Minggu, 08 Juli 2018

Day 4 Khan Academy

#Day4
#Tantangan10Hari
#level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia




Teknologi memang berkembang pesat. Kita saja yang keseringan malas untuk belajar dan senang diam di tempat.

Saya hari ini mau mengulik aplikasi yang kemaren ada diwebinar bunda Septi Peni Wulandari. Yaitu khan academy. Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama mengenai khan academy. Cuman dulu tahunya belajar di khan academy harus melalui website atau lebih gampangnya lewat laptop/komputer. Jadi karena laptop saya tidak mendukung hal tersebut akhirnya hanya jadi koleksi website yang jika suatu saat saya memiliki wifi di rumah maka anak-anak akan belajar melalui khan academy.com tersebut.

Dan ternyata sekarang saya baru tahu, jika khan academy sudah bisa diunduh melalui playsore. Dan gratis pula.

Setelah mengunduh, saya pun mulai berselancar melihat-lihat menu-menu didalamnya. Dan sekaligus mencobanya.

Ada video tutorial setiap latihan yang diberikan. Setelah kita mengerjakannya pun akan memperoleh poin. Yang tentu saja akan membuat anak-anak senang belajar melalui aplikasi ini.

Saya pun meminta abang Daffa untuk mencoba masuk ke menu paling mudah. Yaitu math counting. Tutorialnya cukup jelas dan mudah untuk mempraktekannya. Memang aplikasi ini masih menggunakan bahasa inggris. Namun suara tutornya sangat jelas menurut saya dalam memberikan instruksi.  Selain belajar math, ada sain, ekonomi keuangan, seni dan kemanusiaan, komputer sain, sejarah seni, biologi, kimia, astronomi, kosmologi, yang video tutorialnya bisa diakses di youtube juga.

Test perlevel juga tersedia. Tanpa masuk/daftar pun kita bisa mencoba mengerjakan tugas-tugasnya. Namun memang lebih baik kita mendaftar terlebih dulu sehingga bisa meneruskan grade dan poin yang kita peroleh diaplikasi tersebut.

Khanacademy.com sudah didirikan oleh Salman Khan sejak 2006. Dengan misi menyediakan pendidikan berkualitas tinggi untuk semua orang dimana saja.

Khanacademy.com adalah organisasi non profit. Sudah lebih ribuan orang menggunakan media belajar di khan academy untuk pendidikan.

Semoga review ini bisa menambah perbendaharaan situs belajar kita.

Yuliana

Sabtu, 07 Juli 2018

Day 3 Aplikasi Google Classroom

#Day3
#Tantangan10Hari
#level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Hari ke 3 ini saya mau mereview mengenai kelas online yang baru saya ikuti.  Yaitu aplikasi GOOGLE CLASSROOM.

Kelas online ini buat saya benar-benar baru. Mendengar katanya saja sewaktu diberitahu jika media belajarnya melalui google classroom. Saya agak sedikit bingung. Kenapa bingung karena hape saya (lagi-lagi hape) sudah tidak mampu mengunduh apapun.

Jadi demi belajar inipun saya harus mengikhlaskan beberapa aplikasi lainnya agar ada ruang kosong untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Mengunduh aplikasi google classroom hanya butuh 11MB. Aplikasi kelas online ini gratis. Syaratnya hanya punya akun gmail.

Selain bisa masuk lewat aplikasi. Bisa juga melalui websitenya www.classroom.google.com. Jadi tidak perlu mengunduhnya.

Kelas online ini biasanya digunakan oleh sekolah, lembaga non profit dan semua orang yang punya akun gmail.

Sewaktu saya masuk dengan menuliskan akun gmail saya. Ada pilihan apakah saya sebagai student atau teacher. Karena saya posisinya murid, jadi saya pilih student.

Setelah itu, tampil halaman yang cukup sederhana. Namun saya tidak bisa masuk ke halaman selanjutnya karena saya belum punya kode kelas. Jadi nanti ada menu yang meminta kita untuk memasukkan kode kelas yang tentu saja sudah diberikan oleh tutor/guru/pengajar atau yang berwenang akan kelas tersebut.

Aplikasi ini sangat bagus buat para pengajar, karena bisa membuat kelas, bisa langsung memberikan tugas, memberi nilai dan mengelolanya dengan mudah. Dan untuk pembelajar seperti saya tentu saja bisa mengumpulkan tugas dengan mudah dan cepat tanpa menggunakan kertas dan bisa juga untuk melihat tugas-tugas saya lainnya hanya dalam satu halaman.

Pengumpulan tugas juga bisa menggunakan dokumen, foto dan video. Yang langsung terhubung dengan google drive.

Karena sudah memiliki kode kelas yang diberikan fasilitator kemaren jadi saya pun bisa masuk ke dalam kelas dan absen. Kita pun jadi tahu siapa teman-teman kita yang sudah hadir dikelas.

Demikian review saya. Semoga bermanfaat.

Yuliana

Jumat, 06 Juli 2018

Day 2 Aplikasi FilmoraGO

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Hari ini saya akan mereview mengenai aplikasi FILMORAGO. Pertama kali mengetahui aplikasi ini dari putra sulung saya yang sedang mengeluti pembuatan tutorial untuk menjadi youtuber seperti impiannya.

Sebenarnya saya memang pernah menantangnya jika ingin menjadi youtuber maka cari aplikasi atau teknologi apa saja untuk bisa membuat video tutorial.

Sewaktu dia menjelaskan bagaimana filmora itu saya sangat tertarik untuk mempelajarinya. Namun saat itu hape saya belum bisa untuk unduh aplikasi lagi. Sedang laptop saya tidak menunjang untuk membuka internet (laptop versi jadul).

Dan alhamdulillah hari ini hape saya bisa mengunduhnya.

Baiklah ini sekilas informasi yang saya temukan setelah mengunduh dan mempraktekkannya.

Awalnya saya mengunduhnya diplaystore dengan kata kunci FILMORA. Memori pengunduhan sekitar 34MB. Filmora juga bisa dibuka melalui website http://filmora.wondershare.com

Aplikasi filmoraGo ini bisa digunakan untuk editing video, membuat video keluarga, membuat watermark di video kita, memberikan efek musik dan memberikan tema sesuai pilihan.
Aplikasi ini gratis namun jika ingin menghilangkan logo filmoraGo-nya dikenakan biaya sekitar Rp 26.000,-

Mengoperasikan atau menggunakan menu-menu yang ada didalam aplikasi juga sangat mudah. Dilayar depan, ada beberapa pilihan seperti:
Pilih (untuk memilih foto atau video yang ingin kita edit),
Musik (bisa memilih yang ada didalam aplikasinya atau memilih musik yang ada di media kita),
Transisi (memberi jeda antar gambar; ada banyak pilihan untuk jeda ini), dan
Edit Alat ( berisi pilihan memberi judul, mengatur posisi, kerat, dan lain-lain).

Untuk pilihan Tema, ada yang gratis dan berbayar. Pilihan gratis saya rasa sudah cukup banyak diaplikasinya.

Semua pengeditan dapat ditinjau secara langsung dengan mudah. Jadi kita bisa melihat satu persatu apa saja hasil editan kita sebelum disimpan dan dibagikan.

Video editan kita bisa langsung dibagikan ke berbagai sosial media yang kita punya. Seperti facebook, whatsApp, Instagram, youtube dan lain-lain.

Filmora ini saya rasa cocok untuk persentasi seminar, persentasi belajar, membuat album kenangan keluarga dan lain sebagainya.

Saya pun mencoba membuat satu video bersama abang Daffa. Abang Daffa meski ini pertama kali juga mengutak-atik aplikasi ini di hape, dia sudah sangat familiar dengan menu-menu yang ada didalamnya.

Saat kami membuat video dengan filmora, ada abang Daffa, Apih dan saya juga belajar bersama. Seru. Lewat aplikasi ini kami bisa bersama-sama belajar.

Semoga review ini bisa bermanfaat buat siapa saja.

Yuliana


Kamis, 05 Juli 2018

Day1 Level12

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayII
#KeluargaMultimedia

Seperti tugas yang diberikan bunda Septi Peni Wulandari di webinar tanggal 4 Juli 2018 kemaren. Setiap hari mencari tahu berbagai teknologi baik di aplikasi, web dan lainnya yang bisa membantu tugas saya sebagai Ibu, istri dan perempuan. Dan tentu saja yang memudahkan saya untuk mendidik anak dan menambah produktifitas sehingga nantinya mampu bermanfaat paling  tidak buat diri sendiri dan keluarga inti dulu.

Day#1 ini saya mengulik kembali website yanga dulu sering saya gunakan untuk menambah referensi bahan belajar anak-anak.

Kami memilih homeschooling. Jadi saya mencari tahu website apa saja yang bisa memberikan saya bahan belajar dan sebagainya mengenai pilihan kami tersebut.

Dan saya pun menemukan website www.123homeschool4me.com. Website ini dibuat oleh seorang ibu homeschooling dan kemudian banyak ibu-ibu lainnya dibelahan dunia juga berpartisifasi dalam menambah referensi didalam wesite tersebut untuk bahan belajar anak. Taglinenya IDEA TO HELP PARENT, TEACHERS, AND HOMESCHOOL MAKE LEARNING FUN.

Didalam website ini, ada beberapa menu seperti school, free printables, presschool, kindergarten, kids activities, 123 homeschool 4 me, recipes, vacation, my materials, dan family.
Karena saya tertarik dengan homeschooling saya lebih mempelajari menu school. Yang berisi mengenai homeschooling ( how to homeschool, making homeschool fun, homeschool organization, homeschool resources, homeschool tips).

Ditiap menu belajarnya ada printable yang bisa diunduh secara gratis, dan kita bisa juga berlangganan emailnya dengan mendaftarkan email kita. Dan saya berlangganan dengan memilih weekly 123 homeschool 4 me.com.

Selain printable, di sub menu jug terdapat +100.000 halaman gratis worksheets, games, lapbook, lesson plan yang bisa kita gunakan untuk mendampingi anak-anak belajar.

Untuk mengetahui info terbarunya kita juga bisa follow facebook, twiiter, google+, youtube dan instagramnya 123 Homeschool 4 Me.

Catatan penting. Setiap printables atau unduhan hanya untuk pemakaian pribadi. Tidak untuk dijual, diperbanyak, dan disebar dalam bentuk apapun. Boleh dibagi diblog dengan mencantumkan sumber dan dilarang keras untuk membagikan link unduhan secara langsung.

Ssemoga review ini berguna buat teman-teman yang sedang mencari referensi website homeschooling atau untuk kegiatan anak.

Yuliana

Senin, 04 Juni 2018

Aliran Rasa Level 11

Aliran rasa level 11

Alhamdulillah seru tantangan dilevel 11 kali ini. Berasa banget gregetnya. Tidak seperti tantangan dilevel-level sebelumnya dimulai dari level ke 8 ke bawah. Berasa biasa aja karena kita diminta menceritakan apa yang kita lakukan bersama anak-anak di rumah.


Namun level kali ini kita ditantang membuat semacam kulwap kecil dengan grup kecil yang sudah dibagi dibulan sebelumnya. Mencari bahan materi, mencari sumber materi, membuat slide persentasi, berbagi tugas dan membuat media diskusi secara berkelompok.

Tantangan persentasi secara online lebih kerasa riweh dan serunya. Karena kita harus kompromi mengenai jadwal online untuk berdiskusi. Kita juga berbagi tugas dan kesediaan teman-teman lainnya untuk berpartisipasi, mengatur susunan acara dan susunan tugas.

Meski hanya 1 jam peresentasinya namun berasa aura sibuknya tuh dapet banget disaya. Secara saya memang kurang cepat dalam pengetikan jadi saya ditugas grup ini mengajukan diri menjadi nutolen yang tugasnya menerima pertanyaan dari teman-teman member diskusi, membawanya ke grup, mengeditnya biar cantik dan mengirimnya kembali ke grup sebagai jawaban dari grup kami.

Ternyata seperti ini persisnya jika akan membuat sebuah even kulwap. Dan Institut ibu profesional di level ini melatih kami untuk siap berkembang dan melebarkan sayap untuk bisa membuat dan bekerja dalam tim untuk membuat sebuah even diskusi atau kulwap di luar sana jika suatu hari tantangan itu datang ke kami.

Gambaran tantangan level ini benar-benar membuka wawasan dan pengalaman berharga. Bekerja dalam tim apalagi tidak tatap muka memang satu tantangan luar biasa.

Dan saya menikmatinya. Dan terus bisa belajar lebih lagi. Agar terasah dan keluar dari zona nyaman saya.

Yuliana

Sabtu, 02 Juni 2018

Mencederai Fitrah Seksualitas

#Day17
#Fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11


Salah satu pengenalan fitrah seksualitas anak adalah dengan mengenalkan sedini mungkin akan fitrah seksualitas mereka.

Jangan sampai anak bingung dengan fitrah sejatinya sendiri, dikarenakan orangtua dan lingkungan membiarkan hal tersebut karena merasa si anak kan masih kecil, dia belum tahu juga, atau pembenaran lainnya.

Seperti pagi ini, saya dengan tegaa menolak untuk kesekian kalinya pada pemberian pakaian lungsuran dari sodara. Karena jelas-jelas pakaian tersebut bermotif dan berwarna untuk anak cewek. Sedang anak saya Fayyas adalah anak cowok.

Saya memang tidak banyak membeli pakaian untuk Fayyas, karena saya masih bisa mencucinya setiap hari dan Fayyas juga belum butuh pakaian banyak dan beraneka macam.

Inilah penyingnya pendidikan seksualitas dan fitrah seksualitaa dikenalkan pada semua orang terutama keluarga inti dan keluarga besar.

Bahwa anak-anak juga memiliki hak meski mereka belum bisa bicara mengenai haknya. Anak-anak sudah harus dikenalkan  dan ditauladankan bahwa dia harus berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati.

Jangan dibikin tampak abu-abu dengan dalih bahwa 'lucu', cuma sebentar aja kok, anaknya juga tidak tahu dan lain-lainnya.

Seperti dalam hadist
"Rasulullah melaknat laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki."
(HR. Al-Bukhari no. 5885; Abu Dawud no. 4097; Tirmidzi no. 2991).

Orangtua dan lingkungan  turut berperan dalam pembentukan fitrah seksualitas anak.

Maka Mari sama-sama bertobat. Jangan jadikan lucu-licuan dengan memberikan  dandanan pada anak kita/anak orang lain yang tidak sesuai fitrahnya.

Yuliana

Jumat, 01 Juni 2018

Siapa Yang Boleh Pegang Aku?

#Day16
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11




Pagi ini kami rencananya akan memeriksa Alta ke Puskesmas di seberang rumah.
Sejak kemaren Alta sudah demam , entah karena hidung tersumbatnya atau karena ada bintik merah dan bentol-bentol di kulit betisnya.

Kamipun antre dan menunggu dipanggil oleh bagian pendaftaran. Setelah 30 menit berlalu, kamipun dipanggil ke ruang bagian anak. Di sana sudah ada dokter jaga dan dokter muda seorang laki-laki.

Sebelumnya saya sempat bicara pada Alta sewaktu menunggu antrean mengenai apa saja yang akan dia lalui di ruang periksa, seperti; pertama akan ditimbang, diukur tinggi badan, ditanya dokter mengenai gejalanya dan akan diminta rebahan di kasur untuk diperiksa bintik merah yang ada diperut dan bentol di betis.

“Jadi jika nanti dokter meminta dibuka bagian perut dan betis kamu, maka boleh saja kan ada ami disamping.”

Alta pun mengangguk dengan lemas.

Buat saya inilah saat yang penting untuk mempraktekan pendidikan seks pada Alta. Mengenai daerah mana yang boleh dan tidak boleh dipegang/dilihat orang lain terutama laki-laki atau bukan mahromnya.

Dan qadarullah pengalaman Alta hari ini adalah  pertama kalinya Alta  diperiksa dokter sampai harus membuka bajunya.

Mengenalkan sex education lebih mudah dipahami anak-anak jika ada momen yang berkaitan lansung dengan mereka. Sehingga pengalaman tersebut akan mudah dipahami dan dimegertinya.

Yuliana