Minggu, 17 September 2017

Abegeh Oh Abegeh....

#edisiDibuangSAyang

Awal datang ke taman kota. Kok saya rada risih ya? Apa karena pengunjung taman banyak? Nga juga! Malu dilaitin orang karena beda sendiri? Ah itu sih sudah biasa!. Ternyata yang membuat saya risih itu bukan jumlah yang banyak namun karena hampir 90% pengunjung taman adalah anak abegeh, anak bau kencur, anak pre baliqh, anak pra remaja, anak yang lagi cari jati diri..( emang saya udah nemu gituh jati diri sendiri?...)

Sesambil menemani anak-anak dan menstimulan mereka. Saya memperhatikan tingkah polah para abegeh tersebut. saya merasa semakin risih dan pengen RESEK..!!!

Saya hanya bisa elus-elus cadar saya aja..kalo saya tegur mereka jumlah mereka banyak..bergerombol pula & siapa saya? Saya hanya emak-emak yang bawa 2 bocah lagi maen.

Pemandangan ini sungguh mengkhawatirkan. Anak-anak yang didekat saya pada ngumpul kurlep 2m jaraknya dari saya. Berjumlah 8-10 orang (cowok-cewek) saling pangku rebahan dan mirisnya si cewek masih berjilbab pula. Mereka saling selfie dengan ngacungin jari tengah (berasa lucu kale ya…), maen stater2an (pernah happening nih). Ini tempat umum, tempat terbuka hanya ciuman aja kale yang belum meski sudah ada peringatan (spanduk besar terpampang di tengah taman). DILARANG BERBUAT ASUSILA.. apa arti asusila itu tidak banyak yang dimengerti mereka?

Belum lagi kerumunan anak-anak lainnya, yang pada berkerumun di wahana bermain dan ikut memainkannya padahal wahana tersebut hanya cocok untuk anak-anak (meski tidak ada tulisan khusus anak-anak kecuali mereka memang  masih merasa dikatagorikan anak-anak).  Gegara hal tersebut, alta jadi nga berani mendekati wahana permainan tersebut karena mereka ramai memainkannya.

Ada juga rombongan yang meminta uang sembari bawa okulele. Gimana nga keder wong mereka nyamperinnya lebih dari 20 orang.
Memang mereka tidak menghampiri saya. Mereka lebih menghampiri anak-anak abegeh yang pada ngumpul didekat saya.

Melihat semua itu, saya balik memikirkan abang daffa yang kebetulan hari ini nga ikut. Bagaimana dia melewati masa pre baliqh nya dengan bijak? Tak ikut alur kekinian? Tetap menjadi Daffa yang santun, yang tetap menjaga akhlak, sholat dan mengajinya.

Ya Allah hanya kepada ENGKAU , hamba minta perlindungan untuk abang daffa. Amin

Oiya balik ke cerita taman tadi, kenapa saya belum sempat 'resek'?
Karena ada 3 kejadian yang bikin anak-anak abegeh tersebut jiper..
Pertama, saya melihat dari kejauhan ada anak yang digiring satpol PP ke mobil patroli terus dibawa. Kemudian tak berapa lama, ada seorang bapak teriak menghentikan 2 orang abegeh. Dan 2 abegeh tersebut pun diangkut dengan motor sepertinya beliau adalah polisi karena dari tadi memang ada lomba yang pesertanya dari polsek di area samping.

Terus si bapak itu pula yang beberapa saat kemudian datang lagi dan meneriakin anak-anak abegeh yang ada ditaman untuk bubar dan pulang. Termasuk kumpulan abegeh yang duduk di dekat kami.

Jujur saya sedih… bukan karena nga sempet resek tapi melihat generasi muda penerus bangsa ini, seperti ini..
Ada yang LOST!!!...ada yang hilang dari mereka!!!
TAULADAN… baik dari rumah, sekolah dan lingkungan sekitar.
KARAKTER… seharusnya anak-anak ini mampu mengisi waktu mereka dengan sesuatu yang berharga karena tidak ada anak yang tidak berharga.
RASA MALU… kita lah orangtua/ televisi yang tak mendidik mereka untuk punya rasa malu  dan memelihara diri mereka sendiri.

Rasanya masih banyak kalo mau disebut satu-satu…tapi apalah saya ini..
Saya hanya seorang emak yang sekarang punya anak pre Baliqh yang selalu khawatir. Mampukah dia menghadapi zamannya yang tak selalu bisa saya dampingi.

Yuliana
Banjarmasin, 17 sepember 2017

JELAJAH TAMAN

#Day11
#Level4
#Gaya BelajarAnak
#Kuliah BunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP

#DAFschool
#Borneoschooling

Pengamatan hari ke 11

Alhamdulillah hari ini cuaca sangat bersahabat dan sayapun sudah fit setelah 2 hari body lemes karena sakit.

Pagi ini tanpa ada rencana kami bersiap menuju Taman Kamboja lagi. Mumpung cuaca bagus untuk santai di taman. Hari ini saya hanya mengajak 2 bocil; Alta dan fayyas saja. Abang daffa tidak mau ikut karena dia sudah punya acara sendiri bersama teman-temannya dan sepupunya.

Kami tiba di taman, masih dengan cuaca yang tidak terlalu panas juga tidak mendung. Sejuk deh..,cocok untuk bersantai pokoke.

Kelihatannya taman sangat ramai, maklumlah kan hari Ahad. Biasanya kan kami kemari selalu hari biasa. Tapi tak apalah sekaligus melatih anak-anak untuk bertemu banyak orang.

Spot yang biasa kami menggelar tiker masih kosong jadi kami putuskan tetap memilih posisi tersebut, kata alta lebih dekat dengan wahana bermainnya.

Diawali sarapan buryam, anak-anak menyuap buburnya masing-masing. Untuk alta, dia sudah rapi kalo makan. Untuk fayyas tentu saja lebih sering belepotan tapi biarlah namanya juga belajar. Kan bisa dibersihkan.

#Ayo Bermain Bola
#Fayyas1,4y

Bola memang sengaja dibawa untuk pengamatan belajar hari ini. Fayyas tertarik pada bolanya namun diawal-awal dia tidak mau bergerak sedikitpun dari tempatnya duduk untuk mengambil bolanya yang keluar/terlempar jauh dari tiker.
Dia hanya meringis atau teriak agar saya atau alta mau mengambilkan bolanya dan memberikannya ke dia.

Rupanya dia merasa tidak berani keluar atau berjalan dari tiker karena saya tidak bergerak juga dari sana. Baginya rumput dan lingkungan di taman ini masih belum familiar. Namun setelah saya bergerak dan berjalan keluar dari tempat saya duduk (tiker), fayyas pun mengamati kemudian dia langsung berdiri dan mengikuti saya. Setelah itu dia malah tidak mau balik lagi ke tiker kami.

Akhirnya maen bolanya hanya bertahan 2-3 menit saja.

Pengamatan : visual, kinestetik

#Berjelajah dengan kaki
#fayyas1,4y

Aktivitas ini paling lama dilakukan fayyas disekitaran taman. Dia mulai nyaman berjalan di taman, di rerumputan, diantara pohon-pohon, ditanah kerikil, dilantai paving, dikisi besi got, dan tak lupa memungut batu kerikil, mencakar-cakar tanah berpasir serta memanjat akar pohon yang menyembul ke atas tanah.

Alhamdulillah dari semuanya, fayyas sudah tau kalo apa yang dia pegang bukan makanan jadi amanlah buatnya.

Pengamatan : visual, kinestetik

#Mencari Helai Daun dan Bunga
#Alta4,5y

Setelah sarapan alta langsung minta izin untuk melihat bunga-bunga yang ada disekitar taman. Dan sayapun menugasi dia untuk mencari daun-daun yang ada ditaman. Tentu saja yang bisa diraihnya.
Memang saya sudah mempersiapkan aktivitas ini apabila kami berkunjung ke taman. Dan karena alta suka mengumpulkan daun dan bunga jadi klop deh.. tugas ini saya berikan ke dia. Dan alta tentu saja senang melakukannya.

Setelah kesana kemari (tidak jauh sih, pokoke saya masih bisa pantau dia). Alta bawa beberapa bunga dan daun. Ada yang saya tau namanya ada yang belum.
Kemudian dia datang lagi bawa ranting pohon. Dia susun berjajar terus dia hitung, meski masih salah hitungannya namun dia ternyata suka permainan berhitung dengan media apa saja.

Dan tak lupa juga menemukan bunga putri malu yang selalu membuat dia terheran-heran.

Pengamatan : visual, auditori, kinestetik

# Mendengarkan cerita
#alta dan fayyas

Karena sudah cukup penjelajahan mereka. Saya pun memanggil mereka untuk mengemil biskuit yang tadi kami beli di minimarket sebelum taman. Sembari mereka duduk ngemil, sayapun mengambil buku cerita yang kemaren kami pinjem di Pustardakalsel. Saya membacakan sebuah cerita tentang ‘kelebihan landak’.

Tentu saja sepanjang saya cerita, alta tak hentinya bertanya seperti, ’bulu landak kenapa tajam? rumput yang dimakan kuda kayak gini ya? Sambil nunjuk rumput ditaman dan lain-lain. Lamanya bercerita hanya 5 menit. Kemudian alta kembali mencari daun dan fayyas kembali berjalan dan menghampiri satu anak yang lagi main ditemani kakenya.

Pengamatan : auditori

Yuliana
Banjarmasin, 17 september 2017

Jumat, 15 September 2017

BERENANG-RENANG DI TEPIAN

#Day10
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Ibuprofesional
#IIP


#DAFachool
#Borneoschooling

Alhamdulillah sampai hari ke 10.

Hari ini tak disangka kami memperoleh tiket gratis tepat dihari kelahiran saya. Awalnya memang tidak punya rencana apa-apa. Kami memang tidak membiasakan ada acara Ulangtahun dan sejenisnya. Ya seperti biasa aja.


Namun ada cerita lain hari ini.


#sarapanNasiGoreng

#Berenang-Berenang di tepian


Subuh ini tetiba adiknya nenek datang dan mendatangi kami yang masih berleha-leha ditempat tidur. Abang dan fayyas sudah bangun sedangkan alta masih bobo. Menanyakan mau nga dikasih tiket gratis masuk waterboom yang kebetulan ownernya memang tetangga dekat rumah. 


Tentu saja abang mau. Dan kami memperoleh 4 tiket gratis.


Diawali sarapan pagi. Abang Daffa membikin sarapan nasi goreng dan dia sendiri yang membikinnya. Membeli bumbu instan ke warung adiknya nene disebelah rumah dan mengolahnya. Hanya sedikit bantuan dari saya yaitu menuangkan minyak sedikit diwajan. 

Sepuluh menit kemudian kamipun sarapan.


Setelah menyiapkan baju ganti, handuk dan air minum. Kamipun berangkat. Tak lupa nenek juga ikut.


Sesampainya di dalam waterboom. Abang Daffa langsung saja terjun ke dalam kolam sedangkan alta masih terlihat menyesuaikan diri dengan tempat ini. Memang alta belum pernah diajak ke sini meski jarak waterboom dari rumah kami hanya 3 menit naik motor. Dan melihat kolam yang banyak wahananya juga baru pertama. Saya pikir awalnya dia akan langsung suka tapi ternyata reaksinya sama aja ketika ke kolam biasa. Tetap butuh adaptasi dulu dan mencermati sekitar, melihat wahana-wahana perosotan, melihat bak besar diatas salah satu kolam, mencermati garis warna-warni di dalam kolam dan emlihat ruang ganti.


Kami adalah pengunjung pertama yang berenang disana. Memang dekat pintu masuk ada acara yang berlangsung.


Saat kami ke sana memang owner ada acara reunian. Owner memang tiap kali dia punya acara maka para tetangga akan diberikan tiket masuk gratis.


Setelah beberapa saat akhirnya alta pun memberanikan diri turun ke dalam kolam. Merasakan air kolam. Dia senang ternyata lantai kolamnya tidak dalam sehingga dia masih bisa berdiri dan berjalan-jalan dikolamnya. Cukup lama alta hanya berenang dipinggir kolam saja. Alta memang belum mahir berenang. 


Dan ternyata karena melihat abang dan alta bercebur, dek fayyaspun pengen pula. Awalnya dia menepakkan tangannya ke air, terus kaki tentu saja badannya masih dipegangin. Lama-lama dia merosotkan badannya pengen juga bercebur.


Beberapa saat saya nga mengabulkan dia untuk ikut bercebur. Fayyaspun tantrum dipinggir kolam. Saya hanya membiarkan dia menangis sejadi-jadinya. Tak pernah sebelumnya dia tantrum seperti itu.


Setelah dia agak redaan tangisnya, saya ajak dia jalan-jalan dipinggir kolam dan menenangkan dia. 

Rupanya dia masih pengen berenang atau masuk ke kolam seperti teman-teman lainnya. 

Akhirnya saya pun mengizinkan dia ikut abang bercebur. Abang mengendong ke tengah kolam, mendirikan fayyas dilantai kolam, dan berjalan didalam kolam. Fayyas sangat senang bisa merasakan airnya. 


Lebih dari 3 jam kami disana. Terlihat alta sudah menggigil kedinginan. Sayapun sudah mengganti baju fayyas setelah drama tantrum ada lagi pas dinaikkan dari kolam. Namun alhamdulillah setelah menyusu fayyas ketiduran.


Tak berapa lama alta menghampiri saya dan bilang 'aku kedinginan'. Dan kamipun mengakhiri acara berenang kami hari ini setelah bersih-bersih dan ganti baju.


Pengamatan : Visual, kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 16 September 2017

AKU MELIHATMU

#Day9
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

Pengamatan hari ke 9

Sudah hari ke 9 aja nih. Nga kerasa. Apa mungkin karena aktivitas yang dilakukan memang yang saya suka dan anak-anak suka.

Pagi ini saya tetiba sakit perut. Meski begitu saya harus  menerima tugas di sesi Jumat Hangat grup Bunsay IlP Kalimantan batch#2.

Meski body masih agak lemes karena berulang-ulang harus ke belakang. Saya juga masih harus menjawab sharing dan pertanyaan yang masuk dengan disambi menemani fayyas bermain.
Awalnya abang Daffa yang menemani dek fayyas maen di rumah tetangga. Namun karena sudah mengantuk jadi dek fayyas bobo diayunan.

Saya menemaninya masih dalam posisi rebahan karena masih lemes.

Pengamatan : Visual

#Lihatlah saya

Sore kemaren saya sengaja membeli karton putih untuk kegiatan kami hari ini. Setengah dipaksakan meski body rontok. Anak-anak minta aktivitas yang dijanjikan yang berhubungan dengan karton tersebut.

Saya mulai membentangkan kertas karton di lantai dengan selotip agar tidak bergeser. Kemudian meminta Fayyas berbaring.
Yah...namanya juga bocah, bukannya telentang, dia malah tengkurap. Jadilah saya mulai mencetak bentuk badannya dengan cepat karena beberapa kali dia bergerak.
Melihat fayyas dibikinkan gambar dirinya, Alta juga kepengen. Dan saya pun membuat untuk alta meski ukuran tubuh alta lebih panjang dari kartonnya.

Gambar selesai, fayyas selalu menatap gambar tersebut, selain menatap dia berulang-ulang mengelus, menyentuh dan duduk diatasnya.

Kamipun mulai menggambar mata, hidung, telinga dan bibir. Satu persatu diperkenalkan ke fayyas nama-nama anggota tubuhnya sambil menyentuh bagian tubuhnya ( misalnya : ini mata fayyas, tangan saya menyentuh gambar mata dikarton terus menyentuh mata fayyasnya).

Dan alta sangat konsen dengan gambarnya dan mewarnai bagian baju di gambar tubuhnya. Dan tentu saja sambil bernyanyi lirih.

Kegiatan ini melatih pemahaman tentang bentuk tubuh, melatih pemahaman menghubungkan gambar dan tubuhnya sendiri. Pemahaman awal tentang nama warna, dan pengayaan bahasa.

Pengamatan : Visual, auditori, kinestetik

Yuliana
Banjarmasin, 15 September 2017


Rabu, 13 September 2017

BELAJAR DENGAN BATU DAN SENDOK

#Day8
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Pengamatan hari ke 8


Pengamatan gaya belajar untuk Alta dan Fayyas yang begitu aktif kadang tidak tertangkap kamera.


Mereka berdua selalu punya rasa ingin tau yang tinggi dengan lingkungan sekitar. Terutama Fayyas yang baru bisa berjalan. 

naru semingguan ini fayyas bisa berjalan. Dia selalu melatih kakinya agar tidak goyang dan sempoyongan. Maklumlah rumah nenek memang sudah tua usianya. Beberapa bagian lantainya sudah agak miring apalagi area dapur. 


Dapur adalah tempat yang paling sering menjadi tempat fayyas berjelajah. Apapun yang bisa diraihnya akan diambil, ditarik, dipindah, dihempaskan, dibanting, ditumpahkan, dipecahkan, dicampuradukkan, dihabiskan dan dijatuhkan. Di dapur memang tidak ada meja tinggi sehingga bisa mengamankan perabot. Hampir semua diletakkan dilantai, termasuk kegiatan cuci piring juga dilantai.


Untuk memenuhi dan menstimulan rasa ingin tau mereka, saya terus mengumpulkan checklist kegiatan yang bisa mereka kerjakan dengan rasa senang dan ketagihan. 


Pagi hari adalah waktu yang bagus buat mereka.

Sebelum memulai kegiatan saya memanggil alta yang sedang maen di halaman untuk mengumpulkan batu kerikil buat belajar dek fayyas.


#BermainMusik 

#Fayyas1,4y #Alta4,5y


Tema mereka sama tapi peralatannya berbeda. Batu yang dikumpulin alta tadi dimasukkan ke botol bekas minuman sebagai alat musik buat fayyas. Botol tersebut saya goyangkan sehingga menimbulkan bunyi/suara. 

Fayyas langsung tertarik dengan botol tersebut dan mulai menggoyangkannya pula sambil melihat batu-batu yang ada didalam botol.


Sedangkan alta dengan sendok stenlis yang sudah saya persiapkan. Disusun sejajar dan dipukul dengan dengan sendok lainnya. Dari sendok yang dipukul itu menghasilkan bunyi dan nada. Alta menyukai musik dan irama. Jadi dia dengan mudah menirukan apa yang saya contohkan.


pengamatan : auditori, kinestetik


#Memasukkan dan Mengeluarkan batu dari botol


Rasa penasaran Fayyas dengan batu-batu tersebut membuat dia pengen mengambil batu-batu tersebut. 

Awalnya dia coba memasukkan jarinya yang mungil. Tentu saja tidak bisa meraih batunya. Kemudian saya terus amati. Dia mulai mengoyangkan botol yang sudah tidak menggunakan tutup botolnya lagi. Ternyata ekperimennya menggoyangkan botol tidak bisa mengeluarkan batunya. Tentu saja dia mencoba terus sampai si botol diposis terbalik. Tidak langsung bisa keluar. Karena diantara batu-batu itu ada yang cukup besar yang menutupi mulut botol. Terus dicobanya, digoncangnya dengan kuat. Ekspresi wajahnya benar-benar fokus dan akhirnya batu tersebut satu persatu tidak sekaligus jatuh dari mulut botol, fayyas tampak senang. 


Namun ternyata rasa ingin taunya tidak sampai disitu saja, batu-batu yang jatuh tersebut dimasukkannya kembali ke dalam botol dan ini berulang-ulang sampai dia tidak menyadari kegiatan apa yang alta lakukan. Benar-benar fokus dan ini cukup lama sampai 10 menit.


Pengamatan : Visual, Kinestetik


#Mengenal angka 1234

#Alta4,5y


Konsep mengenal angka memang tidak prioritas saat ini. Saya baru mau mengenalkan angka 1234 dengan konsep realnya bukan dalam bentuk hapalan.

Seperti apa hubungannya simbol angka 1 dengan benda berjumlah 1 (contoh : 1 jari, 1 sendok, 1 spidol). Alat peraga yang digunakan adalah sendok, spidol, jari jemari, flashcard).


Saya coba pancing daya ingat alta dengan maen tebak-tebakkan simbol angka diflashcard (pernah kami buat saat game level #3) dengan jumlah spidol yang saya jatuhkan, jumlah jempol yang saya acungkan, jumlah sendok yang saya berikan. Tampak alta menikmati permainan ini. Dia minta terus dan terus.


Kemudian saya kasih tantangan lainnya. yaitu mengumpulkan batu sebanyak 4 buah. Dipercobaan pertama dia masih membawa banyak batunya. Dikedua pun masih sama. Saya terus memberi semangat dan mendampingi dia menghitung batunya. Dan dipercobaan ketiga dia berhasil mengumpulkan 4 batu dan memberikannya ke saya. 


Memang mengenalkan kognitif ke anak balita harus punya strategi yang fun. Saya pun harus terus belajar dalam mengenalkannya. 

Saya pengen anak saya bukan saja hapal tapi paham tentang konsep matematika agar matematika tidak jadi momok yang menakutkan (seperti saya yang nga suka matematika sejak SMP). 


pengamatan : Visual, Auditori, Kinestetik



#MenggambarPohon

#Alta4,5y


Hari menjelanb siang, ada sepupu alhdan yang baru pulang dari sekolah TK nya. Dia pulang sendiri. Karena sudah terbiasa apabila mamanya tidak menjemput.


Tetiba merrka meminta kertas buat menggambar. Menggambar memang menjadi kegemaran mereka jika ketemu. Entah apa yang mereka gambar yang jelas aktivitas ini adalah inisiatif mereka sendiri.


Alta sudah sibuk menggambar pohon katanya. Dia memilih warna suka-suka dia. Dek fayyas tak luput juga nimbrung pengen ikut memegang spidol dam crayon.

Saya memang selalu menyediakan kertas buat anak dan sepupunya apabila mereka ngumpul mau menggambar. 

Pengamatan : visual


Yuliana
Banjarmasin, 14 September 2017

Memasukkan Batu ke dalam botol
Mengeluarkan Batu dari dalam botol
Bermain musik dengan sendok
Mengenal Angka 1234 
Mencari batu 4 buah
Menggambar bersama
Menggambar Pohon 

Selasa, 12 September 2017

PLAYDATE PERPUSTAKAAN

#Day7
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling

#Playdate

Jadwal Rabu kami adalah pergi ke @PustardaKalsel. Seperti biasa kami akan mengembalikan buku dan meminjam lagi.
Namun kali ini kami tidak sendiri. Kami akan playdate dengan keluarga homeschooling lainnya.

Saya dan mba Siska Aryani memang beberapa bulan yang lalu merintis komunitas homeschooling di Banjarmasin.
Alhamdulillah anggotanya ada 16 famili.  Cuman memang untuk mengadakan playdate masih rada bingung memilih aktivitas yang bisa dilakukan semua umur dan tentu saja waktu yang memang harus disiapkan untuk serius mendampingi belajar dan bermain mereka sekaligus untuk bisa memantik anak-anak menjadi pembelajar mandiri.

Kali ini saya hanya membiarkan anak-anak melakukan aktivitas kesukaan mereka sambil terus mengamati gaya belajar mereka.

Abang Daffa yang selalu punya energi lebih langsung saja berlarian di ruang perpustakaan (bagian anak) bersama kaka aqila, mas satrio dan delisa. Alta pun tak luput berkejaran.

Setelah rada ngos-ngosan satu persatu menyatakan haus. Dan akhirnya mulai mau duduk dibangku yang tersedia.

Karena hari kerja jadilah kami saja yang tampak menghebohkan perpustakaan bagian anak ini.

Anak-anak semuanya mulai memilih buku bacaannya. Ada yg larut dalam bacaannya. Ada yang cuma liat sebentar terus cari lagi.

Abang daffa beberapa kali menunjukkan buku apa yang ingin dipinjemnya.
Sedang untuk alta, saya yang memilihkannya.

Saat saya sedang ngobrol dengan mba siska, alta menyodorkan puzzle huruf yang pengen dia pasang.

Ternyata alta masih ingat apa yang kami pelajari rabu lalu. Sampai selesai mengerjakan dia anteng duduk disamping saya. Setelah selesai puzzle yang ini dia mulai mencari puzzle sambungan abjadnya. Dan dia pun mengerjakannya di pojok yang lain.

Alta memang selalu tertarik dengan berbagai warna, kartu-kartu, gambar-gambar. Dia mudah mengingat hanya dengan melihat gambarnya.

Sedangkan dek fayyas sedari tadi sudah menemukan mainan yang dia temukan sewaktu masuk perpus. Yaitu bola hijau. Dia sampai nga mau melepasin bola tersebut dari tangannya. Meski para kaka-kaka suka jahil padanya dengan merebut bola tersebut.

Memang bola ini  disediakan perpus. Tapi sehari yang lalu saya membelikan bola kecil juga untuk fayyas dalam rangka melatih kordinasi tangan-mata yaitu menangkap dan menendang bola.

Tak pernah terlihat capek meski harus selalu turun naik wahana permainan, dikejar abangnya, dan  mengejar bolanya juga.

Playdate kami hari ini akan terus kami agendakan agar anak-anak selalu punya aktivitas positif dan mempererat homeschooling kami.


Pengamatan : visual, auditori, kinestetik




Yuliana
Banjarmasin, 13 September 2017

Senin, 11 September 2017

YIHAA...WUS KUDA

#Day6
#Level4
#GayaBrlajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#IbuProfesional
#IIP
#DAFschool
#Borneoschooling


Sebenarnya jadwal hari ini memang sudah ada namun kadang anak-anak selalu saja ada yang mereka lakukan sendiri.

Seperti pagi ini, bersama Apihnya mereka bermain kuda-kudaan.
Awalnya Alta yang menaiki punggung Abang dan melihat alta menaiki punggung abang, Fayyas langsung mencengkram lengan abang sampai alta terjatuh dari atas punggung.
Berulang-ulang dia melakukan hal itu. Pertama kami mengira karena dia tidak suka alta menaiki punggung abang karena mungkin dikiranya abang kesakitan.

Ternyata dia juga pengen menaiki punggung abangnya.
Rupanya karena beberapa kali dia melihat cara alta menaiki punggung abang, diapun langsung cekatan seperti sudah terbiasa memanjat punggung abang yang sudah dalam posisi merangkak.

Rebutan tentu saja terjadi. Alta juga pengen tetap bisa menaiki punggung abang. Ada tangisan tentunya. Namun akhirnya Apih bersedia dinaiki punggungnya.

Berkali-kali fayyas mencoba memanjat namun selalu terjatuh ke sisi tubuh Apih. Dia terus saja semangat dan nga mau menyerah. Sampai akhirnya dia berhasil naik dan berpegangan dibaju apih.

Beberapa kali pula baju apih kesingkap dan membuat fayyas jatuh tergelincir.

Akhirnya mereka berempat bermain kuda-kudaan diatas kasur diruang tengah rumah.
Untuk menangkap momen tersebut sangatlah susah. Beberapa kali hasilnya goyang karena aktifnya gerakan mereka.

Pengamatan : Kinestetik

Yuliana
Banjarmasin, 12 September 2017