Senin, 21 Agustus 2017

SINGKIRKAN DEBU-DEBU ITU


Pagi ini seperti sudah kesepakatan dari forum famili kemaren, kalo hari ini kami akan bersih-bersih. Namun bersih-bersih kali ini bukan bersih-bersih rumah ataupun lantai apalagi halaman. Tapi bersih-bersih peralatan yang ada didalam rumah atau benda-benda yang sering digunakan.

Ide ini berawal dari alta yang lagi senang menggunakan semprot pembersih kaca milik nenek ading. Apa saja dia semprot dan bersihkan. Melihat hal tersebut mundullah ide saya untuk menyalurkan ide alta tersebut.

Kamipun mulai memilih kipas angin yang akan dibersihkan. Alta senang sekali membantu mengambilkan obeng yang biasa disimpan di meja tempat nenek fatimah biasanya mengaji.
Satu persatu komponen dari kipas angin kita lepasin. De fayyas juga tak luput dengan rasa ingin taunya yang tingi juga ikut nimbrung memegang kipas anginnya.

Kemudian bagian-bagian yang besarnya dibawa ke teras rumah terus disana alta langsung membersihkan kipas angin dengan kuas kering yang memang khusus buat membersihkan kipas angin. Dialnjut dengna kain lap dan semprotannya.

Sambil membersihkan saya coba bertanya ke alta, kenapa sih kita harus membersihkan kipas angin. Diapun menjawab agar anginnya deras.
Yah…alta memang sangat tergantung dengan kipas angin sejak kecil. Dia nga bisa tidur tanpa ada kipas angin didekat badannya. Kadang jarak kipas angin dengan tubuhnya hanya berjarak 50 cm. Meski hari dingin sekalipun kipas angin tetap harus ON. Kalo dimatikan pastilah dia akan bangun dan menyalakannya sendiri.

Terus kegiatan kami masih dengan bersih-bersih. Alta mengusulkan agar helm dia juga dibersihkan kacanya. Lanjut ke kaca helm saya dan apihnya. Dan alta selalu ingin dia sendiri yang melakukannya. Dia juga sudah mempersiapkan kertas koran sebagai pengering dari cairan pembersih kaca tadi.

Dia begitu senang kala helm-helm tersebut bersih karena hasil dari kerjaannya. Saya tentu saja senang melihat dia senang.

Kemudian dia menawarkan, ‘ayo kita bersih-bersih yang lain lagi, ami!’ namun kami harus mengakhiri bersih-bersih kami pagi ini. Karena nenek fatimah sudah datang dari pasar dan kamipun harus membantu nenek untuk memasak didapur seperti biasanya.

Project Team

Ketua : Alta

Pelaksana : Ami Yuliana, Fayyas



Yuliana
Banjarmasin, 22 Agustus 2017

#Day13
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

MENGENAL HEWAN QURBAN

#Day 12
#Level#3
#MyFamiliMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Project Team

Ketua : Ami Yuliana

Pelaksana : Alta, Daffa dan Fayyas




Melanjutkan Project kemaren, yaitu pengenalan mengenai ibadah qurban dan salah satunya dengan Mengenal Hewan Qurban. Kalo kemaren dikemas dengan storytelling dengan boneka jari. Pagi ini dengan media puzzle. 


Karena sebentar lagi Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut pula Hari Raya Qurban. Anak-anak dikenalkan dengan sejarah Hari Raya ini, seperti cerita Nabi Iberahim, Nabi Ismail, Mengenal salah satu hewan qurban yaitu sapi  dan secara tidak langsung belajar berhitung ( seperti berapa jumlah anggota tubuh sapi ; kaki ada 4, ekor ada 1, mata ada 2 dan seterusnya).


Dan alta meminta agar dia sendiri yang menggunting puzzle bergambar sapinya. Kemudian menyusunnya secara benar.

Alhamdulillah abang Daffa pun ikut membantu menyemangati adiknya menyelesaikan project ini dan tak lupa mengalihkan perhatian fayyas dari kegiatan yang dikerjakan saya dan alta.





Yuliana

Banjarmasin, 21 Agustus 2017

Sabtu, 19 Agustus 2017

YUK.. CERITA DENGAN JARI-MU

#Day11
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Project Team
Ketua : Ami Yuliana
Pelaksana : alta
Penggembira : de Fayyas

Sejak Alta lahir saya sudah memutuskan homeschooling untuk pilihan pendidikannya. Tentu saja teman-teman seusianya sudah dimasukkan ke sekolah termasuk anak-anak tetangga yang usianya sama dengannya juga sudah sekolah TK. Alta usianya 4,5 tahun.

Untuk itu saya sudah mempersiapkan materi pembelajaran yang memang tidak terjadwal secara sistematis untuk alta. Belajar materi hanya saat dia happy saja. Materi yang saya siapkan lebih banyak berupa stimulasi psikomotorik daripada kognitif. Kami lebih banyak jalan-jalan mengenal dunia nyata daripada belajar lewat media buku, video edukasi, worksheet,printable  dan lain-lain.

Saya tidak memaksakan sebuah pembelajaran buat anak-anak saya. Semua belajar sesuai fitrah mereka. Yang selalu ingin tau banyak hal.

Namun kadang alta selalu meminta diajarin belajar huruf atau angka seperti teman-teman atau sepupunya. Alta termasuk cepat dalam penerimaan pelajaran meski hanya dengan mengamati saja.

Dan pagi inipun, ruang tengah rumah menjadi ruang belajar kami. Materi worksheet dan printable sudah disiapkan.

Hari ini kami mau mengerjakan project dengan judul YUK..CERITA DENGAN JARI-MU. Mula-mula saya mengguntingkan printable gambar boneka jari yaitu berupa gambar hewan. Terus alta akan memilih hewan yang mau diceritakan oleh saya.

Dimulai dengan sapi. Saya menceritakan kisah sapi berhubung sebentar lagi lebaran Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya qurban.

Banyak pertanyaan dari alta tentang cerita sapi ini. Katanya dia pengen liat sapinya saat disembelih nanti.. ( dia nga tau emaknya ini takut liat hewan disembelih).

Kemudian berlanjut cerita bebek dan kuda. Sambil saya bercerita, tangan alta tak henti-hentinya membuat garis dibuku tulisnya.
Lanjut setelah cerita kami mulai membuat flashCard sambungan kemaren yaitu angka 6,7,8,9,10. Terus belajar logika yaitu membedakan benda tinggi dan rendah. Kali ini membedakan tinggi kursi tentu saja dengan diwarnai karena alta suka mewarnai.

Belajar seperti ini memang tidak butuh waktu lama. Karena rentan konsentrasi anak-anak sangatlah singkat. Jadi saya hanya memfokuskan kira-kira 10 menit saja untuk setiap kali kami belajar.


Yuliana
Banjarmasin, 20 Agustus 2017

Jumat, 18 Agustus 2017

ALIF BA TA

#Day10
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Project Team
Ketua  : Daffa
Pelaksana : Apih, Ami, Alta
Penggembira : Fayyas
Dokumentasi : Ami Yuliana



Berkumpul dan berkegiatan berlima buat kami sangatlah langka. Dan kami bersyukur seminggu ini Apih bisa bersama-sama kami menyelesaikan project famili.


Seperti pagi ini, ide abang Daffa untuk mengaji bersamapun diamini Apih. Kamipun memilih Taman Kamboja lagi untuk melaksanakannnya. 


Dimulai dengan alta yang belajar mengenal huruf hijaiyah dan mewarnai hijaiyahnya dengan warna yang dia suka. Alta selalu bertanya bolehkan dia mewarnai dengan berbagai warna. Sayapun membebaskan dia memilih warna sesukanya.


Kemudian abang Daffa memulai giliran pertama untuk mengaji buku iqranya kemudian Apih dan saya.


Alhamdulillah meski hanya sebentar saja mengajinya. Daffa sudah senang karena idenya dilaksanakan.

Kemudian kamipun bebas dengan kegiatan lainnya. Alta main diwahana main yang ada di taman, saya baca buku, dan Apih mengajak fayyas untuk latihan jalan di track taman.



Yuliana
banjarmasin, 19 Agustus 2017

Kamis, 17 Agustus 2017

BYUR....BYUR....CEBURR....


#Day9
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Project Team
Pimpro : Daffa
Anggota : Apih Dariatman, Alta
Dokumentasi : Ami Yuliana
Penggembira : Fayyas



Alhamdulillah cuaca Banjarmasin pagi ini mendung dengan sedikit gerimis. Namun tidak menghalangi project famili kami yang sudah diusulkan abang daffa bebrapa hari yang lalu yaitu berenang bersama.


Saya sudah lebih 7 tahun tidak pernah becebur dikolam renang lagi. Selalu jadi seksi dokumentasi. Kadang pengen banget rasanya menyeburkan tubuh ini ke air nan jernih tersebut, tapi malu sama pakaian yang saya kenakan.
Jadi saya sudah puas hanya dengan melihat senyum anak-anak dan suami saja yang terliat riang jika sedang berada di kolam renang.


Dan dengan persiapan seperlunya. Kami berangkat dengan motor. Karena abang sudah besar jadi abang tidak bisa ikut dimotor (karena berlima nga muat motornya).
Solusi yang apih berikan abang jalan kaki sampai batas yang dia sanggup terus bergiliran dengan kami dijemputnya. Dan abang Daffa menyanggupinya.
Memang kolam renang tidak begitu jauh dari rumah. Ada jalan pintas yang cukup dekat yang bisa ditempuh. Dan abang Daffa sudah terbiasa jalan kaki jauh.


Jam 9 pagi kami tiba di kolam renang Gelanggang Hasanuddin Banjarmasin. Tiket masuk yang kami bayar hanya untuk 3 orang @ Rp 8.000,-; yaitu untuk apih, abang daffa dan alta. Sedang untuk saya dan de fayyas tidak dikenakan tiket masuk. Karena jelas saya dan de fayyas tidak ikut berenang.

Kolam renang bagian anak masih sepi dan baru kami yang ada. Serasa kolam pribadi deh… anak-anak ganti baju dan byurrrrr… mereka semua bercebur…


Melihat senyum dan tawa mereka bersama apih di kolam renang rasanya kami adalah keluarga yang paling bahagia didunia. Kami benar-benar menikmati kebersamaan yang  jarang sekali kami rasakan.


Meski acara keluarga kami juga tetap membagi tugas dalam kegembiraan yang kami lalui yaitu Apih bertugas melatih dan menjaga alta untuk berani masuk ke tengah kolam. Sambil terus mengepakkan kaki-kakinya untuk bisa berani berenang.
Sedang abang daffa memang sudah mahir berenang dan menyelam. Selain itu abang daffa juga bertugas sebagai mata-mata saya jika ada orang lain (laki-laki) yang masuk area kolam anak jadi saya bisa segera menutup niqob saya.
Dan saya tetep…, bertugas sebagai seksi dokumentasi dan memastikan fayyas tidak kelaparan dengan meminjam ruang ganti wanita sebagai tempat memberi ASI ke fayyas.

Karena belum ada orang lain, jadi kami bisa seseruan bareng. Dari main kejar-kejaran di dalam kolam, foto-foto bersama, main beberapa wahana permainan yang disediakan sembari sesekali menceburkan kaki fayyas ke kolam karena dari tadi de fayyas seperti kegirangan melihat air.

Sudah jam 10.15 kamipun mengakhiri pertualangan seru kami di kolam renang ini. Karena pengunjung kolam bagian anak sudah mulai banyak dari rombongan sekolah.
Kolam renang juga akan tutup jam 10.45 karena hari ini hari Jumat, jadwal tutup kolam lebih cepat dari hari biasa.

Kesan anak-anak benar-benar happy karna bisa menikmati kebersamaan berlima lagi.



Yuliana
Banjarmasin, 18 Agustus 2017

MERDEKA MERDEKA MERDEKA INDONESIAKU!

#Day8
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP




Project Team
Ketua : Apih Dariatman
Pelaksana : Daffa, Alta
Dokumentasi : Ami Yuliana
Penggembira : Fayyas


Sudah lama rasanya tidak pernah ikut upacara bendera 17 Agustusan. Kangen juga. Namun sementara hari inipun kami hanya bisa menonton upacara bendera lewat layar kaca di televisi sebelah rumah.


Anak-anak pun menirukan sang komandan upacara mengomando pasukannya. Sungguh riuh ruang tengah rumah Datu oleh mereka. Menyanyikan lagu kebangsaan. Dan berlagak seperti pemimpin upacara.


Namun pagi ini tetiba saja alta sakit perut, tubuhnya tampak lemas dan pucat sepulang main dari rumah sepupunya. Setelah dia selesai di kamar mandi, dia minta bantal. Dan tak berapa lama dia tertidur. Alhamdulillah tubuhnya tidak panas.
Dan tak berapa lama pula, saya pun sakit perut. Dan berulang ke kamar mandi. Sehingga pimpro hari ini Apihlah yang mengaturnya.

Kami menjalankan berbagai hal dan dengan berbagi tugas pula; seperti membeli bubur untuk sarapan, abang daffa, fayyas dan alta (setelah siangnya agak mendingan) ikut menonton lomba, terus pergi ke bazaar buku, dan membuat flashcard angka dan abang belajar menggoreng kacang merah sendiri yang dibelinya sendiri di pasar disebelah komplek untuk cemilan menonton upacara di tivi.


Anak-anak senang karena kami selalu bersama melakukan banyak hal hari ini. Dan inilah cara kami mengisi hari kemerdekaan ini.


Bersama berlima buat kami dimomen penting itu langka. Jadi kami manfaatin selalu bersama-sama. Memang tak ada lagi upacara bendera setelah abang Daffa tidak sekolah formal lagi. Juga tidak ada bendera merah putih didepan rumah kami. 

Dan ternyata abang Daffa berani ikut salah satu lomba diacara tujuhbelasan tadi yaitu lomba lari karung jongkok dan juara pertama dengan hadiah uang Rp 8.000.


Tapi kami tetap INDONESIA, kami CINTA INDONESIA dan KAMI BANGGA dengan menjadi warga INDONESIA.


Yuliana
Banjarmasin, 17 Agustus 2017


Selasa, 15 Agustus 2017

INI MANDIRIKU MANA MANDIRIMU


#Day7
#Level#3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP


Project Team
Ketua : Ami Yuliana
Pelaksana : Daffa, alta
Co Helper : Apih Dariatman
Penggembira : de Fayyas


Rutinitas pagi dirumah kami sudah dimulai sejak subuh. Anak-anak sudah bangun dan sarapan seperti biasa. Hari ini kami mengerjakan project famili yang dikerjakan dalam waktu bersamaan tapi dengan berbagai kegiatan sesuai aktivitas masing-masing.


Latihan kemandirian seperti berinisiatif untuk mandi sendiri adalah suatu keharusan. Begitu pula mengenai laundry yang sudah harus pula masuk baskom cucian.

Semua orang disibukkan dengan aktivitas yang saling keterkaitan dengan saling membantu.
Seperti abang daffa membantu nenek fatimah didapur mengulek kacang untuk dibikin sambal kacang untuk lalapan. Sebelum dia mulai mencuci bajunya. Apih mengayun de fayyas sampai tidur, alta melipat baju-bajunya yang sudah kering sendiri dan saya masih mencuci disamping rumah.

Senang rasanya jika semua orang sudah mandiri dan saling membantu tanpa harus diminta.
Kemandirian inilah yang terus menerus kami tularkan ke anak-anak.  Berharap mereka memiliki lifeskill yang bisa menolong diri mereka sendiri nantinya jika mereka pergi jauh untuk mencari kehidupan mereka sendiri nantinya.

Yuliana
Banjarmasin, 16 Agustus 2017