Kamis, 31 Mei 2018

Pengenalan Gender Typing Dan Gender Role Dalam Sholat Berjamaah di Mesjid

#Day15
#FitrahSeksualitas
#LearningbyTeaching
#BundaSayangsesi11




Mumpung bulan ramadan, saatnya semua orang sedang rajin-rajinnya dan berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Ini adalah momen bagus untuk mengenalkan sholat di tempat lain karena selama ini alta melihat dan ikut sholat hanya di rumah saja.

Pengenalan mengenai gender typing dalam sholat adalah perempuan harus menggunakan mukena sedang laki-laki menggunakan sarung/celana dan kopiah.

Bahwa perempuan jika sholat harus menutup seluruh auratnya kecuali wajah dan telapak tangan saja. Meski tidak harus menggunakan mukena asalkan baju yang digunakan sudah memenuhi syarii maka bisa digunakan untuk sholat, seperti saya yang tidak pernah membawa mukena jika sholat di luar.

Begitu juga mengenai pembagian ruang untuk para perempuan sholat di mesjid juga dibedakan ini salah satu tahap mengenal gender role dalam fitrah seksualitas.

Bahwa laki-laki itu tempatnya di depan dan perempuan di belakang. Dan Tidak boleh bercampur baur dan bagian perempuan tidak boleh terlihat  oleh para jemaah laki-laki.

Disini Alta mengenal mengenai gender role dan gender typing dalam fitrah seksualitas sekaligus.


Yuliana

Rabu, 30 Mei 2018

Tantangan Mempersiapkan Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki Part 2

#day14
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11


Tantangan hari ke 14 ini adalah sambungan dari setor tugas day 13 kemaren.

Tantangan mempersiapkan fitrah seksualiatas pada anak laki-laki usia 2 tahun.

Fayyas tepat bulan 02 Mei kemaren berusia 2 tahun. Dimana dia sudah disapih tepat diusianya 2 tahun. Bukan suatu yag instan. Namun memang sudah dipersiapkan 1 tahun sebelumnya. Dan penyapihan ini tidak mengalami kendala berarti. Dalam 1 minggu saja Fayyas sudah bisa tidur malam tanpa rewel minta disusui.


Selama 2 tahun ini fayyas begitu dekat dengan saya namun tidak membuat dia tidak mandiri. Secara perkembangan motorik kasar dan kemandirian dia sudah bsia melakukan sendiri tanpa dibantu; seperti makan sendiri baik dengan sendok ataupun by hand. Minum dan menuangnya sendiri. Membawa piring kotornya sendiri kemudian mencucinya (meski belum bersih cling). Dan lain-lain.


Menurut fase fitrah seksualitas di usia 2 – 6 tahun harus dekat dengan kedua orang tuanya. Jadi kami berbagi tugas untuk mengenalkan perannya sebagai laki-laki.

Dan alhamdulillah meski ayahnya jarang ada dirumah namun sosoknya begitu dekat dengan Fayyas. Setiap dia dengar telepon atau pun videocall. Fayyas akan cepat merebut dan paling eksis bicara dengan bahasa ringkas khas anak usia 2 tahun.

Saya memang berusaha agar Fayyas akrab dengan ayahnya begitu pula suami mulai belajar dekat dengan Fayyas.
Tidak seperti dulu sewaktu putra pertama kami kecil. Beliau masih kaku dan jarang mau berinteraksi apalagi dekat dengan anaknya. Itu dikarenakan beliau sendiri dimasa kecilnya kehilangan sosok kedua orangtua karena sejak kecil dipisahkan oleh keadaan. Sehingga beliau pun tidak memiliki kesan mendalam bersama kedua orangtuanya.

Namun alhamdulillah beliau mau belajar dan membuka diri sekarang.
Karena di rumah tidak ada sosok laki-laki lain jadi ayahnya adalah sosok yang harus selalu dijadikan panutan dan teladan buat Fayyas agar jiwa kelelakiannya terpenuhi.


Di usia 2 tahun ini Ayahnya yang mengenalkan apa itu kemaluan, bagaimana membersihkannya, bagaimana cara buang air besar yang benar ( ini saat beliau membersihkan pupnya), bagaimana cara menyayangi abang dan kakanya begitu juga saya Amihnya dari sudut pandang laki-laki.

Kelekatan pada kedua orangtuanya  inilah yang penting dimasa 2 -6 tahun. Saya dan suami harus mengambil peran dan mengisi fase ini dengan berbagai hal yang bisa mengidentitaskan dia akan gender sejatinya.


Yuliana

Selasa, 29 Mei 2018

Tantangan Mempersiapkan Fitrah Seksualitas Anak Laki-laki

#Day13
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11




Saya memiliki 2 anak laki-laki. Yang pertama usia 13 tahun ( usia pra baliqh) dan yang kedua usia 2 tahun.

Mengenalkan fitrah seksualitas pada keduanya memang berbeda pendekatannya. Namun jauh sebelumnya saya sudah menerapkan dan mengenalkan fitrah seksualitas ini kepada anak sulung saya.

Saya mau cerita mengenai masa ketidak tahuan saya mengenai fitrah seksualitas.

Waktu si sulung  lahir ke muka bumi. Saya jujur surprise karena dia tidak seusai prediksi dokter kandungan saya waktu itu.
Saya sudah terlanjur membeli semua peralatan bayi berwarna pink kesukaan saya. Dan tentu saja tidak murah untuk mengubah warna dan semuanya menjadi kelelakian.

Akhirnya saya pun tetap menggunakan perlengkapan tersebut ke dia. Di awal usianya dia terlihat seperti anak perempuan. Selain berbaju bayi pink, rambutnya yang lebat dan kulitnya yang putih dikira orang lain dia adalah bayi perempuan. Sampai usianya 3 tahun. Meski dia sudah menggunakan baju laki-laki, namun rambutnya yang keriwil dibiarkan panjang sampai punggung.

Dan usaha saya untuk mengesankan dia anak laki-laki pun kadang tidak berhasil. Kemanapun kami pergi selalu ditegur orang lain kenapa anak perempuan dikasih peci atau baju lelaki.

Sejak  itulah saya pun menggunting rambutnya, mengubah semuanya. Benar-benar mendidik dia menjadi anak lelaki. Meksipun dikeluarga saya belum ada yang punya anak lelaki. Sehingga saya tidak punya referensi bagaimana mengasuh anak lelaki sejati.

Saya pun mulai membaca buku mengenai pengasuhan dan mulai memastikan anak saya tahu dan sadar bahwa dia bergender laki-laki.

Saya tahu itulah kesalahan saya. Apalagi peran suami saat dia masih kecil sangat minim. Dengan ketidaktahuan suami bagaimana ‘dekat’ dengan putranya membuat ada jarak antara mereka.

Alhamdulillah setelah menemukan sekolah dan ustad-ustad yang memberikan tauladan menjadi lelaki sejati dan anak laki-laki pun dipisah kelasnya akhirnya anak saya pun terpenuhi fitrah kelaki-lakiannya.

Perlahan-lahan saya terus berusaha agar ayahnya turut dalam pengasuhan pun mulai terlihat.  Meski tidak banyak namun sudah bisa membuat beliau sedikit mengambil perannya sebagai kepala keluarga dan memberikan tauladan yang baik sebagai laki-laki sejati.

Dan sekarang setelah adiknya lahir, saya, suami dan juga melibatkan abangnya memiliki tugas mengenalkan fitrah seksualitasnya terus menerus. Mengenalkan cara berpikir, merasa dan bersikap sesuai  fitrahnya yaitu seorang laki-laki sejati.

Yuliana


Senin, 28 Mei 2018

Review Pendidikan Seksual Dan Gender

#Day12
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11


Pendidikan Seksualitas Dan Gender

Siang ini saya coba cari di google dengan kata kunci gender identification.

Wow.
Saya terkejut saat membaca jabaran arti dari istilah gender identification tersebut.

‘Bagaimana pikiran dan rasa seseorang terhadap gendernya sendiri. Gender ini dapat selaras dengan seksnya yang ditunjuk saat lahir atau justru sepenuhnya berbeda..

Nah lo?
Apa coba?

Kemudian saya baca lagi kalimat berikutnya. Dan ternyata indentitas gender itu ditentukan diusia 3 tahun.

Masyaallah.
Ini tugas kita para orangtua nih. Berburu dengan waktu untuk secara tegas menentukan gender anak-anak kita sejak dini yaitu sejak lahir. Karena jika diusia 3 tahun belum matang akan identitas gendernya,  apa yang terjadi di tahun-tahun ke depan?

Jadi para orangtua harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mendidik anak-anaknya mengenal pendidikan seksualiatas sejak dini.

Bagaimana caranya?

Dengan permainan. Permainan yang bagaimana?
Misalnya :
Body tracing
Making doll

Dari permainan ini kita para oranguta bisa mengajak anak-anak untuk mengenal anggota tubuhnya baik yang boleh, tidak boleh dipegang  dan batasan aurat sehingga mencegah mereka menjadi pelaku dan korban pelecehan seksual. Dan tentu saja mengenal indentitasnya baik sebagai laki-laki atau perempuan.

Yuliana



Sabtu, 26 Mei 2018

Review Materi Pola Asuh

#Day10
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

Alhamdulillah, persentasi kelompok 9 menutup persentasi level.#11 ini.

Semakin hari semakin paham apa itu fitrah seksualitas. Teman-teman dengan berbagai sudut pandang menyajikan materi-materi keren untuk didiskusikan bersama.

Fitrah seksualitas memang sangat penting untuk dikenalkan sejak dini. Dan bagi orangtua wajib mengerti masalah ini. Bahwa fitrah seksualitas ini adalah penting untuk kenalkan, diterapkan dan dipraktekkan penecegahan serta menyebarannya.

Kita harus jadi benteng akan penyimpangan-penyimpangan yang ada di sekitar kita.

Jagalah anak-anak dari pengaruh negatif lingkungannya.

Bangun komunikasi produktif, belajarlah untuk mengasuh anak. Salah kafrah.

Jaga kondisi mereka. Tetap tenang jika ada peristiwa yg menegangkan


Yuliana

Yuliana

Jumat, 25 Mei 2018

Review 11 Poin Pendidikan Seksualitas untuk Anak

#Day9
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

11 poin pendidikan seks untuk anak

Dari 11 poin yang saya baca dari uraian kelompok 6  memang sangat penting untuk dikenalkan sedini mungkin mengenai fitrah seksualitas kepada anak-anak.

Jangan sampai kita lengah sehingga mereka akhirnya bertanya dengan ketidaktahuannya pada orang lain yang kita tidak yakin bahwa jawaban mereka itu bisa dipertanggungjawabkan.

Maka orangtualah yang harusnya sejak awal mengambil tanggungjawab untuk mengenalkan 11 poin tersebut kepada anak-anak sejak mereka mulai mengerti kata-kata sederhana kita.

11 poin tersebut adalah
Tumbuhkan budaya malu
Tumbuhkan jiwa maskulinitas dan feminimitas sesuai gendernya
Pisahkan tempat tidur anak
Mengenalkan waktu berkunjung
Mengenalkan mahram
Menjaga pandangan
Mendididk untuk menjaga kebersihan alat kelamin
Mendidik untuk tidak melakukan khalwat
Mendidik tidak berikhtilat
Etika berhias wanita muslimah
iltiham dan haid

Islam sangat menghargai wanita dan sudah memberikan pendidikan seksualitas di dalam Al Qur’an. Banyak ayat yang menjelaskan mengenai aurat, menjaga pandangan, menjauhi zina, bersikap sesuai gendernya dan lain-lain.

Orangtua harus terus bersabar meneladankan pada anak-anak mengenai 11 poin ini. InsyaAllah dengan ketekunan kita maka anak-anak akan menghargai suaha kita untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Yuliana

-----

Resume kelompok 6

Materi bisa dibaca disini http://bit.ly/PersentasiKelompok6

Tanya jawab

Pertanyaan dari  Bunda Nhepa

Umur berapa idealnya memisahkan anak laki-laki dan perempuan yg bukan mahram? Anak saya laki-laki 4thn 3bln masih bermain bersama teman sebayanya yg perempuan.

1. Mba nepha, dalam Islam anak dikatakan bukan mahrom adalah ketika si anak mengerti dan bisa membedakan lawan jenis yg disebut sebagai mumayiz biasanya berumur 7 tahun.
Jd tidak menunggu si anak baligh.
Seorang perempuan yg baligh tdk boleh mmbuka aurat dihadapan anak laki2 mumayiz yg bukan mahrom. Juga laki2 baligh tdk boleh memeluk, mencium dsb kepada anak permpuan mumayiz bukan mahrom

Namun mendidik anak untuk mengenalkan mahrom sebaiknya dilakukan sejak dini supaya pada saatnya nanti anak sdh mengerti dg pergaulan terhadap mahrom dan non mahrom

pertanyaan dari Bunda Feli
1 Bagaimana tanggapan teman2 ttg kasus yg lagi viral saat ini: Anak SD Menghamili Anak SMP

2.  Bagaimana sikap kita, seandainya anak2 kita tau kasus tersebut dari dari medsos?

1. Semua fitrah anak SD telah rusak (tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki). Menurut saya dari apa yang saya baca. Keluarga sebagainya tempat pertama anak tersebut belajar tidak nengcover kebutuhan rohani (fitrah keimanan) anak tersebut. Harus segera di tangain oleh orang yang berkompeten misalkan psikolog.

2. Kalau sudah terlanjur maka tugas kita mengajak diskusi. Perbanyak mendengarkan dan ketika sudah mengetahui pendapat anak, maka kita bisa memberikan pendapat bahwa itu salah. Bisa dikaitkan dengan agama, masa depan anak, dsb

2. Pertanyaan dari Bunda Cindy-Samarinda

Adakah tips utk mengajarkan anak menundukkan pandangan dan tdk berikhtilat?
Menurut sy ini yg sulit kr kondisi anak bersekolah. Walaupun di SDI tapi pergaulan tetap bercampur.

3. Halo mba cindy,

Cakep niy pertannyaannya terkait tips. Nah, coba sama2 kita diskusikan berdasarkan pengalaman kita masing2,  dengan pertanyaan seperti ini:

"Bagaimana cara kita menundukkan pandangan dan tidak berikhtilat?"

Yukkk teman2 kita jadikah diskusi kita, sebelum bertanya utk anak, cb qt refleksikan pertanyaannya ke diri kita sendiri dulu.