaskan bahwa mengambil/memetik bunga tersebut akan mematikan bunganya (sayangnya ternyata bunganya ketinggalan ditaman).


Kemudian anak-anak langsung mencar disekitar mesjid. Mulai dari melihat air mancurnya, ke bagian bedugnya, teras dan ke tangga menuju lantai 2 mesjid (tidak masuk bagian dalam mesjid).

Anak-anak menikmati berjelajah dimesjid ini, berlarian dihalaman, ditaman, dan disepanjang teras mesjid. Terutama alta yang tersalurkan minatnya pada ranting-ranting kering. Dia langsung memungut dan mengumpulkan ranting-rantingnya. 


Dan 30 menit kemudian teman yang kami tunggu untuk kopdar mba Siska Aryani teman seperjuangan merintis komunitas homeschooling datang beserta anak-anaknya. 

Kopdar kali ini memang mau membahas tentang kegiatan yang mau kami lakukan bersama-sama. Karena anak-anak kami sama-sama usia sekolah jadi kami mau lebih intens menjadwalkan kegiatan bersama sekaligus berjelajah bersama.


Pengamatan : visual, kinestetik


#Mari Berjalan

#Fayyas1,4y


Salah satu alasan kami memilih berakativitas diluar rumah karena de fayyas yang baru bisa berjalan (3-4 hari). Dan berjalan tentu butuh ruang untuk berlatih berjalan. Berjalan-jalan di taman tentu sangat menyenangkan buatnya. Apalagi dia bisa berjelajah menikmati sekitar.


Saya hanya mengawasi kemana kakinya melangkah. Fayyas memang belum punya sepatu hanya kaos kaki tebal sebagai alas kakinya. Tapi kaos kaki ini sangat membantu dia dalam berlatih berjalan. Karena telapaknya dilengkapi karet sehingga dia tak mudah tergelincir.


Senangnya dia bisa merasakan langsung tektur tanah, memungut dedaunan kering, memegang daun dipohon (pendek), memungut ranting dan berlarian. Fayyas juga diajak abang daffa berjalan di teras mesjid dan menaiki anak tangga. Benar-benar senang liat ekspresi bahagia anak-anak berlarian kesana kemari bersama.


Pengamatan : kinestetik



#Menemukan Harta Karun


Anak-anak sejatinya memang suka berexplorasi dengan lingkungan sekitar mereka. Tanpa komando ataupun arahan mereka akan menemukan apa yang mereka minati masing-masing.


Dan karena sudah pada ketemu, setelah ngumpul sebentar, mereka mulai mencari apa saja yang menarik minat mereka disekitaran taman.

Mereka (Daffa, alta, aqila, satrio, delia tanpa fayyas karena lagi menyusu dan bobo) langsung berhamburan berlarian, berkejaran, menemukan banyak hal, menemukan harta karun yang bisa mereka perlihatkan ke kami emak-emaknya yang sedang asyik berdiskusi. 

Ada yang menemukan batang pohon terus dijadikan alat permainan, mencari bibit pohon palm yang banyak bertebaran ditanah (untuk dibawa pulang), mengumpulkan dedaunan dan lain-lain. 


Setelah cukup lama mereka bermain sambil belajar versi mereka. Mereka mulai merasakan haus dan lelah tapi tetap sanggup berkejaran dengan riak tawa yang selalu merekah diwajah kecil mereka.


Bibit pohon tersebut sampai rumah langsung ditanam abang dan alta.


Pengamatan : Visual, Kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 9 September 2017